
di sebuah desa dengan nada suasana percintaan dari mereka sebuah hunian kasih bahtera berkumpul jadi satu kebahagiaan hidup selamanya " haduh selamanya" benarkah walaupun hanya sekedar kehidupan yang sederhana namun itu mengundang masalah jalan ujung dari cerita jodoh ku
" Siti bangun ...sudah siang ..."
" iba Bu... sebentar .."( jawabku)
walaupun hanya ini kenangan ku bersama keluarga tawa dan senyum meliputi ku setiap waktu tidak sekolah tinggi hanya lulusan SMP dan kini umurku 26 tahun haduh aku lupa namaku Siti Nurhaliza penjual kue keliling dan juga sedikit pengalaman ku bekerja
" Siti ..bapak pergi dulu ..nanti kamu setelah berjualan tolong bantu ibumu "
" njih pak
bapak ku bekerja bangunan dan ibuku jual kue kukus ini pengalaman ku yang ketika itu seseorang memborong kue dan menolong ku hari yang begitu cepat berlalu namun bayang bayang itu masih ada
" Bu...aku berangkat dulu"
" iya..nanti tolong kamu belanja juga ya"
" njih bu.."
waktu yang semakin larut dalam air suci yang menempel di jalan cerita
cinta sepantasnya berkumpul jadi satu
dimana cerita yang banyak di duniamu
cinta yang ada di senyum tawamu
kaya dan indah di ujung cerita yang ada hanya jodoh
lemah lembut nada bicaramu
mendalam rasa terasa hati ini tertanam ingin bersamamu
namun semua yang ku berikan tak memberikan mu lunak
untuk menerimaku
apa gara gara aku orang tak punya
__ADS_1
atau hanya karena aku wong Deso
namun rasa ini memiliki hasrat dan nalurinya
ceritamu dalam duniaku jadi bahasa senyum dan tawaku
walaupun jalan tak lagi menemukan mu wahai jodohku
namun kini tak lagi aku melihat senyuman nya tempat yang seharusnya ia berada kini tak ada buktinya namun rasa ini masih tersimpan selalu dan selalu aku berhenti disini di depan rumahnya yang menjadi kenangan senyum lembutnya
" kue ..kukus .kue kukus"( ujarku) itu adalah kalimat sihir yang ku berikan di setiap waktu masih teringat dia lagi
" mbk...kue kukusnya ..4 ya..."( ujarnya)
"..ouh iya mas...empat ya ..mau ...ini juga ndk mas .ini juga manis.."( rayuku)
" ....manis ..wah manis kayak kamu ya mbk"( gombalnya)
" ah...mas bisa aja..ini semua jadi 20 k..( kata ku)
" ok.. terimakasih ya mbk"( langsung pergi)
di setiap kedatangan nya tetap ada yang beda seakan sesuatu telah di rebut dengan paksa dariku
" mbk ...kue kukus nya ya 10 ya .."( ujarnya)
" ouh iya mbk ..10 ya.. sebentar "( kata ku)
....." jadi berapa mbk"( ujarnya)
" 40 k mbk .. semuanya"
" ini uangku 50 ya...oh iya mbk apa kamu pernah lihat penghuni rumah itu ...sudah lama dia tak kelihatan"( tanyanya)
" saya ndk tahu mbk..."
" bukannya dia yang sering membeli kue kukus dan kamu yang sedikit akrab dengannya kan"
" iya sih mbk dia sering beli kue dari saya namun beneran mbk saya ndk tahu ....memang kenapa mbk"
__ADS_1
" ....entahlah mbk..sepertinya ada yang hilang ...darinya walaupun dia ..itu bukan siapa siapa namun aku merasa ada yang ganjil dan kurang ...apa itu gara gara dia ya mbk.."
