
***te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha
te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha
te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha
te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha
te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha
te ya ta om gate gate paragate parasamgate bodhi soha***
entahlah hanya mantra dari bodhi ini yang membuat tenang dalam uji coba yang ku lalui dengan senyuman yang selalu ku bawa kedamaian yang abadi
maaf sebelumnya tidak bermaksud membuat agama bodhi / Budha ini mencolok di kalangan kalian
pembaca dan ini selalu membuat damai disisi waktu ah...namaku INDRA LESMANA BEKTI beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan seorang wanita cukup muda dengan selendang warna kuning ada di pundaknya lebih anehnya adalah hanya aku seorang yang melihatnya dia hanya mengatakan
om bhur bhuva swaha " namun aku tak mengerti dengan kalimat itu dia " Sherin" seorang anak belasan tahun dengan baju anehnya wajahnya berseri dan imut juga cantik melekat di setiap elok langkah nya namun kalimat itu sepertinya dari mantra agama Hindu mantra Gayatri itu pemahaman ku namun ada yang aneh jika di vihara candi Borobudur kedatangan dirinya yang seakan tersirat di setiap detik
" Indra ....apa kamu sudah selesai " ( ujar ibuku)
" ....ah iya Bu....aku sudah selesai " ....maaf membuat pertanyaan mendadak ibu.... sebenarnya apa tujuan ajaran ini Bu ..."
" Hem..baru kali ini kamu mengatakan nya ...apa kamu sedang dalam kebingungan"( sindirnya)
"....aaah...itu....kurasa sedikit"( jawabku)
".... kedamaian ....jiwa .... walaupun jiwa ini sepi dengan memegang erat sebuah ajaran agama maka mereka merasakan kedamaian dan ketenangan jiwa yang abadi....itu lah arti dari sebuah ajaran dari beragama ....namun setiap agama berbeda cara dan harapan ketulusan pun sama ... sebuah agama membawa kita dalam lindungan dari roh dan jiwa yang tersesat jadi Indra jangan pernah terlupa vihara dan kuil serta tempat tempat ibadah lainnya karena di situlah sang Hudus yang menuju ke Tuhan maha Esa hingga dia para " SirA" lah yang membawa titipan untuk manusia
" Sira..." ...??? apa maksudmu Bu..."
" Hem....kamu masih terlalu dini menyimpulkan sesuatu lihatlah di sana ...oh iya kurasa kamu sudah cukup bisa berfikir namun masih harus belajar mengenai diri ...."
__ADS_1
" maaf Bu......
" ...Hem... ambilah disana sebuah buku " dongeng oppelia ringtone" sesuatu yang ibu dapatkan ketika masih muda dulu itu ...buku yang cukup unik ...ah satu lagi ....jangan di baca dengan lilin yang menyala ..."
"...buku dongeng...!!?
" iya buku yang menceritakan tentang dia" sira " !!
kemudian Indra pun mengambil dan membaca nya iya itu adlah sebuah buku dongeng oppelia ringtone dia" Erta " part 3
DAN KITA PUN DI PERLIHATKAN ISI DARI DONGENG OPPELIA RINGTONE DIA" ERTA" PART 3
...***setiap kali aku melihat nya tak ingin lagi dan lagi aku membencimu dengan tulis daunmu yang membuat gila setiap orang dalam nyata jangan kira memohon dan memujamu dengan begitu tak perlu ku bersujud untukmu tak perlu bersandar dan tak perlu Engkau kasihan terhadap jiwa yang tak memiliki pesona Mu...
setiap kali kulihat nya merasa sedih dalam rasa di hati akankah aku memikul ini dalam kematian mengapa engkau berikan derita dalam kehidupan ,karena kematian yang membawa derita sedangkan kelahiran adalah jembatan penderitaan jika aku hidup dengan siapa aku mengadu jika aku hidup dengan siapa aku sebenarnya dan untuk apa aku seterusnya hingga bagaimana seandainya
...aku melihat warna hitam memakan manusia ,aku melihat warna hitam menyayat manusia, aku melihat warna hitam merenggut nyawa , aku melihat warna hitam kejam dan membabi buta , aku melihat warna hitam memaksa manusia jadi gila , aku melihat warna hitam memotong hati manusia, aku melihat warna hitam menghisap darah manusia, aku melihat warna hitam yang selalu menanti manusia, aku melihat warna hitam menghantui manusia , aku melihat warna hitam memakan habis tubuh manusia...
kematian adalah derita
kelahiran adalah derita
tiada awal dari sebuah derita
tiada akhir dari sebuah penderitaan
wujud adalah kekosongan
kosong adalah perwujudan
nyata adalah sirna
sirna adalah kenyataan
__ADS_1
kehidupan adalah sebuah penderitaan
kematian adalah sebuah penderitaan
kelahiran adalah sebuah penderitaan
hadirmu yang terjadi hanyalah proses pembelajaran kehidupan dalam kematian karena sebuah kelahiran
...setiap kali kulihat nya merasa sedih dan sakit teramat dalam jiwa...
...setiap kali kulihat nya merasa sedih teramat dalam raga yang bersemayam subur indah nan mulia akankah aku memikul ini dalam kehidupan karena kematian dalam kelahiran mengapa aku menderita dan selalu tersiksa yang ku punya hanya satu hati yang seharusnya engkau siksa...
...setiap kali kulihat nya merasa sedih teramat dalam Najwa yang menjalar dengan duri dengan siksa di setiap waktu akankah aku memikul ini dalam kelahiran karena kematian dalam kehidupan mengapa aku menderita aku hanya punya satu raga yang seharusnya Engkau siksa jika aku mati dimana tempat ku jika aku mati di mana ragaku jika aku mati untuk apa aku lahir dan hidup jika aku mati dimana kamu...
...(hati ,pikiran, hasrat dan naluri,)...
...kedamaian yang abadi selamanya dalam kematian kedamaian yang abadi selamanya dalam kehidupan kedamaian yang abadi selamanya dalam kelahiran...
...setiap kali kulihat nya ku merasa takut teramat dalam diri yang selalu percaya pesona Mu ,...
...setiap kali kulihat nya ku merasa takut teramat dalam waktu yang selalu memuja dan bersujud kepada MU,...
...setiap kali kulihat nya merasa takut dalam dunia yang selalu ku jaga bersama Mu ,...
...setiap kali kulihat nya merasa takut teramat dalam kebersamaan...
...setiap kali kulihat nya merasa takut teramat dalam laku ku...
...jika aku mati dimana mereka...
...( agama,Tuhan , kampung halaman, teman, adat***,)...
...SirA...
__ADS_1