
"erin apa mereka berdua akan mengerti" ( jelas ibu Maria)
" entahlah aku ragu rina mau mengerti apa yang ku katakan "
...
" hem... aku melihat jenny akhir akhir ini dia sedikit murung aku takut kenapa napa pada " mayumi"... ( kata erin)
" mayumi.!!.. "... .. jadi nama itu kah yang kamu pilih "
" hem.. entah mengapa aku begitu menantinya kuharap akan secantik namanya"
" dasar .... apa jenny tahu nama ini.. "
" ....... entahlah.... kuharap dia kan senang mendengar nya mungkin " mayumi Amalia" ... itu lebih cocok... aku tak akan membiarkan nya lepas dari neneknya... hehehehe"
" hadueeeh... apa itu tak apa.. "
" hem... nama belakangnya lebih baik mengambil nama marganya... "
di tempat yang mudah di jangkau bagi siapapun dalam suasana meja makan namun kepergiannya yang membuat sebuah cerita pertemuan yang tak di sengaja namun begitu sangat buruk untuk diperjelas dari apa yang ia ketahui tentang lebarnya sebuah harapan akan sebuah nama yang di tuju dari sebuah doa karena nya bahwa kesimpulan menjadi kambing hitam dalam ramalan sebuah cerita yang sedikit rapuh dari akar tunas dalam bunga
dan benar dia " rina " pergi mencari nya seseorang yang belum pernah ia temui dan ketahui hingga waktu memperoleh hak nya untuk menghukum apa yang tidak bisa rencana kan tempat yang cukup jauh di rangkai
pukul 16 : 23 wib di sebuah restoran
" anu permisi... "! ( nada takutnya)
" iya... silakan.. mau pesan apa"
" hem... bisa buatkan aku minuman yang ini.. "
".... pagi.. " ( suara dari belakang)
" ... heeee.. "( bingungnya)
dan benar kebingungan yang ia rasa membuat semua pudar dari sebuah tujuan kini datanglah seorang yang seukuran dengan jenny namun ia cukup berseri dalam senyumnya dengan lantang ia menyapa dalam suasana hari serasa pagi namun ini bukanlah sebuah pagi yang begitu menawan
" maaf nona mau pesan apa... "
" hem... apa ya... hahha aku jadi lupa... sebentar.. ya"( jawabnya)
....
terlihat dia " rina " sedikit melirik akan penampilan nya yang membuat heboh di suatu restoran namun terlihat si penjaga dari nya tanpa gerak bebas sedikit memaksanya bertanya
" .... maaf mengganggumu... nona... "
" iya... ada perlu apa"
" ... tadi kamu menyapa pagi.. "?
" hem... tentu saja.. dunia tak akan malam dan awan akan tetap saja jadi sahabat baginya "( tuturnya)
__ADS_1
".... erin...!!!.... apa kamu mengenal dia" ( tanya nya)
".... hem... erin... apa maksud mu erin Sadewa.. " ( senyum merahnya)
" heeee"( kaget rina)
".... ouh.... syukur lah... hem... kurasa aku tidak salah lagi.. '
" apa maksudmu"( bingungnya)
" hem.... namaku tommy... jadi siapa namamu" ?
"... hem... itu nama yang cukup indah... namun nama yang indah akan hilang dari sifatnya jika kamu tak mengerti apa dan siapa kamu bertanya.. " ( senyum merahnya)
" yaaaah... apa maksud mu"( kata tommy)
" ... tiada kesan untuk mu... bayangkan api yang menyala tanpa ada sebuah asap dan tiada barang yang terbakar "
" haaaa... apa yang kamu katakan "
".... aaaah... aku pesan ini dan ini... kurasa cukup... tolong ya" ( sambil mencari tempat duduk)
dan benar sebelum tidur bukalah jendela wajahmu menghiasi bintik bintik kesulitan dari rasa cemburu dari hujan yang melanda dengan angin yang cukup dingin tak terasa terlihat juga sebuah hujan dari balik jendela kini terasa dia" rina" memandangi nya" hingga kesimpulan darinya yang menjadikan sebuah kambing hitam
" aaah... jika mencari bayang bayang dalam kegelapan itu percuma namun bawalah api tanpa ada asap darinya namun jangan salahkan barang yang terbakar "( melirik rina)
" heeeeem... itu puisi yang bagus"( jawab rina)
" Bodoh dan tidak tahu itu sama.... namun tersesat itu bukan jalan keluarnya "( terangnya)
" erin.... hem... "( senyum manjanya)
" erin...?... tunggu sebentar.. apa kamu kenal dengannya"( tanya rina)
"... hem... ini pertanyaan yang sulit dan berat... aaaah kepala ku jadi sedikit panas... aaaah... "
" ... heeeeey.... siapa erin... itu"?
