
Jam tiga sore mereka diantar pihak hotel berkeliling kota Waisai setelahnya Liora belanja beberapa souvenir. Jam lima sore keduanya pun kembali. Mereka akan makan malam romantis di tempat yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.
Menikmati hidangan di tepi pantai beratapkan langit malam yang penuh bintang. Lilin-lilin kecil mengelilingi meja yang mereka tempati. Angin yang berhembus membuat suasana semakin tenang seakan dunia milik berdua.
Setelah hidangan penutup habis, Wafi mengajak istrinya berjalan di pantai. Menikmati pasir halus dengan kaki telanjang. Akhirnya, mereka pun tiba di suatu tempat. Di sana ada sebuah band yang sudah mulai memainkan nada dari sebuah lagu yang berjudul PERFECT.
I found a love, for me
Darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Wafi membawa satu tangan Liora merangkul pinggangnya dan satu lagi diletakkan di bahu. Wanita yang memakai dress floral selutut itu mengikuti gerakan suaminya.
Kedua mata hitam dan coklat itu saling tatap. Seakan saling menyelami satu sama lain. Mencari tau sedalam apa rasa cinta yang dimiliki. Senyum pun tak pudar dari bibir keduanya.
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Wafi sesekali merapikan rambut istrinya yang diterpa angin. Liora pun merasa tersanjung diperlakukan seperti itu. Jujur ini pertama kali baginya meski sudah pernah memiliki suami
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
When you said you looked a mess
I whispered underneath my breath
But you heard it
__ADS_1
“Darling, you look perfect tonight.” Wafi pun membisikkan sepenggal lirik lagu itu di telinga Liora.
Wanita mana yang tak akan tersipu malu. Pipi memerah bagaikan tomat. Hati melambung tinggi hingga ke awan. Ditambah ketika pria itu mulai berlutut di hadapannya. Liora tak mampu berkata-kata. Ia langsung meneteskan air mata.
“Jangan nangis dong.” Wafi berkata sambil memegang satu tangan sang istri. “Aku tau kamu pasti kaget tiba-tiba aku ngajak nikah padahal kita kenalnya baru. Tapi gak perlu waktu lama buat meyakinkan seseorang memilih calon pendamping hidupnya kan? Kalau hati kita sudah yakin kenapa tidak.”
Isti penyidik itu tampak terisak.
“Mungkin kamu pikir ini sudah terlambat, tapi buat aku gak. Aku akan bikin momen yang gak akan pernah kamu lupakan. Aku juga akan melamar kamu secara resmi.” Wafi terkekeh. “Bukan kayak waktu itu.” Ia mengulurkan satu kotak di dalamnya bertahtakan cincin berlian. “ Aku gak akan minta kamu buat jadi istriku karena kita sudah nikah, tapi aku minta maukah kamu berdiri di sampingku dalam setiap perjalanan hidupku kedepannya?”
Liora menyeka air mata lalu ia bertanya dengan tersedu-sedu,” Kalau kamu gimana?”
Wafi tertawa kecil. “Tanpa kamu minta aku sudah mengajukan diri.”
Mereka pun tertawa.
“Boleh aku sematkan logam mulia ini di jari manis kamu?”
Istri penyidik itu pun menganggukkan kepala diiringi senyuman lebar. Wafi memasangkan cincin di jari kanan Liora. Tak lupa ia labuhkan satu kecupan hangat di sana.
Tak dapat dipungkiri, kalau pria yang baru saja dikenalnya dalam hitungan bulan mampu mengubah dunianya jadi berwarna. Liora semakin meneteskan air mata suka. Wafi pun berdiri dan memeluk istrinya itu.
“Aku gak bisa berkata-kata,” isak Liora.
Wafi mengelus kepala istrinya. Tiba-tiba saja langit gelap di atas mereka berubah terang akibat puluhan lampion kertas berterbangan. Hal itu semakin menambah manis dan hangatnya suasana.
