
Dirga segera di bawa kerumah sakit oleh Prio dan juga Candra
Setelah sampai di rumah sakit, Dirga segera mendapatkan pertolongan untuk kaki dan tangannya
Beruntung Dirga tidak mengalami patah tulang. Hanya kena benturan gundukan tanah yang kering sehingga tidak perlu menginap di rumah sakit.
Namun tangannya sedikit sakit karena terkilir di bagian pergelangan tangannya.
...**"**...
Di tempat yang beda.
Sam tengah melakukan perjalanan bulan madu bersama Hellen.
Setelah penundaan hari bahagia karna ulah Dirga. Kini Sam bisa bernafas lega bisa melewati hari hari pengantin baru.
"Kita makan dulu yuk, seperi nya perutku minta di isi Sam." ucap Hellen
"Ntar juga Sam akan ngisi sebanyak banyak nya kalo sudah sampai penginapan. Apa kau sudah tidak tahan?" tanya Sam.
"Apaan sihh.. Bukan itu aku pingin makan Sam." ujar Hellen
"Oh, kirain minta di isi yang lain. Habis ngomongnya pake kode isi isian. Jadinya kan aku mikirnya isian yang itu." sahutnya sambil terkekeh.
"Nggak lucu." jawabnya
"Sepertinya kita bisa makan di tempat itu." tunjuk Hellen saat melihat ada resto yang menampilkan menu yang bervariasi.
"Yaudah kita mampir dulu." ucap Sam. Lalu Sam segera menepi dan memarkirkan mobilnya. Di deretan parkiran mobil yang lain.
Sam segera masuk dengan menautkan jemarinya pada Hellen.
"Tempat nya bagus Sam. Wow ada tamannya juga." ucap Hellen yang terkagum dengan desain resto.
"Ayok" ajak Sam.
Mereka segera berjalan sambil bercanda.
Brukkk,, "maaf.. Sa,," ucapnya terpotong saat melihat pria di depannya
"Sam, kak Hellen." gumam Dyeza
"Za, kau disini, dan ini.." tanya Sam yang melihat Yeza menggendong anak usia sekitar 4 tahun.
"Sam, maaf aku buru buru, Zaga harus di bawa kerumah sakit." ucap Yeza panik.
"Zaga, apa dia. Dia anak Dirga?" tanyanya
"Sam nanti saja aku cerita. Sekarang aku harus ke rumah sakit." pamitnya, lalu Yeza segera berlari keluar dari resto.
"Sam, sebaiknya kita antar mereka Sam. Kasian Yeza." usul Hellen
Sam pun da Hellen segera mengejar Yeza
"Ayo Za, aku antar kalian kerumah sakit. Cepat masuklah" ajak Sam.
"Tapi.. "
"Sudah ayolah buruan. Kasian Zaga juga udah kesakitan."
Akhirnya Yeza mengikuti tawaran Sam. Yeza segera masuk ke mobilnya
__ADS_1
"Ada apa Za? Kenapa Zaga bisa begini?" tanyanya
"Aku juga tidak tau. Tadi Zaga sedang duduk dekat sama aku Sam. Tiba tiba aku dengar benda jatuh. Da saat kulihat ternyata Zaga." Jawabnya
Hellen dari tadi menatap wajah Zaga. "Zaga lucu banget yaa" celetuk Hellen.
"Iya"
...***...
Sampai rumah sakit Zaga segera di tangani oleh dokter.
Sambil menunggu Zaga selesai di rawat. Yeza dan Sam duduk di ruang tunggu.
"Apa kau memberi taukan Dirga tentang Zaga?" tanya Sam.
Yeza hanya menggeleng. "Aku takut mengganggu kebahagian keluarga mereka Sam." jawabnya
"Keluarga?" tanya nya
"Waktu itu aku datang ke sana. Dan melihat kemarahan Dirga yang mengatakan jika anak yang ada di rahim Tania adalah positif anak Dirga. dan Mama Cantika tidak ingin putranya itu lari dari tanggung jawab. Mama Cantika mendesak mas Dirga untuk menikahi Tania."
"Itu tidak enak Za, Tania memaksukan hasilnya. Dan sampai saat ini Dirga belum menikah lagi." jawabnya.
Yeza menatap Sam. "Apa kau tidak berbohong?" tanya nya
"Tidak Za, aku sendiri yang menemukan jika surat yang itu palsu. Dan kau tau. Kehidupan Dirga sekarang jadi lebih tidak ada yang kontrol. Siang malam hanya untuk bekerja agar bisa sedikit menggeser bayanganmu darinya." tambah Sam
"Orang tua Zaga." panggil Dokter
"Iya dokter. Bagaimana putra saya.?" tanya nya
"Mari keruangan saya. Saya akan jrlaskan." ajak dokter Fatih.
