DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Kenapa Kamu bisa membuat luka pada tubuh Tania


__ADS_3

...****...


Setelah di telusuri keberadaan Yeza lewat penarikan uang yang di lakukan Yeza.


Dirga segera berangkat menuju rumah sakit tempat di mana Yeza berada.


"Lebih cepat Ndra." Dirga mulai tidak sabar, ingin buru buru menemui istri dan anaknya


"siap bos" jawabnya. padahal Candra sudah berusaha untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. namun entah kenapa Dirga merasa perjalanannya sangat lambat.


apa lagi ini sudah sangat malam. sehingga pandangan sedikit terbatas.


...***...


"Za, sebaiknya kau hubungi Dirga." ucap Sam pada Yeza.


Mereka tengah menunggu Zaga yang sedang di oprasi.


"Iya, aku pikir dia sudah menikah sama Tania." sesalnya


"Aku kan pernah bilang, Dirga tidak mungkin menghianati mu Za. Dirga itu ingin berubah, memang dulu Dirga tidak seperti itu. Kau tau sendiri kan Dirga kalo marah pasti akan melampiaskan kemarahan itu pada Orang lain." jelas Sam


"Sam, siapa Pita?" tanya Yeza tiba tiba.


"Dari mana kau tau nama itu Za?" tanya Sam


"Aku pernah mendengar Dirga menyebut namanya Sam. dan kamu tau Dirga menyebutkan nama itu di saat dia sedang marah sama aku" kata Yeza


"Sebaiknya kau tanya saja sama Dirga Za, aku tidak berhak menceritakan masa lalu Dirga." ucap Sam


Yeza paham apa yang di katakan Sam. Memang sebaiknya dirinya bertanya langsung pada Dirga


"Za, setelah kepergianmu, Dirga tidak ingin melihat karyawannya menikah. Dia berpikir dia akan menderita sendiri saat orang orang terdekatnya itu memilki keluarga sendiri. Apa kau tau Za.? Aku menikah diam diam dari Dirga," ucap Sam yang merasa geli dengan kelakuan dan keputus asaan sahabatnya.


Dirga ingin semua orang juga mengalami sepi, bukan hanya dirinya saja yang kesepian tanpa ada cinta di sisiNya


Yeza hanya menyunggingkan senyum, "miris sekali hidupnya, pantas saja surat perceraian yang di minta Yeza tidak kunjung datang. dan Surat surat penting untuk urus perceraian ada dirumah Dirga, jadi senekat apapun Yeza ingin menggugat tetap tidak bisa." batin nya


...***...


Dirga sudah sampai di parkiran rumah sakit.


Dirga segera berjalan dengan langkah lebar memasuki lobi rumah sakit.


"Permisi Sus, apa disini ada pasien yang bernama Dyeza?" tanya Candra, yang sudah sampai di depan informasi


"Sebentar ya pak, kami cek dulu data pasien yang masuk." jawabnya


Candra mengangguk sambil menunggu suster itu ngecek data pasien.


"Tidak ada pak. Apa dia pasien baru?" tanya nya


"Hemm.." Candra sedikit berpikir.

__ADS_1


Namun Dirga segera menarik tangan Candra untuk menjauh. Dirga meminta pada Candra untuk mencari sendiri.


"Kita cari sendiri Ndra." ajak Dirga


Mereka segera berjalan menyusuri lorong lorong rumah sakit. Dan telinga Dirga tidak sengaja mendengar suara wanita yang sangat di kenal.


Dirga melihat Sam yang duduk tidak jauh dari Yeza duduk.


"Mereka berdua? Apa yang mereka lakukan di sini?" batinnya


"Aku sarankan sebaiknya kau segera menghubungi Dirga Za." ucap Sam lagi.


"Jadi kau yang sudah menyembunyikan mereka Sam? Aku pikir kau adalah sahabat baikku. Tapi ternyata aku salah, kau sudah menyembunyikan istri dan anakku." tanya Dirga tiba tiba.


"pantas saja, saat aku tanya dan memintamu untuk mencari keberadaan mereka kau selalu bilang tidak bisa di lacak. jadi ini rencanamu?"


"Ga, kau ada disini?" tanya Sam gugup saat melihat wajah tidak bersahabat dari Dirga.


"mas, kau tau dari mana... ", ucap Yeza yang langsung di potong oleh Dirga


"Kenapa? Apa kau bermaksud mengambil Yeza dan anakku dari aku hmmm.?" tanya nya lagi pada Sam


"Ga, kau jangan salah paham Ga. Aku hanya.. '"


Bughhh...


