DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
KENYATAAN


__ADS_3

Setelah mendapat laptopnya, Dirga segera keluar dari ruangan papanya.


Dirga segera menyalakan laptopnya dan memasukkan DVD nya.


Namun di tunggu hingga beberapa menit, laptopnya nggak mau menyala. "Kenapa sihh..menyebalka.."


Saat mau di matikan tiba tiba laptopnya menyala.


Dan terlihat ada video papa nya dan Arka tengah ngobrol.


📀 "pa, kalo kita tak bisa merampas peninggalan kakek. Kita singkirkan saja Dirga pa." ucap Arka


"Tidak semudah itu Ar, semuanya itu sudah atas nama Dirga. Kita tidak bisa mendapatkan dengan mudah kalo Dirga tidak tanda tangan, apalagi jika Dirga sampai mati."


"Mau sampai kapan kita bekerja untuk Dirga pa.?"


"Bukan kita yang bekerja untuk Dirga, tapi Dirga yang bekerja untuk kita, lihatlah saat kita pulang, kita liburan bahkan kita mengambil uang seberapa besar, Dirga tidak akan curiga. Karena dia mengira kita itu keluarganya." kata Boni lagi.


Dirga menggeram giginya bergemulutuk seolah ingin mengunyah dia manusia yang sudah dianggap keluarga.


Tanganya terkepal begitu kuat. Seandainya kemarahan yang kemarin belum hilang, sudah pasti saat ini Dirga sudah menghabisi dua nyawa sekaligus.


"Kurang ajar.." geramnya.


Dirga segera menghubungi Nara.


"Nar, kumpulkan semua Dewan direksi untuk berkumpul di ruang meet. Karena ini sangat penting." ucapnya


"Baik Pak." jawab Nara


Tok tok.


"Masuk"


"Ini pak laporan keuangan yang bapak minta." ucapnya


"Kamu duduk si sini, jangan kemana mana." jawabnya


Sebelum Dirga mengetahui berapa kerugian yang sudah di keluarkan oleh kedua mahluk yang berpura pura jadi keluarganya.


"Pak Dirga, semuanya sudah berkumpul di ruang meet.?"

__ADS_1


"Ok, baiklah tunggu 5 menit lagi." ucapnya


"Pak Dirga, saya minta maaf karena sudah menutupi semuanya dari bapak. Saya adalah orang yang di percaya oleh pak Brama. Saya tau betul perjuangan ayah anda dulu saat memperjuangkan perusahaan ini."


"Pak Brama? Siapa pak Brama Robert?" tanya Dirga dengan geram


"Pak Brama Dirgantara adalah Ayah kandung anda pak Dirga." ucapnya sambil menunduk


Jeddaarrrr...


Bagai di sambar petir jantung Dirga. Mendengar kenyataan Brama adalah ayah kandungnya.


"Apa maksudmu Robert?" tanya Dirga mulai emosi


Usia Robert saat ini adalah sekitar 59 tahun. Dirinya sudah bekerja lama dengan Keluarga Brama.


Jadi Robert tau betul tentang Kehidupan bosnya. Dan penyakit yang di deritanya yang tiba tiba.


Robert menceritakan semua kejadian masalalu keluarga Dirga


"Dan pak Boni itu bukan ayah kandung anda. Dia hanya menggantikan posisu ayah anda pak." jawabnya


Wayah Dirga menyerah, matanya mulai menampakkan kebengisan nya 


"Apa ceritamu itu bisa ku percaya?" tanyanya


Robert mengangguk. Lalu segera mengambil album pernikahan yang sudah lama Robert simpan.


Robert sebenar nya ingin menceritakan sejak dulu. Namun nyawanya selalu di ancam oleh Boni.


Tanpa sepatah kata lagi, Dirga segera keluar dengan membawa album dari Robert.


"Pak Dirga mau kemana?" tanyanya


"Saya harus temui mamaku." ucapnya


"Pak Dirga. Semuanya sudah menunggu." ucap Nara


Namun Dirga tidak mau menghentikan langkah nya. Dan tetap berjalan setengah berlari meninggalkan kantor.


Dengan nafas yang beraturan Dirga segera berlari melewati tangga darurat.

__ADS_1


Untuk saat ini tidak ada yang lebih penting. Selain menanyakan tentang kebenarannya.


...***...


Cantika sedang duduk di teras belakang. Sambil menatap foto mendiang suaminya.


Cantika memang sangat terpukul atas meninggalnya suaminya dalam kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


Cantika menghapus air matanya. Kenangan terindah Cantika bersama suaminya adalah. Ketika Cantika di nyatakan hamil, Brama begitu bahagia dengan kabar itu.


Hingga Brama segera memberi taukan pada keluarga besarnya tentang kehamilan istri nya.


Semua pada menyambut bahagia. Termasuk orang tua Brama. Sedangkan Boni, Boni menatap tidak suka dengan kabar ini. Karena kemungkinan besar perusahaan ini akan jatuh turun temurun pada keturunan Brama.


Lagi pula kedua orang tuanya juga sangat mengharap Brama sebagai penerus perusahaan ini. Karena Perjuangan  Brama dalam membangkitkan kembali perusahaan yang hampir tinggal nama saja.


Braakkk...


Cantika terlonjak kaget saat mendengar pintu utama di buka dengan sangat keras.


Cantika segera keluar dan melihat siapa yang datang tidak ada tata krama.


"Dirga, kau kenapa nak?" tanyanya


"Siapa ini?" tanya, Dirga sambil melempar album nya.


"Kau dapat dari mana Ga?" tanya nya.


Cantika jelas tau keadaan hari Dirga satu ini, pasti sangat kecewa dan marah karena sudah di bohongi


"Katakan ma. Siapa yang ada di foto ini?" tanyanya lagi lebih keras.


"Duduk dulu nak. Tidak baik bicara sambil berdiri." ucapnya


Dirga segera menurut saja apa kata mamanya. Toh yang di bilang itu adalah suatu kebenaran.


"Maafin mama nak, mama sudah menyembunyikan  kebenaran ini." katanya kemudian


"Kamu jangan marah sama mama. Mama lakuin ini demi kebaikan kamu." jelasnya


"Kebaikan apa ma? Kebaikan apa yang mama harap dari sebuah kebohongan  inj?" tanya nya

__ADS_1


"Maafin mama nak." ucapnya lagi.


__ADS_2