
Sedangkan Boni. Boni kini sedang sakit stroke jadi Dirga tidak begitu menghawatirkan keselamatan Yeza.
Boni beberapa kali ingin mengatakan sebuah rahasia pada Dirga. Namun mulutnya sudah tak mampu untuk bicara. Dan tangannya tak mampu untuk menulis lagi.
Rahasia apa yang sudah Boni sembunyikan.
...***...
Yeza mengantar keberangkatan suaminya. Rutinitas pagi sebagai seorang istri.
Yeza dan Dirga semakin harmonis menjalani kehidupan mereka setiap hari. menjelang 2 bulan lagi adalah kelahiran anak pertama Yeza. Dirga semakin ketat penjagaannya.
Setiap hari Yeza harus rutin melakukan gerakan gerakan wanita hamil, agar mudah proses persalinan nya.
Daniel sudah berhasil menjual rumahnya. Dan saat ini sedang mencari rumah yang pas untuk dia tempati.
Sedangkan Anggi, Anggi masih dalam kehidupan sehari hari yang begitu menyedihkan.
Setelah dua malam Hasta tidak pulang ke apartemen, Hasta semakin memberi penderitaan pada Anggi.
Tubuh Anggi semakin hari semakin kurus. Hasta tidak segan segan menjual tubuh Anggi dengan murah.
Sejak Anggi di perjual belikan pada pria hidung belang. Hasta sudah tidak pernah memakainya lagi.
Hawatir Anggi akan membawa penyakit dan menular padanya.
...š¶...
"Selamat pagi Za." sapa seorang wanita.
Yeza segera menoleh dan menatap wanita yang sudah menyapanya.
Yeza pikir itu adalah guru nya, wanita yang sudah melatih gerakan gerakan ibu hamil. Selama dua bulan ini.
Dan saat ini Yeza sudah lengkap dengan pakaian senam ibu hamil.
"Selamat...." ucapnya terpotong saat melihat wanita yang ada di depannya.
Yeza memicing, berusaha mengingat wanita ini. Sepertinya pernah melihat namun Yeza lupa di mananya.
__ADS_1
"Kita bisa bertemu lagi." ucap Tania
"Ohh.. Yaa aku ingat, kau yang mengaku ngaku calon istri mas Dirga beberapa bulan yang lalu kan?" tanya Yeza
Tania tersenyum menyambut daya ingat Yeza
"Betul sekali. Dan memang dia adalah calon suamiku." jawabnya
Yeza membalas senyuman Tania. Senyuman yang terkesan mengejek.
"Oh yaa.." jawab Yeza tetap memperlihatkan wajah brsahabat.
"Kau tidak percaya?" tanya Tania
"Saya akan percaya jika suami saya yang mengatakannya. Dan anda telah membuang waktu saya, maaf kalo tidak ada urusan yang lebih penting sebaiknya tinggalkan rumah saya." Yeza mengusir Tania dengan lembut.
"Jangan dulu sombong Yeza, aku kesini untuk memberi taukan bahwa kami akan segera menikah." jawabnya
Yeza merasa sedikit emosi pada ucapan Tania, bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu, sedangkan Dirga tidak pernah ada gelagat aneh jika memilki hubungan dengan wanita lain.
Dirga pulang kerja seperti biasa, berangkat juga seperti biasanya. Tidak pernah keluar malam setiap hari waktunya hanya Dirga habiskan untuk bekerja.
"Kenapa anda seyakin itu pada kata kata anda?" tanya Yeza. Sedikit menurunkan rasa gugupnya
Nafas Yeza tercekat saat melihat foto suaminya sedang berada dalam pelukan Tania. Di tambah lagi Tania yang terlihat tidak memakai pakaian apapun. Dan lebih mengejutkan lagi Yeza melihat luka luka Tania hasil gigitan Dirga.
Persis seperti beberapa bulan yang lalu saat Dirga tersinggung pada Yeza. Karena di tuduh dia adalah pria lemah.
Yeza mengambil pelan foto foto itu. Dan melihat nya satu persatu.
Yeza berusaha untuk tidak menangis. Siapa tau Tania hanya ingin menghancurkan rumah tangganya.
Yeza tersenyum, memaksa untuk tersenyum pada Tania lalu menaruh kembali foto foto itu di meja.
"Silahkan masuk kan kembali foto foto itu. Karena saya tidak percaya dengan bualan anda." ucapnya berusaha tenang. Tak ingin di lihat lemah oleh Tania.
"Kau tidak percaya?" tanya Tania
"Bagaimana dengan ini." tanya Tania sambil menunjukkan alat test kehamilan yang bergaris dua.
__ADS_1
Yeza menatap kembali benda itu. Jadi benar suaminya sudah mengkhianatinya.
"Aku kesini karena ini. Ini adalah anaknya, dia berhak tau jika aku sudah mengandung anaknya." ucapnya lagi
"Berapa usia kehamilan nya.?" tanya Yeza
Tenia terdiam mengingat ingat kapan dirinya tidak mendapati menstruasi nya.
"Anda tidak bisa menjawab. Itu artinya itu bukan anak suami saya." jawabnya sedikit lega
"Dia anaknya. Aku hanya melakukan pada Dirga. Dan anak ini sudah berusia 5minggu" jawabnya asal.
Dari foto itu tertera tanggal kapa di ambilnya
Yeza memejamkan matanya berusaha bernafas dengan sempurna.
Karena tiba tiba Yeza merasakan tidak bisa bernafas dengan jawaban yang Tania berikan.
Kekuatannya hampir saja roboh di depan Tania.
Yeza kambali tegar, tidak akan menampakkan kelemahannya di depan wanita yang sudah menganggu rumah tangganya
Tania tersenyum, senyum yang menunjukkan bahwa dirinya telah menang.
"Saya tetap tidak percaya. Suami saya tidak sebrengaek itu Tania." ucapnya dengan lantang.
Kali ini Tania hanya mematung. Melihat kegigihan Yeza untuk selalu percaya pada suaminya. Bahkan dua bukti itu tidak membuat yeza goyah keyakinannya
"Apa kau bilang? Suamimu tidak sebrengaek itu? Apa kau tidak tau jika suamimu lebih brengsek dari yang aku katakan, kau mau tau apa yang sudah suamimu itu sembunyikan darimu?" tanya Tania
"Suamiku tidak pernah penyembunyikan apapun dariku. Kami saling percaya dan suamiku orang yang sudah membuat kehidupan saya jadi lebih penuh warna. Dia adalah malaikat buat saya. Jadi apapun yang akan kamu katakan tentang suami saya. Saya tidak akan percaya Tania." ucapan tegas Yeza pada Tania.
"Kalo dengan ini. Apakah kau masih mau bilang suamimu adalah malaikat bagimu. Dan dia adalah suami yang baik dan tidak brengsek.?" tanya Tania.
Tania segera mengambil video di mana ada Dirga dan Sam yang sedang di ruangan kerja Sam.
Sam dengan kemarahan pada Dirga karena telah melakukan kesalahan lagi.
Awalnya Yeza menolak untuk melihat isi videonya. Namun telinganya mendengar dengan jelas ucapan Sam.
__ADS_1
"JIKA YEZA TAU KAULAH PRIA YANG SUDAH MEMPERKOSA. AKU YAKIN KAU TAK BISA MENDAPAT KATA MAAF LAGI DARINYA." tubuh Yeza seketika menegang. Persendian nya seolah berhenti. Dadanya seperi ingin meledak, dengan bibir gematar Yeza berucap
"Dari mana kau mendapat video itu?" tanya Yeza