
Yeza semakin gemetar.
Tangannya sudah lemas.
Yeza segera menegakkan tubuhnya dan tak ingin terlihat jika saat ini sedang katakutan.
"Iya.. Aku ingin bukti jika kau adalah pria yang tidak seperti yang aku pikirkan." ucapnya tenang. Walaupun jantungnya begitu sangat sakit saat tak bisa merasa nafas atas kegugupan nya.
Dirga senyum menyeringai.
"Kau sudah menantang ku. Jangan hentikan aku kali ini. Karena aku bisa melakukan apapun yang tidak kamu tau. Dan aku pastikan kau akan menyesal." ucapnya
Dirga segera memegang tengkuk leher Yeza. Lalu menarik rambut Yeza agar mendongak.
Aaahhh..
Teriak Yeza nafasnya terdekat. Dan merasakan perih di kepala setelah rambutnya Dirga tarik.
Dirga segera mencium bibir Yeza dengan na*su yang sulit di kendalikan oleh dirinya. dan menguasai permainan bibir nya.
Yeza terengah karena tidak mendapati pasokan udara. Di tambah lagi cara Dirga bermain sangat kasar.
Yeza tidak membalas karena tidak pernah melakukan permainan bibir.
Dalam hatinya Yeza mengutuk dirinya yang sudah menantang Dirga.
Aahhh..
Teriak Yeza lagi saat bibir bawahnya Dirga gigit. Air mata Yeza lolos kembali. Walau tanpa isak.
"Ini bukanlah sebuah nafsu. Tapi seperti balas dendam pada wanita. Siapa wanita yang sudah membuat seorang Dirga kecewa sedalam ini." batin Yeza. Saat merasakan permainan Dirga begitu brutal.
Aahh.. Sakiitthhhh. Teriak Yeza. Saat lidahnya Dirga his*p dan di tarik dengan kuat.
Dirga menatap sekilas mata Yeza yang sudah menganak sungai. Tidak ada keinginan untuk menghentikan permainannya. Yeza sudah menantang. Dirga memang pemain ranjang yang sangat brutal. Tak bisa mengendalikan keinginan dari permainan kasarnya
Dengan kasar Dirga merobek bra yang ada tubuh Yeza. Seketika Yeza menjerit saat tubuhnya kembali sakit ada pada tarikan branya. Terlihat goresan memerah yang menghiasi kulit lengan atasnya yang putih.
Dirga kembali menggigit gundukan dada Yeza. Dan meninggalkan bekas disana. Masih mending jika itu berbentuk ***** kan. Yang Dirga tinggalkan adalah bekas giginya. Dirga meninggalkan beberapa luka gigitan di tubuh Yeza yang terlihat mulus.
Yeza menyesal benar benar menyesal. Menjerit dalam hati dan menangis. Kalo sudah begini apa yang akan Yeza lakukan.
Permainan pun masih berlanjut. Hanya Dirga yang menguasai permainan intim mereka.
__ADS_1
Dirga memompa dengan kuat. Benar benar seperti orang yang sedang melampiaskan dendamnya pada wanita
Tak bisa menjerit. Hanya airmata yang mampu lolos dari tubuh Yeza.
Bukan ini yang dia inginkan. Bukan permainan seperti yang harus Dirga berikan pada Yeza.
Yeza sudah pasrah dengan keadaannya tak perduli dengan janin yang ada di Rahimnya.
Setalah hampir 30 menit. Dirga mulai merasakan jika diri nya akan melepaskan air cintanya.
Dasar kau jal*ng PITAAA.. Wanita murahannn... Teriak Dirga saat pelepasannya. Dan menyembur kedalam rahim Yeza
Yeza kembali menangis. Setelah mendengar wanita lain yang disebut. Dendam Dirga pada wanita lain. Namun imbasnya Yeza yang harus menerima.
Ini juga kesalahan Yeza.
Dirga segera ambruk di samping Yeza dengan tubuh polos. Dirga mendengar dan merasakan jika saat ini wanitanya sedang menangis.
