
"Gimana keadaannya, Dok?” Wafi bertanya ketika dokter keluar dari ruang UGD.
“Hanya hilang kesadaran dalam beberapa saat jadi pasien cuma mengalami cedera kepala ringan. Semuanya baik-baik saja. Hanya luka lecet di bagian kepala,” jelas Dokter.
“Syukurlah. Terima kasih, Dokter.”
“Sama-sama. Kalau begitu saya ke pasien lain. Nanti saya akan kembali lagi. Kalau keadaannya membaik boleh pulang.”
Wafi mengangguk. Ia pun masuk ke UDG untuk menemui Liora. “Kenapa kamu gak ikut aku untuk reka adegan berikutnya?”
“Aku di tarik Reiki, Waf.”
“Lalu kenapa kamu gak panggil aku?”
“Aku pikir dia cuma ngobrol aja. Semua terjadi begitu cepat. Gak sampai beberapa menit kamu dan anak buah kamu pergi. Tiba-tiba aku didorongnya seperti dia mendorong Mile waktu itu.”
Nafas panjang dibuang Wafi. “Setelah ini kita pulang dan kamu istirahat di rumah.”
“Iya. Makasih, ya.”
Satu kecupan di daratkan Wafi di tangan wanita itu. “Aku sayang kamu dan aku gak mau kamu kenapa-kenapa.”
“Aku tau itu. Makanya kamu di sini. Sekali lagi makasih.”
“Iya.”
\=\=\=\=\=\=
Setelah mengantar Liora ke apartemen, Wafi kembali ke kantor. Para anak buahnya langsung menyambutnya dengan kepala tertunduk. Mereka tahu akan kesalahan yang sudah dilakukan.
“Kenapa kalian gak becus menjaga saksi?” Wafi bertanya dengan suara dingin.
“Maaf, Ndan, kami pikir Ibu Liora akan ikut masuk bersama Anda,” jawab Satya. “Karena kami melihat kalian cukup dekat.”
“Oh, jadi karena dia dekat dengan saya lalu tanggung jawab kalian alihkan pada saya? Begitu?!”
“Tidak, Ndan.”
Wafi mengurut kepalanya lalu duduk di kursi kebesaran. “Silahkan kalian duduk.”
Semua anggotanya pun duduk kembali.
“Saya akan jelaskan soal kedekatan kami. Dia yang meminta saya untuk menjaganya. Kalian tau apa yang sudah dilaluinya. Pasti dia membutuhkan perlindungan.” Wafi terpaksa berbohong demi nama baiknya. “Siapa tau kalian mau menggantikan posisi saya?”
__ADS_1
Semua anggota kasat reskrim menggelengkan kepala. “Memang komandan yang lebih pantas,” jawab Alfinra.
“Kenapa?”
“Kami gak mau ibu negara cemburu.”
Wafi menyungingkan sedikit tawa. “Saya juga minta maaf, sampai lupa mengajaknya masuk.”
“Kami juga teledor, kami pun minta maaf,” tambah Satya.
“Oke, bagaimana dengan reka adegan versi tersangka.”
“Setelah kejadian saksi jatuh dari tangga, tersangka memutuskan untuk kembali ke tahanan, Ndan,” jelas Satya.
“Kenapa?”
“Kami pun tidak tau alasannya. Dia bilang sudah cukup dan gak perlu lagi.”
“Baik kalau begitu segera susun berkas perkara.”
“Siap, Komandan.” Satya menjawab dengan hormat.
Kepergian bawahannya, Wafi pun keluar dari ruang kerja. Ia ingin menemui Reiki untuk menanyakan alasan pria itu soal keputusannya untuk tidak melanjutkan lagi reka adegan.
\=\=\=\=\=\=
“Kenapa Anda tidak melanjutkan lagi reka adegan?”
Bibir Reiki memaksakan segaris senyuman. “Memangnya untuk apa? Bukankah Anda bilang kalau semua bukti mengarah ke saya?!”
“Iya, saya tau itu. Tapi saya juga ingin memberikan Anda kesempatan.”
“Gak ada gunanya. Anda lihat sendiri betapa nekatnya Liora menjatuhkan dirinya sendiri tadi. Padahal saya sama sekali tidak melakukan apa-apa. Apa Anda akan percaya omongan saya? Tentu tidak kan?!”
