
"Yeza.. Jelaskan pada saya. Apa itu benar?" tanya nya. Namun kali ini Cantika tidak menatap wajah Yeza.
"Ma.. Maafin Yeza ma. Semua itu.. Benar." jawabnya lirih.
Bagai di sambar petir. Telinga Cantika langsung memanas. Jantung nya serasa ingin meledak mendengar pernyataan dari Yeza.
'Bagaimana bisa Dirga tertipu oleh wanita ini. Kelihatannya saja sangat polos. Tapi wanita ini tidak lebih dari seorang pembohong besar. telah berani menjebak putranya. mentang mentang Dirga baik jadi dia memanfaatkan nya'. Batin Cantik
"Maafin Yeza ma."
"Jangan panggil saya mama. Karena mulai sekarang saya bukanlah mertuamu." tekannya
"Ma.. Tante.. Tapi saya tidak.."
"Tidak apa? Tidak seperti jal*ng gitu.. Hmmm?" ucap Cantika sambil geleng geleng.
Cantika tersenyum menyeringai lalu menatap Yeza jijik
"Saya harap kau tinggalkan putra saya sekarang juga. Masih banyak gadis baik baik di lingkungan kami. Dan sebaiknya kau jangan temui putraku lagi. MULAI DETIK INI JUGA TINGGALKAN PUTRA SAYA." tekan Cantika. Lalu segera meningalkan Yeza yang masih bingung.
"Kami sudah menikah tante."
Cantika menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menatap Yeza.
"Biar saya urus perpisahan untuk kalian. Saya tidak sudi memiliki cucu dan menantu yang tidak jelas asal usul nya." ucapnya.
Yeza menunduk lesu. Lagi lagi masalah datang kembali.
Baru menikmati hidup bahagia beberapa minggu sudah di terpa masalah.
Yeza tak tau harus kemana, pulang kerumah papanya itu sangat tidak mungkin.
Papa nya pasti akan bersedih melihat putrinya di buang begitu saja oleh keluarga suaminya.
Pulang kerumah suaminya. Itu juga tidak mungkin. Karena mertuanya sangat membencinya.
__ADS_1
Walau hidup terpisah, tetap saja anak laki laki adalah milik ibunya
Yeza terduduk di lantai masih di dalam mall. Banyak sepasang mata yang melihat dengan iba.
Ada juga yang melihat dengan sebelah mata. Seolah Yeza adalah wanita yang hina yang tak pantas hidup bahagia.
Air matanya kembali tumpah. Menangis dalam diam. Yeza segera bediri lalu melangkah keluar meninggalkan mall yang baru di masuki.
Berjalan gontai dan tak tau mau kemana.
Uang tidak punya. Dirga memang tidak pernah memberi uang padanya, karena semua kebutuhan Yeza sudah terpenuhi.
Yeza hanya membawa kartu hitam pemberian Dirga. Belum pernah sama sekali Yeza menggesek nya.
Ponsel nya juga mendadak hening. Biasanya Dirga akan menelpon kalo tidak memberi pesan singkat. Tentang keadaan bayinya.
Semuanya Yeza rasa sudah berubah.
...***...
Dirga mendongak menatap mamanya yang tiba tiba sudah brada di ruangannya
"Apa maksud mama?" tanya Dirga
"Katakan siapa wanita yang sudah kamu nikahi?" tanya nya lagi
"Dia Dyeza mam. Wanita yang mulai Dirga cintai." jawabnya
"Kenapa kau menikahi wanita yang sudah hamil?" tanya nya
"Ma.. Anak itu anak Dirga mam." jawabnya
"Jangan bodoh kamu Ga. Kamu sudah di bohongi oleh wanita itu. Kau menikah dengan dia dalam keadaan hamil. Apa kau tau itu?" tanyanya dengan emosi yang tak bisa di kontrol.
"Dari mana mama tau semua itu?" tanyanya mulai frustasi
__ADS_1
"Tidak penting mama tau dari mana."
"Mama ingin kalian bercerai. Mama tidak ingin memiliki cucu dan menantu yang tidak jelas." ucapnya lagi
"Ma.. Dia anakku bayi yang ada di rahim Yeza itu anakku. Aku lah yang sudah menyebabkan bayi itu ada di sana."
"Apa maksudmu Dirga?" tanyanya
"Aku yang sudah memperkosa Yeza mam." jawabnya sambil menunduk
Mata Cantika membola tidak percaya. "Jangan membelanya Ga." ucapnya "kamu jangan mengada ada. anak mama tidak mungkin melakukan kriminal seperti itu." sangkal Cantika
"pasti Yeza kan yang sudah menggodamu?" tanya Cantika lagi. yang dapat gelengan kepala dari Dirga.
"Dirga tidak membela. Emang itu kenyataan nya ma. Dirga yang sudah memperkosa Yeza." jawabnya lemah. Setelah mengucapkan itu hati Dirga sedikit tenang. Seperti masalah ny sudah terselesaikan.
"Apa kau yakin dia itu anakmu?" tanya Cantika ragu
"Dirga sangat yakin ma. Karena Dirga selalu mengawasi dia dengan siapa bergaul." jawabnya lagi
"Sekarang apa yang mama ragukan dari pengakuan seorang Dirga yang brengsek.?" tanya Dirga menatap mamanya. Tatapan penyesalan yang Dirga tunjukkan
"Mama.. Mama meninggalkan Yeza di mall sendiri." ucapnya yang sangat lirih. Namun Dirga masih bisa mendengar
"Whaaat...??" tanya nya tak percaya
"Mama... Mama msu tau kenapa Dirga tidak jujur sama Yeza. Soal ayah anak itu. Itu karena Dirga tidak ingin Yeza benci padaku mam." ujar Dirga. Lalu segera meraup wajahnya sendiri.
Sangat frustasi saat mendengar mama nya dengan tega meninggalkan Istrinya di tempat umum
Dirga segera mengambil ponselnya. Dan segera melakukan panggilan pada Sam.
Tak butuh waktu lama. Sam sudah mengangkat telp nya.
Dirga segera meminta Sam untuk mencari Yeza di mall yang tadi di kunjungi oleh istri dan mamanya.
__ADS_1