
"M.. Mas mau ngapa?" tanya Yeza
"Apa kamu tidak cemburu jika aku jatuh cinta pada wanita lain." tanyanya
Jantung Yeza berdegup begitu cepat. Mendengar pertanyaan yang terlontar dari suaminya.
'Cemburu.. Jelas aku sangat cemburu. Tapi bukankah pernikahan kami hanya karena anak ini.' batin Yeza
"Jawab Za"
'Katakan Za.. jika kau mencintaiku. karena aku juga sangat mencintaimu. Entah kenapa semenjak kau hadir di hidupku aku mulai merasakan sesuatu yang selalu menjalar hangat di dada. saat berada di sisimu' kata Dirga dalam hati
"Hmmm kau cemburu?" tanya nya lagi
"Aku tidak cemburu. Kau memang suami ku tapi pernikahan kita bukan dari rasa yang saling mencintai. Aku pun tak tau apa maksudmu menikahi ku? Kita tidak pernah saling mengenal. Tiba tiba kau datang dan membawaku di depan penghulu. Lalu kau memboyongku kerumah mewah ini." jawabnya
"Kau tidak tau perasaanku untukmu?" tanya nya
Yeza menggeleng. "Kau tak pernah mengutarakan apapun padaku. Selain karena kau menyukai anak ini." jawabnya
Dirga mengernyitkan keningnya. "Jika aku mengatakan cinta padamu. apa kau akan percaya dan menerima?" tanya Dirga
"Aku tidak percaya. Kau pria yang baik, kau pantas di cintai oleh wanita yang baik baik tidak sepertiku." jawabnya
"Pasti juga banyak wanita yang lebih cantik dan se*i dariku. Kau hanya menginginkan anak ini kan?" tanya Yeza
Dirga mengangguk, "iya aku menginginkan anak ini. Dan juga ibunya, aku ingin hidup sempurna bersama anak ini dan ibunya. ILOVEYOU" ucap Dirga.
Wajah Yeza tiba tiba memanas saat mendengar ungkan cinta dari Dirga. jantungnya berdegup begitu cepat. "Benarkah yang di ucapkan barusan?" gumam Yeza.
"Aku mencintaimu Za. kau masih ragu padaku." tanyanya.
Dirga segera melangkah kemeja rias milik Yeza. Lalu membuka lacinya dan mengambil beludru yang sudah beberapa hari di simpan disini.
"Kau masih ragu dengan perasaanku? Bagaimana jika aku membuktikan dengan memakaikan kalung berlian ini di lehermu. Atau kau ingin bukti cintaku yang lain? bercinta pagi ini misalnya" ucap Dirga tepat di telinga Yeza
Tubuh Yeza menegang saat merasakan hembusan nafas hangat yang meniup telinganya.
Dirga menj*lat telinga Yeza yang putih. Yang dihiasi oleh anting yang di pakai saat pernikahannya.
Yeza segera menjauh. "Sudah siang, bukankah kau harus bekerja?" tanya Yeza lalu berjalan menghindari Dirga
__ADS_1
Dirga hanya tersenyum geli. Dengan tingkah Yeza. Wajah yang terlihat memerah membuat Yeza semakin terlihat lucu.
Dirga berjalan mengikuti Yeza keruang makan. Lalu mencekal pergelangan tangannya
"Kau mau kemana? Aku hanya ingin memakaikan ini." kata Dirga
Yeza berhenti dan menuruti apa yang Dirga ucapkan.
"Perfect" bisik Dirga.
Yeza, menunduk malu saat Dirga menatap wajah Yeza. Dirga mengangkat dagu Yeza. Lalu meraup bibir Yeza dengan bibirnya
"Aku mencintaimu. " ucap Dirga lagi.
Yeza, langsung memeluk suaminya erat. Yeza, menangis dalam pelukan Dirga tangisan haru dan bahagia.
Selalu ada k bahagiaan setelah ada kesedihan. Itulah yang Yeza rasakan.
...***...
Di rumah Daniel
Anggi baru saja turun dari taxi, lalu segera masuk rumah.
Terdengar obrolan orang tuanya. Anggi tersenyum mendengar mama dan papanya sangat akur.
Biasanya mereka akan mempermasalahkan kehidupannya.
Sang papa yang selalu protes dengan penampilan Anggi. Sedangkan sang mama yang membiarkannya. Asal Anggi bisa menjaga diri.
"Selamat pagi ma.. pa.." sapa Anggi
"Anggi.. Jam segini kamu dari mana?" tanya Danil dengan tatapan mengintimidasi penampilan Anggi.
"Pa.. ingat jangan marah marah." ucap Desi
"Anggi kau dari mana?" tanyanya lagi
"Mama.. Papa belum di kasih tau?" tanya, Anggi
"Kasih tau apa ma?" tanyanya
__ADS_1
"Ini loh pa.. Anggi sekarang hidup sendiri. Dia pingin mandiri." jawabnya
"Mama mengijinkan nya?" tanya nya
"Tidak ada salahnya kan pa. Orang anaknya pingin hidup mandiri." jawabnya lagi
"Mandiri bagaimana ma? apa mana tidak tau dampak dari dia hidup terpisah dari kita. Dia pasti lebih bebas menentukan segalanya sendiri."
"Bagus dong pa." jawab Desi
"Bagus dari mana ma? Pulang malam yang selalu papa larang itu bagus? tidak ma.. Papa tidak ingin Anggi terjebak dalam pergaulan bebas." jawab Daniel
"Pa.. Anggi bisa membagi waktu. Kita lihat saja. Siapa yang benar dalam hal tentang Anggi." jawab Desi lagi.
Desi selalu membela Anggi. Kalo ada keributan pasti juga karena Anggi yang sulit di atur.
"Papa nggak usah urusin Anggi. Mending papa urusin anak kesayangan papa. Yang mungkin sebentar lagi akan di usir dari rumah suaminya." ucap Anggi.
"Anggi.. Apa maksudmu?" tanya Daniel. Begitu juga dengan Desi
"Yaa kan sekarang ibu mertuanya sudah tau tuh. Jika anak yang ada di rahim Yeza bukanlah anak dari suaminya. Tentu orang tuanya tidak akan setuju." jawab Anggi begitu tanpa beban.
"Anggi.. Kau yang mengatakannya. Kapan kau bertemu dengan mereka?" tanya Desi
"Kemarin ma. Kemarin aku ke mall da melihat ka Za sedang jalan sama mertuanya. Aku tidak suka hidup aku di urusin. Yaa ku buka sekalian saja aibnya." jawabnya
"Anggi... kamu keterlaluan pada kakakmu. Kakaku yang selalu menyayangimu kini kau hancurkan hidupnya." teriak Daniel
"Pa bukan Anggi yang menghancurkan. Tapi kak Za sendiri. Siapa suruh urusin hidup aku." jawabnya
"Keterlaluan kamu Anggi." ucap Daniel. Lalu segera beranjak dari duduk k-nya da pergi meninggalkan ruang makan.
"Kau hebat nak. Pasti sebentar lagi Yeza akan jadi gembel." ucap Desi
"Anggi gitu loh. Kalo dia pulang kesini gi mana ma?" tanya Anggi
"Biarkan saja. mama akan membuatnya tidak betah disini. Setiap hari akan mama suruh mengerjakan pekerjaan rumah" jawabnya sambil tertawa.
...****...
💥**Saya rasa kok terlalu sedikit yaa..? 💥
__ADS_1
moga selalu dapat moodbooster hingga ide lancar jaya seperti jalan tol**