Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 79 "Nissan "


__ADS_3

malam memang malam yang sama... di Semarang terasa benar kata Erin yang kini bintang yang mulai jatuh dan mendekati dalam pelukan erat ....


ini yang ku temui dunia malam Semarang



ouh bulan tolong sampaikan rindu


sebarkan kebayang hati di hati


katakan jika dia merindu akupun juga


malam kini membuat melodi nan lara


rindu menyapa bunga nan deritanya


siramilah sayang ada di mana jantung ini


tuliskan nan pulang pulanglah sayang


namaku di dada sayang hati di hati


ketika mulai layu dari sayunya matamu itu kerlap kerlip malam menyampaikan pesan untukmu bulan dengan tegasnya menciptakan rindu dalam ingatan kenangan masa lalu dari memori kecilmu itu


dimana kah bintang bintang yang menemaniku menanggung Nissan rasa


seumpama berlayar di lautan cinta terdorong ombak badai duka dan derita


kau hempas kan tanpa sandaran hati dan nahkoda


saat kau mengungkap rasa suka dari bahtera tanpa sadar kau tanam luka dan asmara


ternyata hanya cerita dan sandiwara mengundang cerita lara


menangis diriku menahan siksa bunga cinta yang hitam


ku lepas dirimu bersamanya


bintang bintang kebencian dan hina dalam karma


..


ku tak terima lagi ucapan kata cinta biarkan aku sendiri yang menerjang badai ,banjir rasa gemuruhnya yang menyiksa ,pasrah kan ku terima ku lepas dirimu bersamanya kini hanya kebencian yang melanda di hati karena kasih dan cinta yang engkau berikan hanya tipu daya dan sandiwara dengan janji


kini ia hanya membaca dengan kedua matanya yang kosong hingga imajinasinya mengelilingi di setiap hiasannya namun ketika ia sedikit berlebihan membacanya hingga di tegur Kaka darinya iya dia membaca buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia " ewa"


.. ..


" eh...kamu sedang apa..."( tegasnya)


"..AU..U..MA..A.NA.IA..KA."( jawabnya)


"....ouh...itu buku haram yang tidak boleh di baca anak anak....namun jika kamu sudah membacanya jangan terlalu sering ...


" KA..A..UA...AU..MA..IA KA"


" boleh...tapi ...Jangan berlebihan ...ingat jangan lupa makan ...ouh iya nanti kamu di temani mama.. aku pergi dulu "


" KA..AU ..AA.NA..TA..UA..IA.KA.."


" Hem...tentu saja...di tunggu ya...jangan nakal.."

__ADS_1


kehidupan yang ia alami tak luput dari tak berdaya ia kini sakit dan lemah hingga ketika ia berjalan jauh tak mampu ia lakukan namun suaranya yang tak mau kembali..bukan bisu hanya entah mengapa suara nya terputus putus untuk di ucapkan namun status nya menyandang kebisuan nada bicaranya dengan kepergian Kaka dari nya meninggalkan nya sendiri kini ia pun membaca sebuah buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia " ewa" ..yang membuat ia tak mau menyerah dari kehidupan yang sebenarnya karena imajinasi yang selalu melintasi ruang angan angannya yang jauh itu tanpa sadar dia pun kini seakan terkontrak nama yang membuat ia mampu berdiri tegak dan berjalan sedemikian faktanya dengan janji darinya


walau riasan lagu dari angan angan


aku lupa dirimu kan datang


rindu yang terlarang untuk di huni


cukup cukup lah "sira" sayang


waktu dan ruang terbagi bunyi hujan


tergema menyisihkan fakta siapa nissan


cinta dan cita sang cacat tersuguh untukku


tak terbayang hati yang lain lagi


lentera ini menyala, asap serta menyiksa


tanpa barang yang terbakar


malukan diriku ,hina diriku ,tiada berguna


kasih bisu ,cinta buta ,janji tunanetra ,cita yang lumpuh


kini layu di dalam rasa di hati


kasih jurang pemisah membawa siksanya


..


