
lama lama aku kembali menyentuh bell itu dalam hati ini merasa tersimpan dirinya karena senyumnya yang lemah lembut serta manja namun kini seakan sirna aku selalu ingin melihat siapa orang yang di dalam rumah ini apakah dia atau bukan dan aku tak berani mengintipnya hanya suara piano 🎹 itu lagi yang membuktikan bahwa rumah itu terhuni RT disini pun belum pernah melihat dia keluar ia berbicara lewat surat dari tulisan yang ingin ia utarakan aku akui tulisannya tidak terlalu buruk untuk di baca bahkan dari tulisanku masih bagus tulisanku
" Bu...aku belanja dulu ...ouh iya nanti temani Rudy belajar ya Bu ."
" ibu sibuk kamu saja ...lagi pula nanti ada hajatan pernikahan ..ibu beres beres disana "
," memang siapa yang nikah Bu..,"
" Nilam ....kamu ndk dapat undangan ..."( jawabnya)
" hehehehe...aku lupa ouh Bu..."
ketika aku mulai belanja dalam perjalananku tetap saja suara itu masih ada " Ting Ting tung ,tung ting tung tung tung Ting Ting" semakin hari semakin melas dalam lagu nya hingga fokusku pun pecah ketika mereka memanggilku
" Siti...kamu nanti ada acara ndk .."( tanyanya)
" ... heeeeh...aku sibuk..."( jawabku)
" heleh .... malam mingguan tau.."
" iya ...tau..tapi..."
" Nilam sudah nikah lho ...aku juga pengen nikah tapi belum punya pacar heheh..."
" ...heeh...fajar ...lho itu kan ganteng tapi kok jomblo .kwkw."
__ADS_1
" iya ...aku juga ajak putri ....jadi apa kamu mau ikut
" nggak lah...aku beneran sibuk"( palingku darinya)
..
.
dan sebenarnya aku juga ingin kumpul temen temen bisa pergi kesana kesini namun ketika aku melihat ibu ...aku putuskan membantunya mempersiapkan kue kukus walaupun dunia kita sama namun ruangan kita beda di situlah aku merasa sedih ya namun gimana lagi udah takdir terlihat mereka pun bekerja mapan karena sekolah nya yang tinggi namun tiba tiba jantung ini berdetak begitu sangat kencang " Duk Duk Duk" ketika ia tak sengaja melewati kami ..aku yang merasa dia kembali pun melihat dia dari belakang namun ia tetap berjalan lurus tanpa memperdulikan ku namun entah mengapa aku rindu padanya jika di lihat dari belakang itu memang seperti dia dan itu terlihat berbeda jika teringat ketika dulu ia pasti menyapa dan menggodaku dengan keramahan nya namun ia tak lagi membalikan wajahnya kearah ku hingga
" eh aku pulang dulu ...nanti ibu nyari'in aku.."
" eh...tapi ..sit...gimana kamu mau ikut "
"....aaah...lain kali saja "( ujarku)
" entahlah aku masih tak rela kamu seperti ini"( batinku)
" ...
namun ia hanya memandang sang bulan dan bintang di langit termenung sendiri aku kembali ke rumah dan melewati rumahnya dan benar rumah ya kosong tanpa hadirnya lampu dalam pun kini redup tanpa ada bekas hari kembali menyita perhatian ku dalam kehidupannya
" Bu...aku berangkat dulu ya.."
" hati hati ya nak "( jawab nya)
__ADS_1
kemudian kembali lagi aku utarakan kalimat sihir ku" kue kukus ,kue kukus" satu persatu kue ini mulai habis hingga tinggal 3 biji ...namun ada yang aneh ketika dia datang
" mbk ...kue kukus ya..ya.."
" maaf mas..kue udah habis..."( jawabku)
" lha ..itu masih ada 3 mbk..."
" ini pesanan mas...maaf..."
" ...ouh ya udah... terimakasih ya ..
aku jualan kue namun ketika kue ini akan habis aku malah takut entahlah mengapa aku sok egois dari pikirku aku menuju kerumahnya dan menekan bell itu " teeeet teeet " ( bell) namun tetap saja ia tak muncul atau datang memberiku catatan ia benar benar sirna kini rasa sakit dan kecewa ini kembali lagi menyayat hati gelisah entah pikirku kemana mana dia yang baik ,lucu, ramah ,ceria Sumbar senyum yang manja dan dia bersuara lembut namun perhatian nya kini hilang lenyap dalam lagu yang mellow ketika tertanam kuat dalam rasa ini akhirnya aku menunggu disini dan memakannya sendiri hari hari telah berlalu 3 hari setelah ia berada di ujung jembatan itu yang melihat bulan dan bintang di langit kini ketika aku yang kembali berbelanja terdengar lagi suara piano 🎹 " Ting Ting tung tung Ting Ting tung Ting Ting Ting Ting Ting tung" dan senyum harapan ini kembali lagi muncul namun lagu yang terdengar masih begitu sedih teramat seakan aku yang hanya mendengar nya mengikuti lara hati nya
" mbk...nanti masih jualan kue kan ya ...nanti tolong aku pesan 10 ya ini uangnya ..tolong taruh di kursi ya ..aku mau keluar dulu "( pintanya)
" iya mbk...eh...mbk..."
" iya ..mbk ...Napa ya ."
" aah .itu ..ah...tidak jadi ..maaf ya mbk"( kata ku)
..
aku berhenti membahas dia dan rumah itu namun tetap saja suara piano 🎹 teriringi di setiap waktu namun tiada lagi yang lain, semua begitu mellow jika mendengar nya seakan ikut i lara hati
__ADS_1
namun sesuatu yang besar terjadi ketika aku yang pergi berjualan di sana begitu banyak memadati jalanan ke arah rumah nya bahkan itu seperti konser yang begitu ramai penonton hingga kini aku berada tepat di hadapannya pun terbengong dan kaget iya gimana Ndak kaget kini rumah itu habis terbakar dan masih di penuhi penduduk dan petugas pemadam kebakaran yang berkerumunan dari si jago merah yang mengamuk karena di adu domba kekecewaan lara hati .. terdengar suara samar samar bahwa pemilik dan penghuni rumah itu di larikan ke rumah sakit namun dia benar benar tak kembali lagi insiden itu begitu sangat cepat hati yang kecewa rasa yang pilu karena lara di hati hingga selalu dan selalu langkah kaki ku tertutup rapat dari jangka nya ketika berada di di depan rumah itu ,masih teringat ia yang tersenyum Sumbar nada suara yang lembut dia ceria dan lucu serta dia sopan bijaksana ,mudah bergaul , perhatian , tanggung jawab dan menghargai orang lain sifat yang begitu sangat di idamkan setiap wanita namun kini ia lenyap dan hilang sirna dari hamparan denyut jantung ku namun rasa ini masih mengharapkan dirimu kembali membeli kue kukus ini yang ku buat dengan rasa cinta untukmu selamanya masih terbayang senyum manjanya memilai dan mencuri hati ini wahai jodohku