Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 75 " bellywise


__ADS_3

wonodri Krajan 3 no 45 Semarang central Java pukul 19 : 32 wib di sebuah tempat nyaman untuk melepas lelah dari hari yang begitu sibuk dari tuntutan pekerjaan waktu sebelum itu semua terjadi ,iya sebelum diri ini menyesal teramat dalam aku membeli menu single platter dalam bentuk di bungkus karena waktuku yang terbatas iya ditempat itu pertama aku bertemu dengannya "bellywise resto"


" aduhh...aw .. hati hati dong mas...ya tumpah...kan"( ulasku)


" maaf mbak bukan maksudku .."( jawabnya)


" eh...mas ...eh ..mau kemana tanggung jawab donk .."


" iya...tapi nanti saja mbk...ini saya ada perlu ...agak mendadak ..."


" eh...mas ..mau kemana..."


" ouh...apa ini cukup.."( katanya)


"...heeeee......"


ia membuka dompet yang ketika itu hanya tersisa uang 200 k hanya dua lembar yang ketika itu ia sisihkan kepadaku 1 lembar warna merah jambu...yang seakan ia pun tidak rela...uangnya keluar dari dompetnya ...dia pergi dan hanya menelan ludah di hadapanku ia sangat sopan ...dan lemah lembut ..iya aku tahu sebenarnya ini salah ku yang tak sengaja menabraknya ia ber jalan berada di belakangku dan aku memutar tubuhku dan "BrAaakk" kayaknya seperti itu..karena egoku yang tak mau mengalah


" heeeee...."( bingung)


ia langsung pergi dia terlihat seorang kurir walaupun masih muda namun terlihat berseragam ketat dengan jaket serta tas yang cukup besar ia berjalan pergi meninggalkan ku disini malam yang cukup sunyi aku kembali ke rumah yang baru ku beli walaupun tidak cukup besar namun ini cukup nyaman suasana yang dekat dengan desa dan persawahan menjadi bukti ia memulai cerita kehidupan yang sunyi ini menjadi lebih sedikit asri namun ia tetap berbeda


" aah.. syukur lah ...semua sudah selesai "


...


lelahku dalam urusan beres beres karena rumah baru ku ya Tuhan aku malah lupa namaku Novi Ayla aku bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan di Semarang dan ini kesanku untuknya


' kadung ati iki mendem kangen Urip selawase " sebenarnya aku merasa Gegana ( gelisah karena merana ) bertemu dengan seorang pemuda yang memperlakukan ku sopan dan lemah lembut ia tak protes tentang apa yang ku keluhkan padanya hingga pertemuanku dengannya terulang lagi kini terlihat dia ada di parkiran sebuah ruko tak jauh dari bellywise berbincang bincang dengan seseorang disana tanpa ia peduli denganku ia tetap tertawa dan tersenyum manja walaupun lawan bicaranya tak menunjukkan kelucuan namun ia tetap tersenyum manja di setiap tindakannya aku melihat nya lagi dan lagi ia pun berjalan pelan dengan melambaikan tangannya untuk perpisahan dan aku ada di depannya aku pikir dia akan menemui ku tetapi aku salah ia tetap tersenyum manja dan melewati ku sesekali aku melihat senyumnya terasa itu sangat tulus dan ia memakai handfre lagi kini aku pun kembali pulang hingga ketika hari yang libur ini membuatkan sebuah tawa darinya ,pagi yang menyadarkan matahari dalam pelukannya dalam cerita tentang nya dia ada di depan parkiran rumah ku terasa dia kebingungan aku yang tak sengaja keluar dan bertemu dengannya namun apa yang terjadi dia hanya tersenyum manja dengan sopannya ia mengangguk dan berjalan pelan menuju kesebuah rumah yang ada di pojok sana dan aku baru tahu kalau dia pun kini ada sebagai penghuni di sebuah perumahan disini hingga dia datang


" kue kukus ,kue kukus "( ujarnya)


" .....


aku yang terdiam tentang kedatangan nya ia menuju ke arahnya dan membeli begitu banyak kue kukus itu


" mbk...mbk ...tunggu ...apa ini buatan sendiri "( ujarnya)


" iya mas...ini saya membuatnya sendiri"( jawabnya)


" wah...ini enak...dan terlihat indah ..apa ini di buat dengan cinta yang tulus mbak.."( canda senyumnya)

__ADS_1


" ah...mas bisa saja..."( merahnya)


" Hem..ternyata memang benar ini manis dan enak ...dan juga sangat cantik "( liriknya pada si penjual)


namun ia berjalan dan menuju ke arahku tanpa sadar aku mulai takut dan kebingungan namun


" ini ...untukmu ...sebuah kasih sayang dan cinta ada di sini "( senyum nya)


" apa..."( bingungku)


dan aku menerima nya dengan senyum dan tawa ku ketika ia tak sengaja tersandung dan berjalan yang aneh...


