DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
kesepian


__ADS_3

...***...


Setelah pertemuan yang mengharukan. Kini Anggi di bawa oleh Yeza pada papanya.


Walaupun Yeza tau Anggi bukan saudara seayah ataupun seibu. Tapi kasih sayang yang Yeza berikan ke Anggi tidak pernah berubah.


"Papa" panggil Yeza yang masih menggendong Zaga,


"Yeza, kau sudah pulang?" tanya nya


"Yeza ada kejutan buat papa." ucap Yeza.


"Papa juga ada kejutan buat kamu." ucapnya


" Yeza dulu ya pa, yang memberikan kejutan." usul Yeza yang sudah membaringkan Zaga terlebih dahulu di kamar nya.


"Boleh, sebenernya papa juga sudah tidak sabar memberikan kamu kejutan. Tapi nggak apapa kamu dulu." jawabnya


Yeza segera keluar, lalu membawa masik Anggi.


"Papa lihatlah." Yeza berseru pada papanya


Daniel menoleh dan mendapati ada Anggi di smping Yeza.


"Ang.. Anggi." gumamnya


"Papa," panggil Anggi, lalu segera memeluk Daniel.


"Maafin Anggi pa, maafin  Anggi, Anggi tidak pernah mau mendengarkan papa, Anggi sudah menerima hukuman dari kelakuan Anggi sendiri." ucapnya


"Papa sudah memaafkanmu nak. Papa seneng bisa bertemu kamu lagi. Papa juga minta maaf karena sudah banyak memberi batasan batasan buat kamu. Semua itu papa lakukan karena papa tidak ingin melihat putri papa tersesat." ucapnya


"Anggi tau pa. Anggi bodoh tidak mau mendengarkan nasihat papa. Anggi bodoh pa." lirihnya sambil sesenggukan.


"Sudah, sudah jangan di sesali. Sekarang Anggi sudah bertemu dengan papa. Kita mulai semua dari awal ya nak." ucap Daniel


...***...


Mentari pagi cerah.


Kini Anggi bisa bernafas dengan lega penuh kebahagiaan.


Setelah mendapat perlakuan tidak manusiawi dari Hasta, Anggi jadi lebih bisa menyikapi dan memanfaat waktu dengan baik.


Pagi pagi Anggi sudah berkutat di dapur untuk membuatkan sarapan untuk keluarganya.


Memang tidak bisa memasak, namun Anggi bisa belajar memasak dari pelayan di rumah ini.


Yeza sedang tidur dengan nyenyak. Namun matanya begitu di paksa terbuka oleh tangan mungil Zaga.


"Mama bangun, Zaga sudah bangun ma." lirihnya sambil menekan hidung Yeza 


"Ga, mana masih ngantuk sayang, sini tudur lagi sama mama." ajak Yeza


"Mama, kata kakek mama harus bangun pagi. Kata kakek mama sudah tua tidak anak kecil lagi." ucap Zaga sambil menggesek gesek kan hidungnya pada Yeza 


Yeza seketika membuka matanya. "Kenapa sihh kelakuan kalau  selalu sama kalo membangunkanku." batin Yeza, saat teringat Dirga pernah melakukan  hal yang sama seperti Zaga


"Hehe,, mama sudah bangun." girangnya

__ADS_1


"Zaga nakal, mama kan masih ngantuk sayang." ucap Yeza


Zaga kembali tersenyum sambil menampakan gigi putihnya. Sambil matanya berkedip kedip menggoda Yeza agar tidak marah.


Bagaimana Yeza akan marah padanya. Zaga terlalu imut dan menggemaskan kalo hanya untuk di marahi.


Yeza lalu membingkai wajah Zaga yang tampan seperti Dirga.


Yeza mencium bibir Zaga lalu menggesekkan hidung mereka.


"Mama bau jugong." ucapnya begitu polos


Yeza tertawa mendengar celetuk putranya. "Masak sihh,?" tanyanya yang seolah tidak percaya.


"Benal mama." jawabnya


Yeza lalu membuang nafas lagi pada tangannya. "Nggak, wangi kok nafas mama. Nafas Zaga kali yang bau jugong." balasnya


"Mama, mama yang bau." bantah nya


Yeza tertawa lagi. Lalu segera masuk kemar mandi


"Mama mau mandi. Zaga mau mandi dulu atau bareng mama." ucap Yeza.


