Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 84 " yang ku punya" dia" ( ibuku)


__ADS_3

membagi waktu untuk semua memang sulit apalagi harus mengikuti arus yang menyimpang namun ketika suara nada musik ini mengalir melawan arus yang dalam waktu rindu yang merana di lain waktu sesuatu terjadi darinya " Mayumi" yang memilih untuk menikmatinya dalam ruang rindu yang terlarang yang menjalar tanpa kesadaran darinya memicu rindu yang merana


DILAIN WAKTU MAYUMI DI TENGAH KERAMAIAN WARNA WARNI DALAM RUANG RINDU YANG TERLARANG


jaket merah menyala menghiasi di setiap tingkahnya hanya warna ini menandakan adanya tekad dan hasrat hingga naluri memancing hudus atau lentera yang menyala tanpa ada barang yang terbakar asapnya yang menyiksa karena rindu yang merana menghiasi pelangi dalam ruangan yang terlarang untuk dihuni


pukul 11 : 06 wib di pinggir sudut desa tempatnya pulang di belakang yayasan B.E L.L rumah miliknya terlihat Mayumi yang di temani Rina juga ibu Maria larasati menunggu angin yang akan membawa nya terbang menuju kebun bunga dan lembah yang putih air tanpa hudus hanya warna nan hijau .


" Mayumi ...apa kamu sudah selesai..."( ujar Rina)


"....ah....kurasa sebentar lagi...Tante .."( jawabnya)


..


" mau sampai kapan ...kamu di sana "( terangnya)


" ...... nah Tante...apa nenek sudah menyiapkan makan siang "


"....heeeeh... sebaiknya kamu membantunya"( tegasnya)


"aaah...aku masih sibuk ..."


...


hingga sesuatu tertuju darinya ketika Rina yang penasaran apa yang di lakukan Mayumi yang hanya diam di kamarnya namun sikapnya ketika berubah dia yang begitu imut dengan rambut panjangnya kini menjadi wanita yang lebih menantang dari hawa dan aura akan keberadaan nya tersampulkan rambut depannya yang berponi sedikit menutupi matanya namun rambut belakangan nya terasa terpotong sejajar dengan jaket warna merah yang menyala seperti tekad hatinya yang menantang dari semua keraguan dan kebimbangan dalam angan karena cita dan cintanya membimbing lentera jiwa darimu" ibu" dengan rambut panjangnya hiasi mahkota serbuk darinya yang bijaksana


" ...ah ..Tante ...apa yang kamu lakukan ..maaf menunggu lama"( ujar Mayumi)


.


.." MAYUMI...kau..."( bingungnya)


..


"......."


" Mayumi......kamu mau kemana "( ujar ibu Maria)


" nenek.....apa itu untukku..."( jawabnya)


" Mayumi ...nenek bertanya kepadamu"( tegasnya)


...


"apa yang nenek katakan ...aku tak mengerti.."( jawabnya)


"....jenny....."( nada bimbang)....apa ...kamu juga akan meninggalkan kami seperti apa yang ibumu lakukan ..."( nada khawatir)


".....ah...apa yang nenek katakan aku tak paham.. ha-ha-ha"( jawabnya)


" sifatmu itu mirip dengan ibumu...jadi aku tahu apa yang akan kamu lakukan ..."( nada tegang)


.....


dan benar Mayumi berniat pergi dan menghilang dari hamparan lembah putih yang ada di hadapan mereka iya lembah yang membuat melupakan warna warni pelangi dalam senyuman hingga menceritakan tentang sebuah taman bunga hati namun cita dan cinta yang tulus serta suci itu menyalakan lentera jiwa yang menyala tanpa barang yang terbakar asap yang menyiksa


"kamu menatap ku selalu tanpa beralih

__ADS_1


dan tak memberitahukan ku apa yang kamu lihat


aku tahu niat baikmu


diam dan duduk tak akan merubah apapun


biarkan aku pergi" dan itu adalah kata Mayumi yang membuat semua terdiam sepi hanya menjaga semua terasa baik baik saja tak akan merubah apapun itu yang Mayumi pikirkan namun


" dengar Mayumi....jangan memaksakan dirimu seperti ini...nenek sangat khawatir padamu ..."( sedih ibu Maria)


" ....ouh...jadi nenek sudah mengetahui apa yang aku pikirkan tentang itu ..aku...aku hanya ingin dia ...nah ..nek...yang ku punya hanya dia"( ibuku)


"...Mayumi...dengar nenekmu ini...bisakah kamu mendengarkan kan ku ...aku tahu apa yang kamu ingin lakukan "


"......nenek diam saja dan lihatlah ....aku hanya ingin melakukan sesuatu ..."