" maaf...yang kemarin ..aku tak sengaja membuat makananmu tumpah ..."( senyumnya)


" eh...itu....


".......


" ah...aku harus pergi ...dah.....( ulasnya)


dia pun pergi begitu saja ...2 hari setelah itu ia kembali muncul dan menunggunya


" kue kukus, kue kukus"( kata darinya)


" hayo kangen yang mana ini..."( canda si penjual)


" Hem...kangen .yang mana ...ah...aku jadi malu"( senyum manjanya )


dan bukan itu ia membeli dan menyuguhkan minuman dan entahlah apa yang terjadi mereka terlihat akrab hingga itu terulang lagi dan lagi dan itu yang kulihat setiap sore tiba ia selalu bersamanya bercanda entah apa yang membuatnya dekat dengan penjual kue kukus namun sesekali ia menatap fokus pada nya "( penjual kue) dan tersenyum manja lagi entah pagi dan sore dia selalu bersamanya ketika dia yang sedang berbelanja pun sempat mampir di sana dan selalu dengan candanya ia tersenyum manja namun 1 bulan telah berlalu ia menghilang dan lagi dan lagi ia muncul dengan alat musik yang ia bawa aku pikir apa dia seorang musisi atau pengkoleksi yang jelas begitu seringnya ia membeli alat musik namun aku tak pernah mengerti uangnya yang hanya dua lembar itu kini seakan lebih


" hai...apa kabar ..."( ujarnya )


..


ouh ...( jawabku)


entah mengapa ia menyapa ku dan mencoba sedikit dekat karena nya dan dia tersenyum lagi walaupun aku sedikit cuek namun ia seakan tak peduli ketika orang orang yang mencoba mengenal dia ia tak masalah dan dia selalu bertanya tentang keadaan kami( orang lain) dan entahlah kita semua tak ingin tahu menahu siapa dirinya lambat sekali waktu berjalan karena nya


" Hem..apa kita bisa bicara ..."


" apa...bicara ...memang kenapa"( tanya ku)

__ADS_1


" Hem...apa kamu tak apa"( tanyanya)


" apa..aku..."( bingung ku)


..


hingga kami pun diam sama diam ...lalu aku coba mengatakan nya ....


" heeh... sekarang kamu ndk kerja"


" aku...?( bingungnya nya)


" iya kamu...dari kemarin tetap saja aku lihat santai di rumah..."( tanyaku)


" huuuf mencari uang memang sulit dan hilangnya juga cepat ...jadi aku lebih suka mencari yang mudah mudah saja walaupun akan cepat hilangnya itu tak masalah"( kata darinya)


" apa...maksudmu"( kataku)


" senyum...aku mencari senyum yang tulus...Hem.."( senyumnya)


" Hem...apa kamu bisa tahan lapar hanya tersenyum"


" Hem...apa uang bisa membuat mu tersenyum .."


" tentu sajalah...semua di raih hanya untuk itu"( jawabku)


"


... suatu saat kamu akan mengerti lebih berharga dari pada uang senyum itu sangat mahal namun kadang susah mendapatkan nya tapi kurasa akan mudah bagiku senyum tulus dengan cinta jika mendapatkannya akan sangat istimewa...Hem."( senyumnya) ... senyum itu lebih berarti dari pada uang ....jika melihat mereka tersenyum kurasa aku kuat nahan lapar ...iya itu hanya untuk mereka"


" mereka...siapa yang kamu maksud"?


" .....Hem.....( senyum manjanya )


kurasa aku harus pergi....dahh "


...


dia pamit dan meninggalkan senyumnya aku yang terkejut ia tak membahas tentang ganti rugi yang membuat ku merasa menang kala itu namun kepergiannya juga menitipkan kan kata kata


" ouh iya ..Novi ,,,... katakan pada Siti aku pergi cukup lama ,jangan lupa tersenyum dan jaga kesehatan nya ...juga jaga kesehatan untukmu ... daaahhh ......"( tersenyum manja )

__ADS_1


terlihat ia pergi dengan persiapan yang cukup banyak ia pergi dengan banyaknya alat musik dan masih membuatku tak mengerti ia mengetahui namaku .....dan aku belum juga tahu menahu tentang nya


__ADS_2