"Zaga harus melakukan oprasi bu. Karena kakinya mengalami patah." jawab dokter
"Lakukan yang terbaik dokter." sahut Yeza.
"Dan ada lagi, Zaga juga menderita usus buntu. Kami juga harus segera bertindak bu. Agar Zaga tidak mengalami kesakitan lagi." terangnya
"Jadi selama ini, anak saya menderita usus buntu.?" tanya Yeza
Dokter Fatih mengangguk.
"Pantas saja, Zaga sering mengalami sakit perut. " gumamnya
"Bagaimana bu? Apa kami bisa segera melakukan oprasi?" tanya Dokter Fatih
"Boleh dok, tolong berikan yang terbaik" ucap Yeza
"Baik. Saya akan melakukan yang terbaik buat Zaga."
"Sam aku tinggal dulu ya, untuk mengurus administrasi Zaga" pamit Yeza
"Iya, aku akan menunggu di sini sama Hellen."
Yeza segera meninggalkan Sam bersama Hellen.
"Permisi Sus, mau urus administrasi untuk Zaga Dirganta Alienzki." ucap Yeza
"Sebentar ya bu. Silahkan tunggu sebentar." ucapnya
__ADS_1
Yeza segera duduk menunggu di depan kasir. Setelah beberapa saat Nama Zaga di panggil.
"Ini bu sementara masih 50 juta. Masih proses juga bu, dokter masih ngecek apa apa lagi untuk keadaan pasien." ucapnya
Yeza memandang suster yang mengurus administrasi.
"Ini nggak salah sus?" tanya Yeza bingung yang melihat nominal nya
"Iya bu, ini untuk perawatan dan oprasi yang akan dilakukan 3 x." ucapnya.
( melakukan oprasi secara bertahap. tidak dalam satu waktu. )
"Terimakasih suster."
Yeza segera berjalan meninggalkan kasir. "Aku punya duit dari mana? Uang resti dan kafe belum mencukupi." gumamnya.
Yeza segera mengambil ponselnya untuk menelpon papanya.
"Ohh iya, ini kan ada kartu dari Dirga yang belum pernah aku pakai. Kira-kira masih bisa nggak sih." gumamnya
Yeza segera melangkah meninggalkan taman lalu menuju kasir.
"Suster bisa saya mencoba pakai kartu ini?" tanya nya
"Oh bisa bu. Silahkan." jawab suster
Yeza segera memasukkan kartunya dan mengingat ingat kata sandinya. Dulu Dirga bilang sandinya adalah tanggal lahirku.
Yeza pun segera mencoba. Dan akhirnya berhasil.
Yeza segera menekan nominal angka 50 juta. "Suster ini sudah bisa." ucap Yeza
Setelah transaksi berhasil Yeza segera meninggalkan kasir dan berjalan menuju ruang tunggu.
"Bagaimana Za?" tanya Sam
"Sudah Sam. Untung aku masih menyimpan kartu pemberian Dirga dulu. Dan kartunua belum di blokir."
...****...
Dirga sedang duduk di kursi kebesarannya. Walaupun tangannya masih terasa ngilu. Namun Dirga tetap bekerja.
Karena sudah tidak ada orang lain lagi yang akan membantunya.
Tok tok
"Masuk" ucap Dirga
"Pak Dirga, baru saja ada penarikan uang sejumlah 50 juta dari kartu atas nama DYEZA." ucap Robert
Dirga segera mengalihkan pandangannya ke asal suara yang sudah menyebut nama wanita yang Dirindukan
"Apa? Lacak sekarang pak Robert, dimana dia melakukan penarikan uang itu." titah Dirga pada Robert.
Tangan yang tadinya masih terasa ngilu. Mendadak sembuh. Semua persendian seolah berfungsi kembali.
"Baik Pak. Saya akan segera cek." ucapnya. Lalu segera pamit.
"Sebentar lagi aku akan menemukan kalian Za. Kau tak bisa pergi lagi dariku. Sudah cukup 4 tahun kau menyiksaku Za." lirihnya sambil bibirnya menyunggingkan senyum
...****...
__ADS_1
"Jadi kau yang sudah menyembunyikan mereka Sam? Aku pikir kau adalah sahabat baikku. Tapi ternyata aku salah, kau sudah menyembunyikan istri dan anakku."