aku sama denganmu begitu banyaknya impian dan harapan yang kerlap kerlip cahaya janjinya pahit yang terasa dari kejujuran kenyataan besar hati menerima bila harus berpisah terus terang lah wahai kau " Sira" jangan kau ulangi lagi dan lagi telah ku korbankan semua untuk dirimu lelah tubuh ini menanti sang bulan (ketegasan rindu) bintang( janji) dan matahari ( lentera,hudus,cahaya) entah apa salahku padamu Tuhan begitu mudahnya engkau ingkari cintaku setelah semua kasih sayang tulus ku untukmu telah ku korbankan semua jiwa dan raga luka hati kini engkau berikan perih teramat dalam ,,diam hatiku bertanya katakan dan ungkapan lah sejujurnya meski pahit yang terasa ku rela berpisah darimu tuhan namun kasih lindungan mu yang menyiksa


kamu pergi dan menjauh setelah ku buktikan semua dengan luka hati itu


kamu diam tanpa memahami akan pahit hati


bila harus berpisah tanpa luka di dada


begitu mudah engkau pahami kasih sayang ku fokus untukmu


perih hati itu ku berikan teramat dalam meski pahit dalam kejujuran agar besar hatimu menerima


bila harus berpisah perih di dada


harus kamu alami tanpa kamu tahu salahmu


begitu mudah mengaku ingkari setelah semua ku buktikan untukmu


bila harus berpisah rindu menjelma bunga hitam


hanya itu yang di inginkan tuhan


sepi dan sunyi kasih tanpa bahtera Nissan rasa dari mereka untuk berlabuh dari kata apa salah ku hingga dia yang membaca buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia" ewa " kini merasa berbisik bisik dalam dengungan nya


" AA..I..U.U...AN..UP...EH.."


" apa ....ini buku ...yang cukup aneh...."( tarjemahnya)


...

__ADS_1


namun ia terbayang bayang dari ungkapnya dia" ewa" yang menemani kesendirian dalam sunyi dan sepi itu melanda waktu dan ruang menyempit menjadi terlarang untuk dihuni hingga ia membaca nya lagi


bila sesakit ini ku alami bersamamu


entah kemana salahku dan pergi jawab mu


meninggalkan pilu


telah ku rajut semua kepingan rindu


luka dan perih menyayat dalam dalam


bila harus berpisah


ku besar nada janjimu ( bintang)


bila harus berpisah


ku besar nada kasihmu ( hudus, lentera, matahari)


bila harus berpisah


ku besar nada cita mu (awan)


bila harus berpisah


ku besar nada rindumu( bulan)


Ternyata Engkau lakukan tanya jawab dari sakit pilu lara derita luka hati kini yang engkau berikan perih begitu dalam diam hatiku bertanya katakan dan ungkapan lah sejujurnya walaupun pahit yang ku rasa hingga ku tak perlu pergi dan menjauh dari kasihmu dalam ruang rindu yang terlarang


bila harus berkata jujur besarkan hatimu menerima


luka dan lara juga derita itu tulus untukmu


jangan jauh dariku dengan pengorbanan mu


pahit semua nya bila harus berkata jujur kasih diam ku


bila terus terang meninggalkan pengorbanan mu


luka hati itu menyadarkan gelap teramat dalam cahaya


besar hati mu yang menerima lebih dari segalanya


menyinari ruang rindu yang terlarang hanya bunga hitam karena nya


" Sira " kan mengartikan dalam ungkapan sejujurnya


walaupun lara Nissan hati karenanya


ikuti lah setia ku untukmu yang memberi kasih


cinta sayangku tulus untukmu setulus luka lara juga derita


untukmu mengertilah bahasa " Sira"dalam luka dan derita dalam Nissan hati


harus kah ku mengerti akan bahasa mu sudah terlanjur terluka hati ini perih teramat dalam bukti darimu karenanya Nissan hati ini mengikuti hasrat dan nalurinya mengiringi nada melodi yang lara mengundang kesetiaan " Sira" menemani dalam kesunyian dan kehampaan karena ruang rindu yang terlarang di huni maka katakanlah " Sira " hanya kamu yang mengerti apa yang ku terima


dan dia membawa aku terbang ke awan melintasi batasan dari nya mengartikan kehidupan nan berwarna dari tulisnya " pelangi" ...dia " Sira "..jangan takut jika kamu tak berdayanya seperti diriku kemari lah ikutlah bersamaku bersama ruang rindu yang terlarang di huni karena " Sira " memberikan nada akan ***bintang ,bulan , hudus( matahari,lentera) dan awan yang akan menghiasi langit dengan warna warni pelangi


Dongeng oppelia ringtone dia" ewa"...ini buatan ku katakan pada mereka

__ADS_1


by: sapi gila***


__ADS_2