
(SEBELUM MENUJU MALL)
“Kalau gitu aku ambil tas di meja kasir dulu,” kata Liora.
“Oke, Mbak. Aku tunggu di depan cafe,” jawab Sena.
Sebelum keluar rukonya, Liora menghubungi sang suami. “Hallo, Bee.”
“Ya, Sayang, ada apa?” Wafi bertanya di seberang sana.
“Bee, aku ngerasa kalau Reiki ngikutin Sena ke cafe.”
“Kamu yakin?”
“Aku yakin. Tadi gak sengaja lihat ada orang mencurigakan mondar-mandir depan ruko. Dari perawakannya aku yakin itu Reiki.”
“Oke, aku kesana sekarang.”
“Jangan!”
“Loh kenapa, Yank? Kalau Memang itu Reiki artinya kamu dalam bahaya. Dia pegang senjata loh, bisa-bisa kamu ditembak dari jauh.”
“Aku punya rencana.”
“Li, please. Kamu lagi hamil dan keadaan seperti ini bahaya.”
“Tapi aku yakin, Bee, kalau ini satu-satunya cara buat dapatin dia, sebelum dia benar-benar kabur.”
Di tempatnya, Wafi membuang nafas berat. “Katakan, apa rencana kamu.”
__ADS_1
“Aku mau pastikan dulu apakah itu memang dia atau bukan. Aku bakalan ajak Sena ke mall. Dari sana kami akan pulang menuju rumah kita.”
“Kamu yakin Reiki gak akan mencelakai kamu?”
“Bee, aku yakin dia pasti mau menuntut penjelasan kalau dia gak bersalah. Dia gak mungkin bunuh aku gitu aja. Yang ada di bakalan mendekam di penjara seumur hidup.”
“Oke, aku akan ikuti rencana kamu. Tapi ingat kalau rasanya ada bahaya, langsung hubungi aku dan cari tempat aman. Aku secepat mungkin akan akan nyusul kamu.”
“Iya, pasti aku akan hati-hati.”
Panggilan itu ditutup. Si penyidik langsung bergerak ke lokasi yang dituju istrinya dan memantau dari jauh. Ia tak mau jika Reiki menyentuh sang istri dan anak yang sedang dikandung Liora sedikit pun. Sebisa mungkin rencana penangkapan ini harus berjalan dengan baik. Jangan sampai ada yang terluka.
...🍊🍊🍊🍊...
“Aarrgghh ….” Putra Malik Alterio mengerang marah karena harus menerima kekalahan lagi. Laki-laki itu segera dibawa petugas menuju mobil tahanan. Melihat Liora tersenyum jahat padanya ia pun mengumpat,” Dasar wanita licik.” Ia berontak dan berhasil lepas. Mengejar Liora yang sedang berdiri di dekat mobil suaminya.
Merasa bahaya mendekati istrinya, Wafi pun juga langsung melangkah dengan lebar. Namun, seorang anggota polisi melepaskan tembakan dan tepat mengenai tulang ekor Reiki. Pria itu langsung jatuh ke tanah.
“Lihat saja, aku akan datang lagi,” ancam napi itu. “Aku gak terima perbuatan kalian.”
Dalam dekapan sang suami, Liora bernafas penuh kelegaan. Sekali lagi, dewi fortuna berpihak padanya.
“Kali ini aku pastikan laki-laki itu tidak akan keluar dari kurungannya,” yakin Wafi.
Seorang polisi pun menyodorkan sebotol air mineral pada Wafi. “Terima kasih.”
Ia membantu sang istri meneguk air itu agar dapat merasa lebih baik.
Kepergian mobil tahanan yang membawa Reiki menuju rumah sakit, pasutri itu masuk ke rumah.
__ADS_1
“Maafin aku, ya, maafin aku sudah membahayakan anak kita.”
“Lain kali kamu jangan ambil tindakan sendiri kayak gini dan tiba-tiba kasih kabar ke aku.”
Liora mengangguk. “Sekali lagi maafin aku, ya, Bee. Aku bikin kamu khawatir, tapi aku yakin banget cuma ini satu-satunya cara biar Reiki bisa ditangkap lagi.”
“Iya, Sayang. Kamu baik-baik aja aku bersyukur banget.”
Pasutri itu saling berpelukan di tengah-tengah kesibukan para petugas polisi.
...🍉🍉🍉🍉...
LIMA BULAN KEMUDIAN …
Reiki mengalami kelumpuhan akibat timah panas yang bersarang di tulang ekornya. Sekarang, mantan suami Liora itu menikmati sanksi atas perbuatannya di ruangan isolasi sampai batas waktu yang tidak ditemukan. Semua itu didapatkan akibat perbuatannya yang sudah merusak fasilitas lapas nan dapat membahayakan nyawa narapidana lainnya dan juga para petugas.
Malik dan Lena hanya bisa pasrah karena memang tak ada hal lain yang dapat mereka lakukan untuk membantu sang putra. Dua orang tua itu kini lebih banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan. Meminta ampun atas dosa yang sudah dilakukan. Mereka juga berharap kalau anak semata wayang dapat membuang dendamnya dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Di dalam ruangan isolasi, Reiki kini menerima hukuman atas segala perbuatannya. Bukan hanya hukuman dari manusia saja, tapi juga hukuman dari Tuhan akibat dendam yang terus di pupuknya.
Ia begitu frustasi karena merasa hidupnya tak lagi berguna. Setan pun mulai menghasut manusia yang putus asa itu untuk melakukan tindakan yang selalu mereka sukai dan di benci oleh Allah.
Apalagi kalau bukan bunuh diri. Berkali-kali mantan suami Liora itu mencari cara untuk bisa mengakhiri hidupnya, tapi selalu gagal. Hingga suatu pagi ketika seorang petugas kebersihan sedang melakukan tugas di depan selnya, ia mencuri sebotol cairan pembersih lantai.
Dengan cepat cairan itu di teguknya sampai habis. Melihat hal itu, petugas kebersihan tadi lekas menghimbau para petugas lapas untuk segera membantu Reiki.Hanya dalam beberapa menit, tubuh kurus dan lumpuh itu mulai mengalami kejang dan mulutnya mengeluarkan busa. Reiki gegas di larikan ke rumah sakit.
Reiki menghembuskan nafas terakhirnya ketika mobil ambulance baru tiba di depan rumah sakit. Nyawanya tak berhasil diselamatkan seperti yang sudah-sudah.
Malik dan Lena berusaha mengikhlaskan kepergian sang putra jika memang itu adalah yang terbaik untuknya.
__ADS_1
Liora yang sedang hamil sembilan bulan di temani sang suami juga Sena menghadiri pemakaman pria itu. Di dalam hati kecil mereka masing-masing terselip rasa bersalah. Namun, biarlah nanti itu menjadi pertanggung jawaban mereka di hadapan Tuhan nantinya.