“Iya, buat istri aku,” jawab Wafi.
“Aku gak mimpikan?”
“Hahaha, gak lah.”
“Ini gak cuma pemanis diawal hubungan kita aja kan?”
Polisi itu merangkum wajah istrinya. “Gak, Sayang. Aku akan ciptakan momen-momen indah lainnya nanti asalkan kamu selalu disamping aku.”
“Kalau nanti kamu yang pergi, gimana?”
“Bunuh aku.”
“Nanti aku masuk penjara.”
Wafi menggeleng. “Kamu bisa gunakan otak cerdas kamu ini untuk menciptakan drama baru.”
Liora tertawa diiringi air mata.
__ADS_1
Dengan lembut Wafi mengecup bibir merah ranum istrinya. Hangat dan terasa dalam. Hanya sekejap setelahnya ia lepaskan dengan perlahan. “Kita balik sekarang?”
“Iya, aku udah kedinginan.”
“Ayo!”
Mereka berjalan sambil merangkul satu sama lain diiringi dengan tawa bahagia.
\=\=\=\=\=\=
Pagi-pagi Wafi dan Liora berjalan menuju kolam renang pribadi yang disiapkan khusus untuk mereka. Disana keduanya menikmati Floating Breakfast ditemani taburan kelopak bunga.
Sesekali polisi itu mengabadikan momen seksi istrinya untuk koleksi pribadi. Ia masih tak menyangka bisa menikah dengan janda secantik Liora. Mulus, padat berisi tak cacat sedikitpun. Meski umurnya lebih tua dua tahun darinya, tapi wanita itu masih saja tampak gadis.
Mampu membuatnya tergila-gila hingga mabuk kepayang di malam hari. Sudut bibirnya tersungging. Tak salah jika dirinya menutup mata atas kebenaran yang ada dalam kasus yang menimpa Reiki. Mungkin itu memang sudah jalan yang digariskan oleh pemilik alam.
“Bee,” panggil Liora.
“Hhmm.” Wafi tersadar dari lamunannya.
“Kenapa?”
“Gak papa, cuma lagi mikir aja kok bisa sih Reiki sia-siain kamu?”
“Ngapain itu dipikirin.”
“Iya juga sih. Mungkin emang kamu itu jodohnya aku.”
“Hahaha … Ayo, makan sarapannya!”
“Aku makan kamu aja disini.” Wafi seakan menerkam sang istri.
Liora pun mengelak. “Bee, katanya hari ini mau jalan-jalan. Nanti malam aja, ya.”
“Iya deh.”
Mereka menghabiskan makanan yang dihidangkan.
Dari sana pasutri itu kembali ke kamar bersiap-siap untuk memulai perjalan menuju Wayag yang merupakan icon Raja Ampat. Melihat pemandangan laguna berwarna tosca dan pulau-pulau kecil batuan karst menjadi ciri khas yang indah sehingga menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi gugusan pulau ini.
Ternyata Wafi sudah menyewa seorang fotografer untuk mengabadikan momen-momen mereka di sana. Termasuk yang semalam. Ia tak perlu repot lagi mengeluarkan ponsel.
Dari sana mereka menuju kampung Selpele.
Di desa itu, mereka bisa mengikuti kegiatan memancing bersama anak-anak di kampung.
__ADS_1
Selain itu, mereka juga bisa melihat para ibu di kampung itu yang tengah mengisi waktu luangnya dengan membuat Senat atau tikar yang terbuat dari kulit sagu.
Karena letaknya yang dekat dengan bibir pantai, mereka bisa melakukan aktivitas-aktivitas wisata, seperti berjemur atau sekedar duduk-duduk di atas pasir pantai. Laut yang ada di bibir pantai Kampung Selpele juga mempunyai terumbu karang yang indah. Terumbu karang di laut kampung ini dirawat dengan baik oleh para warga dengan sejumlah alat modern.