
malam memang malam yang sama... di Semarang terasa benar kata Erin yang kini bintang yang mulai jatuh dan mendekati dalam pelukan erat ....
ini yang ku temui dunia malam Semarang
ouh bulan tolong sampaikan rindu
sebarkan kebayang hati di hati
katakan jika dia merindu akupun juga
malam kini membuat melodi nan lara
rindu menyapa bunga nan deritanya
siramilah sayang ada di mana jantung ini
tuliskan nan pulang pulanglah sayang
namaku di dada sayang hati di hati
ketika mulai layu dari sayunya matamu itu kerlap kerlip malam menyampaikan pesan untukmu bulan dengan tegasnya menciptakan rindu dalam ingatan kenangan masa lalu dari memori kecilmu itu
dimana kah bintang bintang yang menemaniku menanggung Nissan rasa
seumpama berlayar di lautan cinta terdorong ombak badai duka dan derita
kau hempas kan tanpa sandaran hati dan nahkoda
saat kau mengungkap rasa suka dari bahtera tanpa sadar kau tanam luka dan asmara
ternyata hanya cerita dan sandiwara mengundang cerita lara
menangis diriku menahan siksa bunga cinta yang hitam
ku lepas dirimu bersamanya
bintang bintang kebencian dan hina dalam karma
..
ku tak terima lagi ucapan kata cinta biarkan aku sendiri yang menerjang badai ,banjir rasa gemuruhnya yang menyiksa ,pasrah kan ku terima ku lepas dirimu bersamanya kini hanya kebencian yang melanda di hati karena kasih dan cinta yang engkau berikan hanya tipu daya dan sandiwara dengan janji
kini ia hanya membaca dengan kedua matanya yang kosong hingga imajinasinya mengelilingi di setiap hiasannya namun ketika ia sedikit berlebihan membacanya hingga di tegur Kaka darinya iya dia membaca buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia " ewa"
.. ..
" eh...kamu sedang apa..."( tegasnya)
"..AU..U..MA..A.NA.IA..KA."( jawabnya)
"....ouh...itu buku haram yang tidak boleh di baca anak anak....namun jika kamu sudah membacanya jangan terlalu sering ...
" KA..A..UA...AU..MA..IA KA"
" boleh...tapi ...Jangan berlebihan ...ingat jangan lupa makan ...ouh iya nanti kamu di temani mama.. aku pergi dulu "
" KA..AU ..AA.NA..TA..UA..IA.KA.."
" Hem...tentu saja...di tunggu ya...jangan nakal.."
__ADS_1
kehidupan yang ia alami tak luput dari tak berdaya ia kini sakit dan lemah hingga ketika ia berjalan jauh tak mampu ia lakukan namun suaranya yang tak mau kembali..bukan bisu hanya entah mengapa suara nya terputus putus untuk di ucapkan namun status nya menyandang kebisuan nada bicaranya dengan kepergian Kaka dari nya meninggalkan nya sendiri kini ia pun membaca sebuah buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia " ewa" ..yang membuat ia tak mau menyerah dari kehidupan yang sebenarnya karena imajinasi yang selalu melintasi ruang angan angannya yang jauh itu tanpa sadar dia pun kini seakan terkontrak nama yang membuat ia mampu berdiri tegak dan berjalan sedemikian faktanya dengan janji darinya
walau riasan lagu dari angan angan
aku lupa dirimu kan datang
rindu yang terlarang untuk di huni
cukup cukup lah "sira" sayang
waktu dan ruang terbagi bunyi hujan
tergema menyisihkan fakta siapa nissan
cinta dan cita sang cacat tersuguh untukku
tak terbayang hati yang lain lagi
lentera ini menyala, asap serta menyiksa
tanpa barang yang terbakar
malukan diriku ,hina diriku ,tiada berguna
kasih bisu ,cinta buta ,janji tunanetra ,cita yang lumpuh
kini layu di dalam rasa di hati
kasih jurang pemisah membawa siksanya
..
