DRAMA WIFE

DRAMA WIFE
Drama 43


__ADS_3

Kemudian penuntut umum pun menghadirkan saksi ahli yang dapat menjelaskan teori mereka tentang kronologis kejadian yang mengakibatkan Milen sampai meninggal dunia.


Karena tahap pembuktian oleh Penuntut Umum telah selesai maka sidang akan dilanjutkan pada tahap pembuktian oleh Penasihat Hukum. “Bagaimana penasihat Hukum sudah siap dengan alat-alat bukti saudara?” tanya Hakim ketua.


Penasihat Hukum Reiki akhirnya berdiri menghadap hakim ketua. Entah apa yang dibicarakannya, tak lama Dodi pun kembali ke tempat.


Karena pihak terdakwa tidak memiliki alat dan barang bukti maka sidang akan dilanjutkan pada tahap penuntutan,” ujar Hakim ketua. “Bagaimana Penuntut Umum, sudah siap dengan tuntutan saudara?”


“Untuk menyusun Surat Tuntutan, kami butuh waktu selama 7 hari kedepan Majelis Hakim,” jawab Penuntut Umum.


Berdasarkan hasil musyawarah Majelis Hakim, sidang akan dilanjutkan 7 hari kedepan dengan agenda sidang Pembacaan Tuntutan oleh Penuntut Umum.


Sidang selesai setelah majelis hakim meninggalkan ruangan, semua orang pun pergi dari sana. 


Di luar para awak berita sudah berkumpul untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan. 


“Pak Reiki, jadi tuduhan itu benar adanya karena Anda tidak memiliki bukti dan saksi?” tanya seorang wartawan.


“Meskipun klien saya tak bisa menunjukkan bukti atau saksi bukan berarti dia benar bersalah,” jawab Dodi.


“Apa nanti akan ada sidang pembelaan secara Pak Reiki tak bisa menunjukkan apa-apa kalau dia memang tak bersalah?”


“Pastinya ada. Cuma kami menunggu tuntutan dari penuntut umum terlebih dahulu. Setelahnya kami akan mengajukan pledoi.”


Liora dan Wafi pun keluar. Para wartawan pun memburunya.


“Mbak, bisa minta keterangan sedikit,” sapa seorang wartawan.


Liora akhirnya bersedia.

__ADS_1


“Apa harapan Anda dalam kasus ini?”


“Ya, pastinya Reiki dihukum atas perbuatannya.”


“Lalu apakah setelah ini Anda akan menuntut suami Anda itu atas apa yang sudah dilakukan terhadap Anda?”


“Untuk saat ini saya masih ragu. Tapi kita lihat nanti. Kalau dia cuma mendapatkan hukuman ringan, saya mungkin akan menuntutnya. Karena tak adil pria bajingan seperti dia dikurung penjara hanya dalam waktu singkat.” Liora berkata dengan tatapan sinis pada mantan suami yang masih berdiri di depan gedung persidangan.


“Bagaimana dengan perceraian kalian?”


“Secepatnya saya akan urus itu dan pasti akan menuntut hak saya.”


“Maksud Anda harta gono gini?”


“Ya, bisa dibilang begitu. Termasuk ganti rugi atas cafe saya yang dibakarnya.”


Amarah yang sejak tadi berusaha ditahan akhirnya sampai di puncak. Reiki tak lagi dapat berpikir dengan jernih. Dia langsung saja menghampiri istri pertamanya itu dan mendorong Liora. “Heh, dasar wanita licik, gila, psikopat. Jangan harap kamu bisa mendapatkan harta saya sepeserpun,” hardiknya.


“Lihat saja, setelah saya bebas, saya akan balas semua perbuatan kamu ini,” geram Reiki. Ia ditarik masuk kedalam mobil tahanan. “Dia yang sudah mencelakai Milen, bukan saya. Dia sudah memfitnah saya,” jeritnya.


“Kamu yang sudah membunuh putri saya,” balas Puri. Wanita itu tiba di sana dan merasa tak terima atas pengakuan sang menantu yang masih saja mengelak setelah bukti terpampang nyata. “Kamu membunuhnya demi menutupi aib perselingkuhan kamu,” berang wanita itu.


