
"Bisa kirim bunga ke restoran ZAGA JUNIOR" tanya seorang pria paruh baya.
"Oh bisa tuan. Silahkan di lihat dulu. Mana yang Anda sukai untuk di pilih." jawab wanita paruh baya.
"Saya memilih yang itu. Tolong di kasih selamat ulang tahun buat putri saya." sahut Daniel
"Oh ok Pak, nanti biar di kirim saya karyawan saya. Bisa dikirim tulis alamatnya?" tanya Wanita paruh baya itu lagi
Daniel segera mencatat alamat restoran milik Yeza. Dan juga ucapan selamat ulang tahun buat putrinya.
🎂"seperti mutiara yang terindah di dasar lautan. bagi papa kamu adalah harta yang tak ternilai harganya. Papa sangat menyayangimu sayangku. Terima kasih sudah sayang sama papa dan juga cucu papu, sudah semakin mandiri dan dewasa. sehat-sehat terus yy sayang, we lovo you forever!"
Setelah menulis ucapan ulang tahun. Daniel segera pergi, tidak lupa untuk membayar bunga terlebih dahulu.
Daniel segera memasuki mobil taxi yang sudah menunggu.
Hari ini Daniel dan juga Rama tengah membuat kejutan untuk Dyeza di rumah.
Mereka sangat bersemangat. Daniel menyukai kedewasaan Dyeza sekarang. Sedangkan Rama bahagia bisa menemukan keluarga baru. Walau tidak ada hubungan darah. Namun Rama sangat menyayangi mereka.
Bertahun tahun hidup sendiri, Rama merindukan kehangatan sebuah keluarga. Semenjak istrinya meninggal karena kecelakaan. Rama tidak mau menikah lagi. Karena hanya Sarah istri yang setia menerima Rama apa adanya.
"Kak Rama kalau cape istirahat saja. Biar saya dan Liam yang melanjutkan." ucap Daniel.
"Tidak apa apa. Saya malah menyukai ini. Tnggl lahir Dyeza dengan mendiang istri saya itu sama. Jadi saya juga menyiapkan untuk mendiang istri saya juga." jawabnya
Daniel tersenyum menanggapi ucapan Rama.
"Apa kak Rama tidak memiliki keluarga lain?" tanyanya
"Saya tidak memilki keluarga lain selain istri saya. Tapi saya juga tidak tau karna sya kehilangan memori saya. Saya taunya saya sudah menikah dengan Sarah istri saya." jawabnya.
"Apa kak Rama pernah mengalami kecelakaan atau overdosis obat gitu?" tanyanya Daniel hati hati
"Kalo istri saya cerita, saya pernah kecelakaan dan masuk jurang, hingga 3 hari baru di temukan dan keadaan saya sudah sangat menyedihkan. Untung saya memiliki istri yang baik seperti Sarah." ucapnya
Tidak terasa pekerjaan yang dikerjakan sambil ngobrol itu kini sudah selesei.
Daniel segera membuatkan kopi buat Liam dan juga Rama. Mereka menikmati kopi bersama di halaman belakang rumah milik Daniel.
...****...
Di tempat yang beda
"Anggi apa kau lelah?" tanya buk Vera pemilik toko bunga
__ADS_1
"Oh. Enggak buk." jawabnya
Bu Vera tersenyum. "Kau bisa kan mengantar bunga ini di restoran ZAGA JUNIOR ini alamatnya." ucapnya sambil menyerah kan alamat pada Anggi.
"Ma, biar Vano aja, pasti Anggi kelelahan ma, dia baru saja datang setelah mengantar bunga di beberapa tempat " sahut Vano anak pemilik toko bunga.
"Tidak apa apa mas Vano, saya masih sanggup kok." jawab Anggi
"Ya sudah biar aku antar saja kamu." ucap Vano
Vera mandang kedua remaja yang ada di depannya.
