
hari Minggu adalah sebuah istana untuknya semua berkumpul dalam upacara penyambutan tamu dalam kota kota kenangan rasa yang terbendung kuat dalam pondasi bendungan asmara tak akan roboh dan hancur namun bagaimana kalau terjadi hujan dan badai penantian dalam diri akan kah roboh dan hancur " jika itu aku" akan kah ini nyata , sebuah buku yang menceritakan sebuah hal yang tidak bisa di jelaskan dengan gambar atau tulisan yang menawan tertata rapi dalam setiap baris dan lembarnya namun bagaimana dengan sebutan buku harian darinya waktu yang mengulang baru sampai disini rindu dan cinta ,cita , melegenda dalam nada denyut jantung ini dalam hujan penantian tertulis dalam sebuah buku harian
bicara cinta sebenarnya apa itu, apa itu sebuah nafsu , hasrat ,atau naluri,atau warna ,harum ,," jika itu aku"
bagaimana sebuah nuansa mendorong kesana dan kesini terombang ambing yang seakan tak mampu di jelaskan dalam pelajaran di sekolah bukan nafsu ,juga syahwat ,ataupun hasrat namun apakah itu naluri " jika itu aku" cinta
semua melayang layang tanpa bisa di tulis dan di ucapkan atau di gambar kan
entah semua memanas seperti uap panas menyelimuti seluruh dunia ku dan aku percaya di setiap bayang bayang ilusi mengguncang gempa dalam bertahan selama benturan gelombang ombak yang ganas menerpa akan kehadiranmu di sisi " jika itu aku" nafsu
bilah pedang yang selalu menantimu kembali dengan membawa titipan kilat dan petir izinkan aku memberimu kesempatan untuk menjadi nyata melawan melukai , memotong,menyayat meraja menari nari dalam lagu yang kini ku dengar dalam bass reggae remix " jika itu aku" Hasrat
cinta tak perlu di ucapakan dan di utarakan agar dia tahu kini semua member star light yang tersuguh mahal dan mewah untuk di rasa " jika itu aku" Naluri
sebuah kata yang mengundang dan memaksa hingga membuat badai di diri ini ada dalam hitamnya alas lembah di jiwa kata kata ini seperti
terimakasih ,mohon ,silahkan ,hubungi ,kami, untuk ,mendapatkan, hasil ,yang ,diperoleh, dari, belakang , namun ," mereka sangat manis aku tak pernah mengerti manusia sangat manis dan lembut rasanya bahkan lebih manis dari gula dan madu " jika itu aku" warna "
buku yang tercipta dari cinta tak akan pernah tertulis kata cinta " jika itu aku" Harum
aku pergi dulu dalam bendungan asmara yang meluap membanjiri rumah yang isinya adalah sebuah rumah tanpa atap yang bocor karena sang Hudus tak menginginkan hujan penantian hingga kata ini"percuma dalam berTuhan" kembali mengkorek korek pondasi yang begitu sangat kuat dalam sebuah tanya " jelaskan padaku banjir dan buahmu itu"
namun apalah daya aku tak pernah menemukannya dalam laju tanya jawabku apakah ini nyata "masihkah engkau berikan warna pesona " itu yang selalu aku rindu dalam dekapan kasih yang merana ,aku selalu memuji dan memuja dengan hangatnya asri dalam pepohonan kasih ingin ku kembali kepadamu ,sudah kucoba melirik kearah kanan dan apa yang ku temui memberi arti sebuah nama akan warna warni pelangi masih dalam uji coba yang ku lalui dengan membantu ibu merawat kasih darimu hingga ku temui Padang putih seputih salju dengan air yang hijau aku bilang aku pun mengerti jangan salah paham aku begini karena engkau lukai hatinya bahagia kekasihnya itu yang ia terima membuatku sedikit merasa aneh dengan senyum misterius dari berbagai sumber ,aku cinta ,juga benci,entah cemburu,apakah rindu , ternyata hanya kangen ,aku berlari dalam bayang bayang yang tak bisa ku sentuh ,coba berjalan pelan agar mampu ku temui memberi kesempatan kepada sang bunga bangun dan mewangi jalar duri siksanya menyalakan api tanpa barang yang terbakar asap membawa jantung ini dalam sesak di setiap hembusan , angin yang setiap berhembus tak lagi bebas dalam jerat jalar duri membawa buku yang tercipta dari cinta yang tak ada kata cinta dan ku coba meloncat dalam langkahku hingga mampu ku lihat gerak bayang bayang itu melintasi dalam kantong kantong ajaib dengan kuasanya bilang kalau kamu ingin lepas jangan salahkan aku yang selalu mengejar mu begitu merona dalam lelahku yang menghitamkan warna hati dalam daun yang menutupi mata dan cahaya ,biar kan aku pergi ,atau mati pun tak masalah ,apakah hanya ini kemampuanmu mengatakan bahwa selalu di pihak padahal aku selalu berusaha menjadi apa yang kamu inginkan apa hanya ini ego dalam kesimpulan dariku ,mata terbuka bukan hanya melihat warna dan garis dalam cahaya kehidupan yang ku lalui tak jauh dari apa yang kamu ketahui aku juga sama sepertimu apa bedanya aku juga memikirkan nya dan kamu bilang semua baik baik saja ,beri aku saran beri aku jawab beri aku pelajaran hingga aku tak perlu melihat kebawah
hanya ingin ku di sampingnya
manismu luluhkan dunia bunga
sang rubah yang kesepian mendatangi pangeran
bunga mawar hanya satu dalam cerita
menolak melepas dahaga dengan kata kata
__ADS_1
buku yang tercipta dari cinta tak memiliki kata cinta
halaman sebelumnya memudarkan gelombang ombak
berikan komentar Anda?
jangan bilang aku gila ,idiot,dan bodoh!
bayang bayang tak akan pernah bisa di tangkap
sentuhan jantung ini dalam panasnya uap panas
duniaku jadi lebih berwarna dan lebih manis
manis semanis madu dan gula dahaga
Dengan tanpa kata cinta kini ku mengerti
nikmati lah sakit hati dan cemburu
nikmati siksa darinya yang mewangi
coba berikan ketegasan sang bulan
mengapa rumah ini masih terkena banjir
rumah yang isinya rumah dengan tanah yang lunak
hingga sulitnya langkah ku lalui
hingga susahnya aku berjalan lurus
hingga kotor sudah seluruh badanku
__ADS_1
tanpa sang Hudus yang menanti hujan penantian
masih saja terkena banjir karena bendungan terguyur hujan penantian
masihkah engkau berikan kepadaku pesona mu
mengapa aku merasa percuma dalam berTuhan
mengapa banjir dan buahmu itu tanpa penawar yang nyata
aku hanya punya satu hati
yang setiap saat engkau siksa harusnya
jika itu aku apa kamu mengerti
jika itu aku apa kamu memahami
jika itu aku apa kamu memilih
jika itu aku apa aku ini di rasa
jika itu aku apa aku ini memilih
jika itu aku apa aku ini memahami
jika itu aku apa aku ini mengerti
jangan bilang kamu ragu mencerna apa yang inginku utarakan
berilah janji untuk memilikimu
tetaplah dalam jangkauannya
__ADS_1