"...hayooo...mbaknya naksir ya .."( candaku)
" eeeh..itu ..heheheh"
namun benar apa yang ia katakan aku juga merasa ada yang kurang dan ganjil serta kehilangan yang entah itu darinya atau bukan namun 1 Minggu setelah aku berjualan disana waktu yang semakin sore seakan dia datang
" kue kukus ,kue kukus ..."( sihirku)
"KRAAAK..".pintu itu terbuka dan tertutup kembali aku yang mulai kaget apa yang ada disana sudah sekian lama rumah itu tertutup rapat dan tak bersuara " kue kukus ,kue kukus" ujarku yang semakin keras membuat dia yang ada di dalam mendengar ku namun tak pernah ia kembali membuka rumahnya hingga kini waktu menjadi membabi buta terasa malam yang cukup panjang darinya aku yang selesai pergi dari sebuah pengajian luar daerah dan benar rumah itu kini tersinari lampu dalamnya namun tetap saja ada yang aneh hanya terlihat satu kamar yang terasa sinar itu bahkan lampu depan pun tetap saja redup hari kedua pun kini menjadi hamparan "Padang Pariaman Payakumbuh " namun tetap saja ia tiada kemunculan "kue kukus, kue kukus(, sihirku).namun ketika lewat rumah itu tetap saja tak terbuka ia bagaikan bayang bayang gila yang datang membawa senyum dan tawa ini lalu bayang bayang semu dan hilang menyisihkan harapan untuknya
" kue kukus mbk...5 ya...."( panggilannya)
" iya mbk...berapa 5 ya..( tanyaku)
" berapa mbk ....
" ah biasa mbk..20 k ...
eh mbk ...kemarin kurasa rumah itu kini ada penghuninya lho"( jujurku)
" masak sih mbk...kok saya ndk tahu ya.."
" tapi kemarin ada yang masuk rumah itu lho mbk beneran saya tidak bohong"
" ouh..."( cetusnya)
lalu aku melanjutkan penjualan ku dan melewati rumah nya" kue kukus kue kukus"( sihirku) namun tetap saja tiada kata peduli namun sesaat terdiam sepi kini terdengar suara piano 🎹 " ting.tingtung Ting Ting tung tung ting" terdengar begitu sangat lembut hingga mendengarnya seakan teriris iris hati ini lagi dan lagi aku terdiam sepi di sini sesekali hati ini damai juga sepi aku berjalan kembali untuk pulang lagu yang ia mainkan seakan menyayat hati begitu sepi dan nada itu terlihat resah hatinya yang terluka itu yang ku ketahui hari berikutnya tetap saja aku berjualan dan melewati rumahnya dan tetap saja suara piano itu kembali lagi dan lagi namun tiada lagu yang lain hanya lagu mellow dengan sedikit rasa sakit mendengar nya ketika aku yang tak sengaja lewat dan hujan ketika itu hingga aku berteduh di sana dan mendengar nya lagi dan lagi hingga aku tak berani menawarkan nya lalu seseorang datang kerumah ini dan membawa sesuatu
" teeeettt...( bell) paket ...paket ..."( ujarnya)
aku melihatnya hanya memasukkan satu persatu kedalam pintu kecil bawah pintu namun dia tersenyum kepadaku dan berbicara seperti kenal
" mbk ...dia ingin membeli kue kukus mu mbk "( ujarnya)
" apa...."( kataku)
" mari mbk ... saya tinggal dulu"
__ADS_1
dan aku menuju kesana ia hanya menuliskan beberapa kata " berapa semuanya "( ulasnya )
dan aku menjawabnya " 200 k " lalu ia hanya memberi uangnya dan aku memasukkan bungkus perbungkus kedalam sana tak terasa ia memberiku tulisan lagi " tunggu sebentar" dan benar aku menunggunya tak lama kemudian ia menyuguhkan air hangat dan sebingkis makanan ringan dan buah lalu " jika sudah selesai tolong kembalikan kedalam" hanya itu tak pernah ku mengerti ia memberikanku uang yang lebih namun ketika aku kembali untuk melanjutkan perjalanan ku Tiba tiba " tuk tuk tuk' aku mendekat dan ia menuliskan lagi " kue kukus nya enak terimakasih jika lewat lagi tolong pencet bell ya" hingga aku menjawab iya dan benar setiap aku jual kue kukus aku kembali menyentuh bell itu dan dia datang dengan sebuah tulisan ingin membeli lagi namun tetap saja " berapa semuanya" hanya itu selalu dan selalu ia menuliskan sama dari pertama aku menawarkannya lagi hanya kata kata itu tak ada yang lain lagi dan lagi masih teringat kata terakhirnya nya" kue kukus nya enak terimakasih jika lewat lagi tolong pencet bell ya" hanya itu sudah satu bulan sudah kedatangan nya yang membuat semua warga disini tak percaya akan hadirnya dan setiap malam tetap saja hanya satu lampu yang menyinari ruangannya