Benar saja Yeza masih sesenggukan. Menangis menyesali ucapannya. Lagi lagi Yeza harus mengalami pelecehan.
Dirga segera pergi meninggalkan Yeza setelah semua pakaiannya terpasang.
Yeza semakin histeris saat mendengar deru mobil yang keluar dari rumahnya
...***...
Dirga segera memarkirkan mobilnya di sebuah tempat hiburan malam..
Dirga segera masuk ke ruang manager. Di sana duduk seorang pemuda yang sangat Dirga percaya untuk mengelolanya.
Tempat hiburan ini adalh milik Dirga. Dan yang mengelola dan sebagai penanggung jawab Adalah Sam.
Senja bar adalah tempat hiburan malam yang berkelas di kota di mana Dirga tinggal.
Tempatnya yang nyaman dan ada beberapa hiburan yang bisa membuat pengunjung betah. Dengan di temani beberapa biduan yang menarik.
"Kenapa Ga?" tanya Sam. Saat melihat Dirga datang dengan wajah yang begitu sangat buruk.
Sam yakin ada sesuatu yang telah membuatnya marah. Ini kali kedua Sam melihat kelemahan Dirga.
Pertama saat Dirga menciduk kekasihnya tengah bercinta dengan pria lain. Tepat di depan matanya. Dan waktu itu Dirga benar benar kacau kehidupannya.
Setiap hari hanya menghabiskan waktunya disini.
__ADS_1
Dan kali ini Dirga datang kembali dengan keadaan yang sama dengan 8 tahun yang lalu.
Yang ini keadaan Dirga lebih sangat kacau.
"Aku ingin Wiski Sam. Tolong bawakan kesini." ucapnya yang memerintahkan Sam. Dengan suara sangat pelan.
Sam segera pergi meninggalkan Dirga yang duduk di sofa.
Tak berapa lama Sam datang dengan satu botol wiski dan gelas.
"Kenapa?" tanya Sam
Dirga hanya senyum dengan mengedikkan bahunya.
"Kenapa wanita itu malah menantangku?" racaunya. Setelah Dirga meneguk beberapa gelas.
Sam tau ini pasti Yeza.
"Siapa wanita yang kau maksud Ga?" tanya Sam
Dirga tersenyum kecut. Saat mendengar pertanyaan hawatit dari sahabatnya.
"Kau akan memolongnya?" tanya Dirga
Sam segera mencengkram kerah baju milik Dirga. 'Jangan bilang kau melakukan se*kasar dengan Yeza." ucap Sam penuh emosi
"Kenapah.. Kau akan menolongnya?" tanya Dirga lagi.
Sam segera menghadiahi wajah Dirga dengan tangan yang sudah menahan emosi.
"PENGECUUTTT.. BIA*AB.. LO TEGA SAKITIN WANITA YANG SEDANG MENGANDUNG ANAK LO. LO TEGA LAKUIN ITU GA?" Ucap Sam sambil tangannya mencengkram rahang tegas milik Dirga.
Jujur Sam sangat membenci pria yang selalu berlaku kasar pada wanita.
Dari pintu ada sepasang mata yang sedang merekam keributan mereka.
"Lo tau aku paling benci pada pria yang hanya meluaskan dendam pada lawan jenis." ujar Sam sambil terus memukul Dirga.
"Sampai sekarang Yeza belum tau. Klo lo yang udah merkosa dia. Dan dengan kelakuan lo malam ini. Aku pastikan dia akan semakin membenci lo Ga."
Sam segera melempar tubuh Dirga. Lalu meninggalkan mereka.
Dirga tau Sam peduli pada Yeza bukann karena dia mencintainya. Namun Sam adalah pria yang setia pada satu wanita . Kemarahan Sam ada karena dia menganggap Yeza adalah adeknya.
__ADS_1
Dirga segera melempar gelasnya.
Aarrrggghhhh... Teriaknya