Bughhh...


Bughhh..


"Mas hentikan. Kau salah paham pada Sam." ucap Yeza.


Dirga segera menghentikan tangannya yang sudah di udara.


"Kau membelanya hmmm?" tanya


"Bukan membela mas. Tapi kau salah paham padanya."


Dirga kembali memberi hadiah Bogeman pada wajah Sam.


"Hentikan. Kau tidak berhak memukul suamiku Dirga, dia hanya menolong anak dan istrimu." teriak Hellen yang sudah datang dari kantin.


"Suami? " tanyanya sambil mengerutkan keningnya


"Iya, Sam adalah suamiku. Kau jangan main pukul suami orang." kata Hellen sambil mendorong tubuh Dirga agar menjauh dari suaminya.


Hellen segera membawa Sam pergi untuk mendapat kan pertolongan dari dokter.


Setelah kepergian Sam dan Hellen. Kini tinggal Yeza dan Dirga yang masih menunggu di depan ruang oprasi.


"Siapa yang sakit?" tanya Dirga selanjutnya


Yeza diam masih marah pada Dirga suaminya. seandainya pertemuan malam ini tidak di awali dengan kesalah pahaman. sudah tentu Yeza dan Dirga akan segera melepas rindu.

__ADS_1


namun karena insiden baru saja, membuat mereka jadi sedikit menjaga jarak.


"Za," panggilnya


"Hmm.." jawabnya lirih.


Jantung Dyeza tak bisa diam dari debaran yang tiba tiba.


Lontaran kata yang sudah di siapkan tiba tiba hilang.


Begitu juga dengan Dirga. Padahal awalnya Dirga akan marah pada Yeza yang tidak kunjung memberi kabar tentang dirinya dan anak nya yang kini sudah berumur 4 tahun


"Mas," "Za" panggil mereka bersamaan


"Kau aja dulu mas." ucap Yeza yang sedikit grogi.


"Kau saja." balasnya


Mereka kembali  diam. Tak tau mau bicara apa. Mereka sama sama gugup. Untuk sekian Detik hingga beberapa menit.


"Maaf kan aku, sudah menyembunyikan darimu tentang kejadian malam itu, di mana kamu harus hidup terpaksa bersamaku." ucap Dirga dengan pandangan lurus kedepan.


Yeza masih diam.


Hingga suara pintu ruang oprasi telah di buka dari dalam.


"Dokter, bagaimana keadaan putra saya.?" tanya Yeza yang langsung menyambut dokter


"Semuanya berjalan dengan lancar buk. Kita tinggal menunggu Zaga siuman." ucap Dokter, sambil melirik pada Dirga yang berdiri di samping Yeza.


"Terimakasih dokter." ucap Yeza


Dokter pun segera meninggalkan mereka berdua.


"Siapa Zaga? Apa dia anak kita?" tanyanya


Yeza menatap Dirga. Ada rasa bersalah pada suaminya yang sudah membiarkan Suaminya ini hidup selama 4 tahun dalam rasa penasaran.


"Iya dia anakku., ehh anak kita" jawabnya


Perasaan bahagia kembali menghampiri Dirga saat mendengar pengakuan dari Yeza.


"Mas, maafin aku, aku sudah salah paham padamu. Aku kira apa yang di bilang Tania adalah kebenaran." ucapnya lagi


Dirga tersenyum kembali mendengar ucapan minta maaf dari istrinya.


"Tapi jangan senang dulu mas. Karena kau punya hutang banyak padaku tentang wanita yang bernama Tania. Kenapa kamu bisa membuat luka di tubuh yang sangat tertutup itu pada Tania. Yang hanya bisa di jamah oleh suaminya." kata Yeza selanjutnya.


Tubuh Dirga kembali menegang mendengar perkataan dari Yeza. Memang benar bagian tubuh yang hanya boleh di sentuh oleh suaminya. Dan itu kesalahan besar Dirga sudah dengan berani menjelajahi tubuh Tania


"Aku akan jelaskan nanti, saat kita sudah pulang." jawabnya kemudian


"Bu. Pasien atas nama Zaga sudah boleh di jenguk. Tinggal menunggu dia bangun." ucapan Suster yang berhasil membuat kedua nya langsung terdiam

__ADS_1


"Terimakasih suster." jawabnya


__ADS_2