aku sama denganmu begitu banyaknya impian dan harapan yang kerlap kerlip cahaya janjinya pahit yang terasa dari kejujuran kenyataan besar hati menerima bila harus berpisah terus terang lah wahai kau " Sira" jangan kau ulangi lagi dan lagi telah ku korbankan semua untuk dirimu lelah tubuh ini menanti sang bulan (ketegasan rindu) bintang( janji) dan matahari ( lentera,hudus,cahaya) entah apa salahku padamu Tuhan begitu mudahnya engkau ingkari cintaku setelah semua kasih sayang tulus ku untukmu telah ku korbankan semua jiwa dan raga luka hati kini engkau berikan perih teramat dalam ,,diam hatiku bertanya katakan dan ungkapan lah sejujurnya meski pahit yang terasa ku rela berpisah darimu tuhan namun kasih lindungan mu yang menyiksa
kamu pergi dan menjauh setelah ku buktikan semua dengan luka hati itu
kamu diam tanpa memahami akan pahit hati
bila harus berpisah tanpa luka di dada
begitu mudah engkau pahami kasih sayang ku fokus untukmu
perih hati itu ku berikan teramat dalam meski pahit dalam kejujuran agar besar hatimu menerima
bila harus berpisah perih di dada
harus kamu alami tanpa kamu tahu salahmu
begitu mudah mengaku ingkari setelah semua ku buktikan untukmu
bila harus berpisah rindu menjelma bunga hitam
hanya itu yang di inginkan tuhan
sepi dan sunyi kasih tanpa bahtera Nissan rasa dari mereka untuk berlabuh dari kata apa salah ku hingga dia yang membaca buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia" ewa " kini merasa berbisik bisik dalam dengungan nya
" AA..I..U.U...AN..UP...EH.."
" apa ....ini buku ...yang cukup aneh...."( tarjemahnya)
...
__ADS_1
namun ia terbayang bayang dari ungkapnya dia" ewa" yang menemani kesendirian dalam sunyi dan sepi itu melanda waktu dan ruang menyempit menjadi terlarang untuk dihuni hingga ia membaca nya lagi
bila sesakit ini ku alami bersamamu
entah kemana salahku dan pergi jawab mu
meninggalkan pilu
telah ku rajut semua kepingan rindu
luka dan perih menyayat dalam dalam
bila harus berpisah
ku besar nada janjimu ( bintang)
bila harus berpisah
ku besar nada kasihmu ( hudus, lentera, matahari)
bila harus berpisah
ku besar nada cita mu (awan)
bila harus berpisah
ku besar nada rindumu( bulan)
Ternyata Engkau lakukan tanya jawab dari sakit pilu lara derita luka hati kini yang engkau berikan perih begitu dalam diam hatiku bertanya katakan dan ungkapan lah sejujurnya walaupun pahit yang ku rasa hingga ku tak perlu pergi dan menjauh dari kasihmu dalam ruang rindu yang terlarang
bila harus berkata jujur besarkan hatimu menerima
luka dan lara juga derita itu tulus untukmu
jangan jauh dariku dengan pengorbanan mu
pahit semua nya bila harus berkata jujur kasih diam ku
bila terus terang meninggalkan pengorbanan mu
luka hati itu menyadarkan gelap teramat dalam cahaya
besar hati mu yang menerima lebih dari segalanya
menyinari ruang rindu yang terlarang hanya bunga hitam karena nya
" Sira " kan mengartikan dalam ungkapan sejujurnya
walaupun lara Nissan hati karenanya
ikuti lah setia ku untukmu yang memberi kasih
cinta sayangku tulus untukmu setulus luka lara juga derita
untukmu mengertilah bahasa " Sira"dalam luka dan derita dalam Nissan hati
harus kah ku mengerti akan bahasa mu sudah terlanjur terluka hati ini perih teramat dalam bukti darimu karenanya Nissan hati ini mengikuti hasrat dan nalurinya mengiringi nada melodi yang lara mengundang kesetiaan " Sira" menemani dalam kesunyian dan kehampaan karena ruang rindu yang terlarang di huni maka katakanlah " Sira " hanya kamu yang mengerti apa yang ku terima
dan dia membawa aku terbang ke awan melintasi batasan dari nya mengartikan kehidupan nan berwarna dari tulisnya " pelangi" ...dia " Sira "..jangan takut jika kamu tak berdayanya seperti diriku kemari lah ikutlah bersamaku bersama ruang rindu yang terlarang di huni karena " Sira " memberikan nada akan ***bintang ,bulan , hudus( matahari,lentera) dan awan yang akan menghiasi langit dengan warna warni pelangi
Dongeng oppelia ringtone dia" ewa"...ini buatan ku katakan pada mereka
__ADS_1
by: sapi gila***