"Zaga mau mandi sendili, Zaga sekalang malu kalo mandi baleng mama." jawabnya


"Ohh ya, berarti Zaga juga harus ganti baju sendiri dong ya." ucap Yeza


Zaga diam sebentar lalu menimbang nimbang ucapan mamanya.


"Zaga mandi baleng mama aja." teriaknya sambil berlari.


...***...


Rasanya begitu tidak berselera makan. setiap hari makan sendiri, tidur sendiri ngobrol juga sendiri. ( gimana sih ngobrol sendiri Dirga? 🤭)


Dirga segera menyudahi sarapannya saat merasakan makananya yang tidak ada rasanya.


"Bi Uci ini masakan apa? Kenapa tidak ada rasanya?" tanya Dirga pada bi Uci.


"Masak sih tuan, padahal saya tadi merasakannya sudah pas." jawabnya


"Coba aja sendiri bi" balas Dirga


Bi Uci segera mencicipi makanan yang sudah di siapkan di atas meja. Lalu mencicipi nya.


"Enak kok. Mungkin lidah tuan bermasalah." ucap Bi Uci


"Tidak mungkin  bi. Saya masih bisa merasakan manis teh yang di buat bibi." jawabnya


Dirga segera meninggalkan bi Uci sendiri. Dan melangkah menuju ruang kerja untuk mengambil tas.


...***...


"Zaga mau makan apa?" tanya Yeza


Hemmm.. Zaga terlihat sedang melihat beberapa menu yang tersaji di meja makan.


"Zaga ngga ingin makan mama. Zaga mau minum susu saja." jawabnya

__ADS_1


"Makan dong sayang, nanti pelutnya cakit lagi loh." ucap Yeza


Zaga menggeleng kan kepalang. Masih tidak mau makan.


"Ini yang masak tante Anggi lo Ga, cobain deh." sahut Anggi


"Kau yang masak ini Anggi?" tanya Daniel


"Iya pa" jawabnya


"Kamu sudah bisa masak?" tanya Yeza


"Bi Arum yang ngajarin." Jawa  Anggi malu malu.


"Ohh ngak papa. Nanti kamu bisa bantuin kaka di Zaga resto kalo gitu." tambah Yeza.


"Boleh kak,?" tanyanya


"Boleh dong." jawabnya


"Terimakasih kak Za," ucapnya lalu memeluk Yeza. Yeza kun membalas pelukan Anggi


"Zaga coba ni, masakan tante Anggi. Enak kok." bujuk Yeza.


Lagi lagi Zaga menggeleng, hanya mau minum susu.


"Coba Zaga buka mulutnya, apa ada yang sakit?" tanyanya


Zaga segera membuka mulutnya, dan benar saja ada peradangan di lidahnya. Membuat Zaga tidak berselera makan.


"Kita kerumah sakit ya sayang. Kita cari obat buat Zaga biar mau makan lagi." ucap Yeza


Zaga mengangguk lalu segera minum susu dengan sekali tegukan.


...***...


Dua hari sudah berlalu.


Dirga sedang berjalan menuju taman belakang. Dirga akan bermain dengan kuda. Sudah beberapa minggu Durga tidak menjenguk kuda miliknya


Mungkin dengan begini, pikiran Dirga sedikit Teralih dari Yeza


"Tuan, mau pakai yang mana" tanya Priyo penjaga kuda.


"Siapkan yang warna putih saja." jawabnya


Prio segera menyiapkan kuda berwarna putih 


Setelah siap, Dirga segera menaikinya. Beberapa minggu Dirga tidak menyapanya. Kudanya seolah lupa pada tuannya


Si putih berlari begitu cepat  sehingga Dirga tak bisa mengendalikannya.


Ahirnya Dirga pun terjatuh. Sedangkan kudanya tetap berlari meninggal akan Dirga.


"Tuan, apa yang Anda rasakan?" tanya Prio, Prio segera berlari menghampiri bosnya saat melihat Dirga terjatuh.


"Kaki saya Yo. Cepat tolong saya Yo." ucapnya.


...****...

__ADS_1


"Pak Dirga, baru saja ada penarikan uang sejumlah 50 juta dari kartu atas nama DYEZA." ucap Robert


__ADS_2