DRAMA WIFE

DRAMA WIFE
Drama 73


__ADS_3

Panik, kacau dan tak teratur akibat semua napi pada berdesakan membuat Reiki dan teman-temannya melancarkan rencana. Diam-diam mereka pun kabur lewat pintu belakang. Namun, seorang petugas pun berhasil menghadang mereka. 


“Mau kemana kamu?” seorang sipir bertanya kala berhasil menangkap Reiki, sedangkan tahanan lainnya sudah berhasil kabur.


Mantan suami Liora itu mencoba berontak. Dengan sekuat tenaga dia berusaha  melepaskan diri. Merasa ada celah, ia merebut senjata api si petugas. Dengan gerakan cepat ia acungkan pistol itu sambil berkata,” Biarkan saya pergi atau kamu saya tembak,” ancamnya.


Sipir itu hanya bisa mengankat kedua tangan di udara. Ia tak berani melawan karena takut nyawanya akan melayang. Terpaksa ia membiarkan Reiki melarikan diri. Putra Malik Alterio itu berhasil keluar dari lapas.


Tanpa pikir panjang Reiki lekas berlari menjauh dari daerah itu menuju jalan raya. Tujuan pertama yaitu rumah orang tuanya sebelum para petugas menyadari kalau ia sudah melarikan diri.


...🍓🍓🍓🍓...


Baru saja Liora merebahkan badan, dering ponsel sang suami membuatnya kembali mendudukkan diri. Ia pun mengguncang bahu Wafi untuk membangunkan ayah dari anak yang sedang dikandungnya.


“Bee, ada yang telpon.”


Si polisi mengerjapkan mata yang terasa perih. “Siapa?”


“Aku lihat kepala lapas.”


Wafi mendudukkan diri dan lekas menggeser tombol hijau di layar ponselnya. “Hallo?”


Entah apa ucapan orang di seberang sana, tapi hal itu sukses membuat wajahnya berubah tegang juga serius. “Oke, saya segera kesana.”


Dengan gegas polisi itu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Lima menit ia keluar dengan wajah yang segar.


“Ada apa, Bee?” Liora yang penasaran pun bertanya.


“Kamu malam ini nginap di rumahnya Kak Vira, ya.”


“Loh, memangnya ada apa? Kenapa aku harus nginap di rumah Kak Vira?”


“Lapas kebakaran dan ada napi yang kabur, salah satunya Reiki.” Wafi berkata sambil mengganti pakaiannya. “Aku gak mungkin duduk diam disini dengan alasan jaga kamu. Jadi, biar lebih aman kamu di rumah Kak Vira.”


Dengan wajah cemas juga takut Liora mengangguk setuju. Ia turun dari ranjang dan memasukkan beberapa pakaian kedalam tas jinjing.


Sedikit terburu-buru pasangan itu keluar dari rumah mereka dan masuk ke mobil. Selama di perjalanan, Wafi menghubungi anak buahnya.


“Iya, Mas, saya lagi dijalan mau ngantar Liora ke rumah Kak Vira. Bentar lagi juga sampai di sana.” Polisi itu sedang berkomunikasi dengan atasannya juga. Setelahnya panggilan itu ditutup.


Mobil yang dijalankan memasuki halaman rumah sang kakak. Wafi pun turun dan membukakan pintu untuk istrinya. Ia menuntun Liora menaiki anak tangga.

__ADS_1


“Nanti akan ada polisi yang jaga-jaga disini,” ujarnya kepada sang kakak yang sudah menunggu di depan teras.


“Iya, kamu hati-hati, ya,” balas Vira.


“Aku titip Liora dan juga anakku.”


“Pasti,” jawab suami Vira.


Sebelum suaminya pergi Liora memeluk Wafi dengan erat juga penuh rasa khawatir.


“Aku gak papa, kamu jangan mikir macam-macam.” Polisi itu menenangkan istrinya.


“Cepat pulang, ya.”


“Kalau semuanya sudah beres aku pasti pulang.”


“Hubungi aku, jangan sampai nomor kamu gak aktif.”