Si penyidik merasa serba salah. Bukan ia tak percaya hanya saja semua bukti dan juga kenyataan yang dilihatnya seakan mematahkan semua ucapan Reiki. “Saya mau percaya dengan kata-kata Anda. Tapi tolong berikan saya bukti.”
“Seperti yang Ada bilang kemarin, saya berada di waktu yang salah. Wanita psikopat itu sangat pintar dalam melihat kesempatan.” Reiki berkata dengan geram mengingat bagaimana sang istri pertama menarik tangannya. Seakan terlihat kalau dia mendorongnya.
“Saya akan membantu Anda menyelidikinya.”
“Jangan memberikan saya harapan palsu. Bukankah kalian dekat?!”
“Ya, kami memang dekat. Dia meminta perlindungan dari saya dan gak ada alasan untuk saya menolak.” Wafi berbohong demi menutupi kenyataan.
__ADS_1
“Terima kasih jika Anda memang ingin membantu saya. Tapi hati-hati, dia ular berkepala dua.”
“Tapi saya gak janji bisa mendapatkan bukti. Saya akan mencoba.”
Reiki mengangguk.
“Kalau begitu saya kembali ke kantor.”
“Terima kasih sudah mau mendengarkan saya.”
“Sama-sama. Terima kasih juga Anda sudah terbuka.”
\=\=\=\=\=\=\=
Sena akhirnya melakukan konferensi pers terkait kondisi yang dialaminya. Ia pun membeberkan statusnya yang kini sebagai saksi atas kematian istri kedua seorang CEO muda, yaitu Reiki anak dari Malik Alterio--pengusaha yang akhir ini namanya naik daun.
Ia juga mengakui perselingkuhan mereka yang mengakibatkan malam itu terjadi membuat Milen jatuh dari tangga dan meregang nyawa. Membeberkan bukti foto atas apa yang sudah dilakukan Reiki malam itu padanya. Tak ada yang ditutupi. Semua pertanyaan awak media di jawab sesuai kapasitasnya sebagai saksi dan korban.
“Apakah Anda akan menuntut Pak Reiki?” tanya seorang wartawan.
“Sudah saya laporkan. Tapi untuk sekarang saya fokus dulu dengan kasus pembunuhan yang dilakukan Reiki,” jawab Sena.
“Lalu apakah ada hubungannya kebakaran restoran istri pertama Reiki dengan kasus ini?” tanya awak media.
“Iya. Mbak Liora juga menjadi saksi dalam kasus itu. Sebelum Reiki mendatangi saya dia terlebih dahulu mendatangi istri pertamanya itu.”
“Apa Anda tahu kronologinya?”
“Untuk itu mungkin kalian semua bisa tanyakan pada pihak yang berwajib saja.”
“Oke, karena tidak ada lagi yang bisa dijawab Sena. Konferensi ini pun selesai,” ujar kuasa hukum model itu.
Sena bersama tim kuasa hukum juga perwakilan dari manajemennya meninggalkan tempat itu.
Ia pun memasuki mobil untuk kembali ke apartemen.
“Kenapa kamu gak bilang soal kasus ini?” tanya Gigi, manajemen Sena.
“Takut lah, Mbak.”
“Kalau saja dari awal kamu ungkap kasus ini ke media. Kamu bakalan untung. Tanpa kamu bikin sensasi nama kamu akan terkenal dan job akan berdatangan dengan sendirinya.”
Sena pun mengangguk. Ia pun tak menyadari hal itu. “Kok aku gak kepikiran, ya, Mbak.”
__ADS_1
“Gak papa. Setelah ini kalau ada media atau wartawan yang ingin wawancara, kamu terima aja. Pasti habis ini kamu bakalan diundang stasiun TV ke acara mereka.”
Senyum kemenangan terbit di bibir Sena. Ternyata tak sia-sia ia membuang penawaran yang diberikan Reiki dan memilih mengikuti Liora. Secara tidak langsung kasus ini akan melambungkan namanya. Dengan begitu ia tak perlu susah-susah lagi mencari tawaran pekerjaan.