DRAMA WIFE

DRAMA WIFE
Drama 49


__ADS_3

Nafas panjang keluar dari mulut Malik. “Artinya Reiki nanti akan dituntut dengan pasal berlapis begitu?”


“Iya, Pak. Tapi dalam persidangan yang terpisah.”


“Kira kira dia bakalan dihukum berapa tahun?”


“Sanksi dalam Pasal 44 ayat (1) UU KDRT menjelaskan setiap orang yang melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga akan dipidana dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp15 juta. Untuk penganiayaan berat diatur dalam Pasal 354 KUHP yaitu barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama 8 tahun.”


Malik sampai tak tau harus berkata apa.


“Untuk penganiayaan saksi saya belum dapat memastikannya, Pak. Pasal mana yang akan dipakai penuntut umum nantinya.”


“Baiklah, terima kasih sudah membantu.”


“Sudah tugas saya sebagai penasehat hukum, Pak. Akan saya usahakan menuntut keadilan untuk putra, Anda.”


Malik mengangguk dengan tampang lesu.


“Kalau begitu saya kembali ke kantor, Pak.”


“Silahkan.”


Kepergian pengacara itu, Malik menghadap istrinya. “Ma, coba besok Mama temui Liora dan Sena.”


Dahi Lena mengernyit heran. “Buat apa, Pa?”


“Buat minta maaf atas nama Reiki. Mama juga harus minta maaf sama Liora karena selama ini jadi mertua yang kurang baik.”


“Ogah. Males Mama.” Lena tentu merasa gengsi.


“Meh, ini demi Reiki loh, demi anak kita. Emangnya Mama mau Reiki tua dipenjara?”


Lena tampak berpikir. “Ya, gak mau sih.”


“Nah, makanya Mama coba temu menantu kita itu. Liora anaknya baik siapa tau dengan Mama minta maaf dia mau cabut laporannya.”


“Kalau gak gimana? Malu dong, Pa.”


“Dicoba, Ma. Apa salahnya kita berkorban demi Reiki.”


“Ya, nanti harga diri Mama di injak-injak lagi.”


Malik merasa frustasi dengan sikap istrinya. “Mah, akibat kasus Reiki harga diri kita sudah gak ada. Mama gak lihat dan dengar di TV bagaimana kita dihina dan dicaci masyarakat indonesia.”


Wanita bertubuh tambun itu tertunduk diam.


“Sekarang biar lah kita di injak-injak orang asalkan anak kita bisa dapat hukuman ringan. Biar Reiki bisa kembali membangun perusahaan kita. Nanti pasti akan ada waktunya kita kembali di atas dan membalas hinaan orang.” Malik berkata dengan nada yang sedikit tinggi.


“Oke, iya. Besok Mama bakalan coba ketemu Liora.”


“Kalau perlu tawarkan dia uang damai.”


“Gak perlu, Pa. Nanti kalau kita kehabisan uang gimana?”


“Gak papa demi Reiki Papa rela jatuh miskin asalkan anak kita bebas dalam waktu dekat.”

__ADS_1


“Terus kalau selikuhan Reiki itu gimana? Mama gak tau alamatnya.”


“Nanti Papa coba tanya sama Dodi. Siapa tau dia bisa memberikan kita nomor wanita itu.”


“Ya udah kalau gitu.”


“Ingat, ya, Ma. Minta maaf dengan benar biar orang yakin. Jangan pakai tampang angkuh,” pesan Malik.


“Iya, Pa. Memangnya Mama kelihatan sombong gitu?”


“Iya. Selama ini Mama selalu melihat orang rendah.”


Lena memalingkan wajahnya karena tak terima dengan ucapan sang suami.


“Tuh wajahnya Mama langsung jutek. Bikin orang yang melihatnya jadi kesal.” Malik berdiri dari sofa, beranjak dari sana menuju kamar. Meninggalkan sang istri yang semakin kesal.


...🐽🐽🐽🐽...


Pagi ini Liora tengah membantu suaminya berpakaian. Tiba-tiba saja ponselnya di meja rias berdering. 