“Iya.” Terakhir sebuah kecupan di labuhkan Wafi di puncak kepala istrinya. “Aku jalan.”


“Hati-hati.” Liora melepas kepergian sang suami dengan perasaan yang tak karuan.


...🍆🍆🍆🍆...


Malik dan Lena yang tidur nyenyak merasa terusik dengan suara berisik itu. Ketukan pintu yang terdengar buru-buru harus di buka membuat mereka gegas keluar kamar.


“Siapa sih malam-malam ini  yang datang bertamu,” gertu Lena. “Gak tau apa orang lagi istirahat.


“Siapa tau ada yang penting, Ma,” balas Malik. Tangannya meraih handle pintu


Mendengar bunyi kuci sudah dibuka, Reiki langsung masuk membuat ayah dan ibunya kaget tak percaya.


“Reiki,” ujar Malik dan Lena bersamaan.


Dengan cepat mantan suami Liora itu menutup pintu juga menguncinya dengan rapat. 


“Gimana caranya kamu bisa bebas?” tanya Malik. 


Lena yang begitu merindukan sang putra langsung memeluk sang anak.


“Jawab, Papa, Rei!”

__ADS_1


“Pah, seharusnya Papa bersyukur anak kita bebas,” balas Lena.


“Iya, tapi gimana caranya? Bukannya Reiki masih menjalankan hukumannya. Jangan bilang kalau kamu kabur?!”


“Iya aku kabur,” jawab Reiki.


“Astaga, Rei.” Malik mengusap wajahnya dengan kasar. “Kenapa kamu bikin ulah sih? Dengan begini sebentar lagi polisi pasti akan datang kesini buat cari kamu.


“Justru karena itu aku datang cuma mau minta uang aja dan ambil beberapa pakaian.


“Gak, kamu harusnya kembali ke tahanan. Papa gak mau ulah kamu ini nantinya malah bikin masalah baru.”


“Pa, kamu itu aneh, ya, dimana-mana orang bakalan bantu anaknya buat kabur, ini malah suruh balik,” cecar Lena.


“Memangnya Mama mau kalau nanti Reiki ketangkap terus hukumannya bertambah?”


“Makanya mumpung polisi belum datang kita bantu dia kabur dari kota ini. Kalau perlu keluar kota.”


Malik menggeleng tak percaya.


“Jangan dengerin Papa kamu.” Lena berkata pada putra semata wayang. “Ayo, ambil baju-baju kamu dan Mama akan kasih kamu uang buat melarikan diri.”


“Mah,” panggil Malik. Namun istri dan anaknya memilih pergi menuju kamar dan mengabaikannya.


...🍌🍌🍌🍌...


Tiba di lapas, Wafi memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran. Ia juga memeriksa daftar napi yang berhasil melarikan diri


“Ada sekitar sepuluh orang yang mencoba kabur, tapi kami berhasil menangkap empat orang,” jelas kepala lapas.


“Cari tau alamat rumah atau keluarga terdekat para tahanan yang kabur. Untuk pertama kita sisir kesana.” Polisi itu memerintahkan anak buahnya yang lain.


“Siap, Ndan.”


Setelah berkoordinasi, Wafi pun memutuskan ikut mencari keberadaan Reiki. Baginya pria itu merupakan ancaman dalam kehidupannya dengan Liora. Jadi, prioritas utamanya sekarang adalah harus mendapatkan Reiki secepatnya dan kembali menjebloskan pria itu ke tahanan.


Reiki kabur pasti membawa dendam terhadap istrinya dan ia harus menemukan pria itu sebelum hal buruk menimpa Liora serta anak yang tengah dikandung.


Mobil yang dinaikinya menuju kediaman Malik dan Lena. Ia yakin kalau Reiki pasti menemui kedua orang tuanya.


Tiba di tujuan ia dan anak buahnya gegas turun dan memaksa masuk. “Mana Reiki?” Wafi bertaya dengan tatapan dingin pada Malik dan Lena.

__ADS_1


Kedua orang tua Reiki itu tampak tegang juga takut. “Kami tidak tau apa-apa,”jawab Malik. Ia terpaksa berbohong karena desakan istrinya.


__ADS_2