" erin... dia... sahabat dan keluarga ku"( suara dari samping tommy datang)
" heeeek.... jangan percaya awan yang putih belum tentu hujan"( jawab darinya)
" yaaaah dari tadi kamu berbicara tak jelas... apa kamu mabuk"? ( kata tommy)
namun perbincangan nya terpotong dari sebuah lika liku langkah kakinya yang tak mampu di jelaskan dia tanpa raut riangnya yang hanya terdiam tanpa ada celah nada bicara nya
" heeey.. grey... lama kamu tak berkunjung"( kata tommy)
".... hem.. tommy siapa mereka bertiga... terlihat mereka tidak asing" ( kata grey)
" hem... kurasa mereka bisa membantu kita mengetahui keberadaan erin"( nada solusi tommy)
..
__ADS_1
terlihat waktu yang semakin membusuk dalam aroma sebuah kesimpulan darinya
" .... maaf apa dari kalian ada yang kenal dengan erin ... atau lebih tepatnya erin Sadewa"
"... ( rina terdiam)
"... erin..... nah " caressia"... apa dia yang kamu maksud.. "( kesimpulan darinya)
"... hem... dia... erin Sadewa dia sudah lama mati" ( jawab caressia)
" haaaa... apa maksud mu... "( nada keras tommy & grey)
" yaaaah.... ternyata dia sudah lama mati... jadi untuk apa semua ini "( protes darinya)
" heeeee.... "( dengungan rina)
".... erin dia penjahat... dia membakar rumahku dan membunuh seluruh anggota keluarga ku dan dia mencoba membunuhku.." ( kata darinya)
" heee... apa., apa maksud mu... .., kakaku tak mungkin melakukan itu ... tidak... tidak... kakak ku bukan seorang penjahat.. kamu pembohong.. "( nada keras Rina)
" apa... ( semua kaget)
...
dan benar kesimpulan darinya yang membuat sebuah kambing ingin menghitamkan warnanya dalam sebuah bayang bayang dalam kegelapan tanpa ada sebuah cahaya dan asap namun api itu menyala tanpa ada barang yang di bakar
' hahahahaha..... nah SaSa betapa menyenangkan nya membuat orang yang mulai membenci seseorang "( kata caressia)
" ciiih... sial.. jika tidak wanita aku pasti menghajarmu"( nada ngegas grey)
" PRAAAAAKK".. ..Dyaaaarrrr ...dan pukulan sangat keras mendarat di wajahnya hingga kekacauan pun terjadi tak terelakkan yang membuat kegaduhan yang cukup membuat pengunjung panik dia Sasa memukul wajah grey dan terpental hingga membuat bangku yang kosong itu berserakan hingga benar perkelahian tak bisa di hindari namun ada yang aneh pada mereka berdua..
" sial... AAAAAH... " ( seruan grey)
" .. huuufh.... caressia apa aku boleh melakukannya.. "tanya Sasa)
" hem... itu terserah kamu.. lagi pula percuma kita meladeni sampah yang sudah di pungut"( nada santainya sambil memakan hidangan)
" haaaaaaah..... yosss... baiklah nah... woy... bagaimana kalau kita taruhan.. jika kamu bisa mengalahkan ku aku bersedia berlutut sujud padamu namun jika kamu kalah bersujudlah di depanku dan mengikuti apa yang ku katakan... aaah... jangan anggap aku wanita... "( kata Sasa)
"..... Aaaah... brisik" ( nada marah nya)
" Grey.... hentikan..... dia hanya memancing mu mengeluarkan kebencianmu "( nada solusi tommy)
" WA aaaah... kurasa ada yang cukup ber iQ cukup tinggi... nah... tommy ikutlah bersamaku... "( ujarnya)
"..... heeeeh..... " ( batin Rina)
"... hem... jadi kamu adalah adik darinya.... " ( nada kejam Sasa)
heeeeeek... caressia.. jangan bilang kamu sudah mengetahui nya "
" hem..... hem... Sasa... kurasa kita harus pergi... ah... maaf merepotkan kalian... maaf ya.. aku hanya sedikit mencari hiburan... hem... Daah... ( nada pergi darinya)
__ADS_1
terlihat begitu meledak dan Boom..dalam amarahnya yang mudah terpancing dalam rayunya dia " caressia" dan Sasa tak di sangka perwujudan darinya memberi arti dari kehidupan nya yang abadi diatas awan terbang bersama angan angan cita, rina hanya terdiam tak mengerti siapa mereka kini Grey sedikit babak belur wajahnya pun terkelupas dan getah itu memerah hingga tersimpul kan dalam benak dia" rina" siapa dia erin Sadewa"?