“Angkat dulu sana,” ujar Wafi.


Wanita itu mengambil telponnya. Namun, ia tak langsung mengangkat panggilan itu. Liora tampak berpikir dan bertanya-tanya kenapa mantan mama mertua menghubunginya pagi ini.


“Kok gak dijawab?” tanya Wafi.


“Mamanya Reiki telpon aku, Bee.”


“Terus?”


“Kira-kira ada apa, ya?”


Liora menggeser tombol hijau di layar ponselnya. “Hallo.”


“Pagi Liora, ini Mama Lena,” ujar ibunya Reiki di seberang sana.


“Iya, Ma, ada apa?”


“Hari ini kita bisa ketemu gak?”


“Hhhmm kira-kira jam berapa, ya, Ma?”


“Jam sepuluhan di restoran X aja.”


“Oh, ya udah nanti kita ketemu di sana.”


“Oke. Makasih, ya Liora.”


“Hehehe … iya, Ma.”


“Mama tutup dulu telponnya. Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


“Kok kamu ketawa nya gitu?” tanya Wafi. “Kayak ada yang aneh.”

__ADS_1


“Iya lah aneh. Tumben-tumbennya Mama Lena bicara baik-baik sama aku.”


“Siapa tau dia berubah kali setelah anaknya dipenjara.”


“Bisa jadi sih. Tapi aku gak yakin deh. Secara Mama Lena itu sombongnya minta ampun.”


“Udah, gak boleh gitu. Positif thinking aja.”


Liora mengangguk.


“Nanti siang aku gak pulang, ya. Banyak kerjaan.”


“Oke. Aku krim makanan mau gak?”


“Boleh.” Wafi menjawab dengan raut wajah senang.


“Ya, udah tunggu aja di kantor.”


“Makasih, ya.”


“Iya.”


Sebelum berangkat, polisi itu mendaratkan kecupan singkat di seluruh wajah istrinya. “Aku jalan.”


“Hati-hati, Bee.”


Wafi mengangkat jempol.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Tepat jam sepuluh pagi, Liora tiba di Restoran tempatnya dan ibunda mantan suami janjian. Ia pun diarahkan pelayan ke dalam satu ruangan. Ternyata di sana bukan hanya ada Lena tapi juga Sena.


“Loh, kok ada Sena?” Liora bertanya dengan raut bingung.


“Duduk dulu dong, Liora,” ajak Lena. Wanita itu menampilkan senyuman manisnya.


“Ada apa ini?” Liora bertanya kembali setelah duduk.


“Begini, Mama undang kamu dan Sena untuk minta maaf atas perbuatan Reiki terhadap kalian.”


“Ya, kalau soal itu sih aku udah maafkan sih, Ma.”


“Saya juga kok, Tante,” tambah Sena.


“Syukur kalau begitu. Mama sama Papa berharapnya kamu dan Sena bisa mencabut laporan kalian di kantor polisi. Cukup Reiki dihukum atas kematian Milen saja. Dia pasti sudah menyesal.” Lena pun mengeluarkan dua amplop coklat persegi panjang. “Ini juga tanda permintaan maaf kami sebagai orang tua Reiki. Mama juga minta maaf sama kamu Liora karena dulu pernah kasar.”


“Ini apa?” Liora bertanya sambil menunjuk dua amplop diatas meja.


“Itu uang. Ya, gak seberapa sih, tapi gak ada maksud apa-apa. Hanya sebagai tanda permintaan maaf saja.” Lena menjelaskan dengan lembut. “Mama berharap sekali kalian mau meringankan hukuman Reiki dengan mencabut laporan.”


“Emangnya Mama gak tau kalau laporan aku sudah sampai di penuntut umum?”


“Tau.”


“Artinya gak bisa dicabut lagi, Ma,” jelas Liora.

__ADS_1


Wajah Lena langsung berubah masam dan kecewa.


“Lagian kalaupun aku cabut, proses hukum akan tetap berjalan karena tindakan yang Reiki lakukan pada aku dan Sena itu pidana.”


__ADS_2