"Apa apaan ini Vano. Apa Vano jatuh cinta pada Anggi?" batin Vera
"Vano, kamu bantuin mama saja di sini. Lagian kamu kan baru pulang dari kampus" ucap Vera pada Vano putranya.
Vera tidak ingin anak satu satunya jatuh cinta pada Anggi. Gadis yang tidak tau asal usulnya
Kalo bukan karena membutuhkan tenaganya Vera waktu itu tidak akan menerimanya. Namun karena kasian dan juga sangat butuh bantuan. Akhirnya Vera menerima Anggi untuk membantunya.
"Ya sudah buk. Saya berangkat dulu mengantar bunganya." pamitnya.
"Ya sudah hati hati.' pesan nya
Anggi segera mengambil sepeda nya dan segera menaruh bungan pesanan kedalam Keranjang sepeda.
Dan di tambah lagi Anggi hanya naik sepeda untuk mengantar bunga.
" ma, Vano pulang dulu, mau melanjutkan tugas kuliah." pamitnya
"Ya sudah. Pulang beneran jangan main." sahut Vera
Vano segera mengambil motor yang selalu menemani dia pergi.
Vano segera melakukan motornya kejalan raya.
"Anggi, ayo biar saya antar kamu.' ucapnya
" tidak usah mas, saya bisa sendiri kok." jawabnya
"Sudah ayo buruan naik.' ucap Vano yang memaksa
" tapi mas, bagaimana dengan sepeda ini?" tanya nya
"Hemmm.. " Vano sedikit berpikir.
__ADS_1
"Titipin di situ saja. Nanti kita ambil lagi." ucapnya
"Nanti kalo hilang. Saya nggak punya uang untuk mengganti" belasnya
"Tidak akan hilang. Udah ayo buruan mumpung masih siang." ucap Vano kembali memaksa Anggi.
Anggi pun segera mengikuti perintah Vano. Anggi naik motor Vano di belakang. "Pegangan Anggi. Karena aku akan melajukan dengan cepat." ucapnya.
Dengan ragu Anggi pun melingkarkan tangannya pada pinggang Vano.
Vano segera mengeratkan lingkaran tangan Anggi.
"Sudah siap.?" tanya Vano
"Iya mas, sudah." jawabnya
...***...
"Mama, kenapa kakek Daniel tidak kesini lagi. Katanya mau jemput Zaga." ucap Zaga yang sudah mulai lelah menunggu kakeknya
"Tunggu ya sayang. Sebentar lagi, pasti kakek datang." jawabnya
"Zaga udah ngantuk ma." keluh Zaga lagi.
Yeza segera berhenti dari aktivitasnya. Lalu menghampiri Zaga yang sudah menaruh kepalanya di atas meja kerja Yeza.
"Anak mama ngantuk ya." tanya Yeza
Yeza segera mengangkat Zaga dan menggendongnya. Yeza segera membereskan tas nya sambil membawa Zaga dalam pangkuannya.
Yeza segera mengambil ponselnya unryim memanggil Tere
☎ " Tere pesankan saya taxi ya. Saya mau pulang dulu" ucapnya yang langsung di jawab anggukan oleh Tere.
Yeza berjalan ke luar sambil menggendong Zaga yang sudah teridur. Sambil tangannya nyelipin pegangan tas miliknya.
"Taxinya sudah siap bu Dyeza" ucap Tere
"Terimakasih Re, tolong bawain tas saya ya" ucap Dyeza. Tere segera mengambil alih tas yang ada ditangan Bosnya
"Permisi nona, saya mengantar bunga untuk pemillik restoran ini. Apa beliau ada" tanya wanita yang baru saja masuk restoran dengan terburu.
"Oh, itu mbak, bu Dyeza pemilik restoran ini." jawabnya.
"Terimakasih mbak."
__ADS_1
"Bu Dyeza, saya mengantar bunga untuk ibu.' ucap Anggi.
Yeza segera berbalik dan menatap pemilik suara yang baru saja memanggilnya. pandangan mereka saling bertemu.