Hal yang menguntungkan bagi pencari berita. Mereka langsung menangkap momen itu.


Reiki berontak. Ia berusaha melepaskan diri dari pengawas karena tak mau pergi sebelum menjelaskan duduk perkaranya pada sang mama mertua. “Mah, aku memang selingkuh tapi aku gak pernah membunuh Milen,” ujarnya sambil berlutut.


Plak…


Kelima jari mulus Puri kini melekat di pipi menantu yang berbulu.

__ADS_1


“Dengar kalian semua,” sorak Puri. “Selama ini saya dan suami berusaha diam. Tapi melihat dia yang masih tak mau mengaku, membuat hati saya terasa panas. Dia membunuh Milen agar kami tak tahu kalau dia berselingkuh dan dia juga ingin mengambil saham perusahaan kami yang kini bergabung dengan perusahaannya.”


Semua orang pun heboh tak percaya. Ternyata Reiki berusaha menutupi perselingkuhannya pada mertua.


Reiki mnggeleng. Ia pun menatap kedua orang tuanya untuk meminta pembelaan. Namun, Malik dan Lena hanya diam berdiri di posisi. Semua demi perusahaan mereka yang pastinya akan bangkrut jika mereka masih membela sang putra.


“Bahkan dia sampai berbohong pada kami dan keluarga. Menuduh Liora yang sudah membunuh Milen. Sampai kami termakan kata-katanya itu.” Puri tersenyum miring.” Ternyata menantu yang selama ini kami banggakan seorang penipu, seorang gila harta. Dia rela memfitnah orang lain demi kepentingannya sendiri.”


Liora yang melihat itu tersenyum lebar juga puas. Tanpa repot-repot berakting, kehadiran orang tua Milen sangat membantunya dalam memeriahkan drama yang tulis. Kini, pasti semua orang akan menyudutkan Reiki.


“Mah, percaya sama aku,” mohon Reiki.


“Pak, bawa bajingan ini ke tahanan,” ujar Joko. Dia sudah muak melihat mantan menantu terus bersujud di kaki sang istri. Satu tendangan pun dilayangkan. “Tangan kamu itu najis karena sudah membunuh anak saya. Jadi, jangan pernah sentuh saya atau istri saya lagi.”


Reiki dihina di depan banyak orang. Lena merasa hatinya bagaikan diiris pisau berkarat. Kasar dan rasanya begitu sakit. Meski sedikit, tapi mampu membuat luka itu menjadi busuk.


“Pah.” Lena meneteskan air mata di bahu suaminya.


“Sabar, Ma. Kita terpaksa harus diam. Semua demi perusahaan kita,” Ujar Malik.


Akhirnya, Reiki dibawa paksa oleh petugas masuk mobil tahanan. Pria itu tampak berlinang air mata atas perlakuan orang-orang terhadapnya. Mungkinkah ini hukuman untuknya karena sudah mendzolimi istri pertama?


Apa yang dulu ia lakukan pada Liora, kini berbalik padanya. Ia benar-benar tak menyangka hidupnya akan berbalik secepat ini. Semua orang pasti membencinya, meninggalkannya. Termasuk kedua orang tua yang hanya bisa diam melihatnya diperlakukan seperti tadi. Sungguh miris nasib Reiki. 


Sebelum pergi, Puri dan joko melayangkan tatapan sinis pada mantan mertua anaknya. 


“Lihat, mereka orang tua macam apa,” ujar Puri. Demi melindungi perusahaannya agar tidak bangkrut, mereka rela dan bahkan membiarkan anaknya dihina.”


Wartawan pun mengarahkan kamera pada kedua orang tua Reiki. 

__ADS_1


Setelahnya orang tua Milen beranjak dari sana. Meninggalkan halaman gedung persidangan dengan hati puas karena sudah mengungkapkan apa yang selama ini berusaha ditahan. Begitu juga dengan Liora dan suaminya diikuti juga oleh Sena.


__ADS_2