" Hem...maaf kan aku Mayumi...jika ini salah ku .."


"....


terlihat dia yang sedari bulat akan tekadnya Mayumi kini malah semakin bingung dari gejolak di hati


"...ibu....ini ada Telfone dari kak Erin"...( tegas Rina)


" ... telfon..!!( bingungnya)


"...hingga baru ini 'pa' menelfon ku...bahkan ma..tak memberiku kabar ...nek...maaf kan aku...aku ...harus pergi"( jawab Mayumi sedikit murung)


...


terkadang sesuatu menjadi nyata ketika semua yang kita takuti mendekati tanda tanda nya namun apalah daya semua terbendung dalam rindu yang merana


"...apa...lagi nek..."( jawabnya)


"....ini papamu ingin berbicara kepadamu"


...


Dengan perlahan mayumi mendekat dengan sedikit rasa rindu yang teramat sudah 2 bulan tanpa kabar dari mereka ( jenny dan Erin)


" halo ...pa..."( nada takut) ...kapan pa kembali....ma..belum pulang "


"...pagi...Mayumi...apa kabar maaf sudah cukup lama pa...tidak memberimu kabar...maaf...kurasa aku masih sibuk...oh iya apa kamu baik baik saja...disana"( senyum dalam telepon)


"...pa...apa maksudnya ini ....mengapa tersenyum seolah olah tak terjadi apapun "


"....aaah....aku bingung menjelaskan nya padamu..."( senyum manjanya dalam telepon)


".....


"... Erin ..cepatlah..( tegasnya suara yang sedikit jauh )....aaah Mayumi jangan khawatir kan semuanya kami baik baik saja ...Hem...( senyum manjanya) ...kami menunggu mu ...di tempat yang sangat sempit dan berjurang disana ibumu berada"


"..apa maksudmu ...pa.."


" ....Sira ... jangan lupakan itu ..daaah..."


" Sira...Sira ..Sira ..apa maksudmu pa.."( bingungnya)

__ADS_1


..


hingga Erin menutup telfonnya yang menjadi janji merana kini tertuju pada penghuni nya iya dia "Sira " sang penghuni ruang rindu yang terlarang menjadi kalimat tanya akan apa yang terjadi


....


" apa...apa maksudnya ini... jelaskan padaku...hiks hiks...hii hii.."


" Mayumi....tetaplah jadi apa yang kamu mau.....ibumu juga mengatakan hal yang sama sebelum pergi. ...Hem...sira...


atau dongeng oppelia ringtone dia " Sira" sang penghuni ruang rindu yang terlarang ...dan ibumu menyampaikan nya padaku agar kamu tetap ada disini menemani kami ...nenek dan Tante mu akan selalu ada untukmu


" tapi nek....."


" tersenyum lah Uyn.....tetaplah menjadi singa yang kami harapkan"( senyum ibu liona) yang mengejutkan mereka akan kedatangan yang tiba tiba


" apa.....heeeeeh...nenek.."( senyum Mayumi berlari dan memeluk)


...


......" ah lama sekali aku tak datang kemari..."( jujurnya)


"...ah.... selamat datang nyonya..."( jawab ibu Maria)


"....apa ini rumahmu yang dulu....Maria"( tegasnya)


".....ah...tidak juga rumahku yang dulu ...ada disana .. lihatlah yayasan disebelah sana"


" B.E.L.L" .... itu kah....


" hahaha...aku sedikit lupa tempat ini kurasa semua sudah berubah..."


" maaf apa nyonya ...apa kesini sendirian"


" Hem...tidak juga ....aku datang bersama TERESSA ...dia rindu pada monell ... entahlah dia belum kembali.."


" monell...."( bisik Rina)


...


dan menghentikan waktu dari putaran angan terbilang sangat mudah untuk mengatakan apa yang ia tulis namun seakan semakin sulit ketika apa yang ia rasa karena "aku hanya takut apa yang ingin ku katakan


menyakiti telingamu dan perasaanmu


dan kamu tak akan pernah tahu


" heeeh..Mayumi ...sini..."( rayunya)


"...heeeeey.... TERESSA......"( senang nya)


..


pelukan hangat yang ia rasa menimbulkan rindu yang merana hingga rintihan haru menyelimuti suhu badannya


"....Hem...sudah sudah Mayumi..."( tegas TERESSA)


"..ma...ma..mama..yang ku punya ...aku tak mau yang lain lagi...kak....."

__ADS_1


"...apa...apa kamu mencemaskan Manda.... ha-ha-ha itu konyol Mayumi...dia" Manda " akan baik baik saja....Hem.."( senyum manisnya)...aku juga sama sepertimu ...yang ku punya dia " ibuku"....( Manda) itu sebabnya aku kemari ...


__ADS_2