
...***...
Dirga segera mencari kontak Sam.
Setelah ketemu, Dirga segera klik tombol memanggil.
Dalam deringan kedua Sam sudah menjawab.
☎ "Kau di mana Sam?"
☎ "masih mengikuti mobil di depan."
☎ "awasi dan ikuti terus Sam. Ponsel Yeza sepertinya sudah mati." ucap Dirga
☎ "tentu Ga,"
Panggilan pun segera di ahiri. Dirga segera ngecek kembali ponsel nya. Membuka kontak Yeza dan mengaktifkan GPS nya.
Lagi lagi Dirga kesal karena belum tersambung.
Hingga beberapa saat muncul titik milik Yeza,
Dirga segera keluar meninggalkan ruangan.
"Pak Dirga, ada rapat nanti jam 1 siang." ucap Nara yang melihat Dirga berjalan terburu buru.
Dirga menghentikan langkahny.
"Batalkan semua rapat hari ini." jawabnya
"Tapi pak.. Ini dari..." ucapnya terhenti karena Dirga tak mau mendengar.
Nara segera menelpon manager Otomotif fersal, perusahaan yang akan merekrut perusahaan yang di kelola Dirga untuk kerja sama.
Setelah selesei ngobrol Nara segera menutup kembali telponya.
"Nara, Dirga ada?" tanya pak Boni.
"Maaf pak, pak Dirga baru saja keluar." jawabnya
"Keluar?" tanyanya lagi dengan mengernyitkan keningnya
"Iya Pak." jawabnya lagi
"Kemana? Bukannya nanti siang ada rapat dengan mr Alfa?" tanya nya
"Pak Dirga membatalkannya untuk hari ini pak. Mungkin kalo pihak otomotif fersal masih mau lanjut, bisa di tunda besok." jawabnya
Boni mengepalkan kedua tangannya. Terlihat sekali jika Boni saat ini sangat marah dan kecewa
Peluang proyek besarnya bisa gagal karena ulah Dirga. dan itu artinya Boni semakin pesimis untuk membuat dirinya kaya karena kecerobohan Dirga.
__ADS_1
Boni segera meninggalkan ruangan Dirga dan menuju ruangan Arka, dengan menahan emosi yang membara.
Semakin kesal saat melihat Arka, bukannya bekerja tapi malah sibuk main telponan sama Paquita.
Boni segera merebut ponsel yang Arka bawa. Lalu segera mematikan sepihak obrolan keduanya
"Kau itu memang bodoh sekali. Dirga meninggalkan rapat penting dengan Mr Alfa. Perusahaan yang menawarkan kerjasama dengan kita hari ini." kata Boni dengan berapi api
"Lalu apa masalah nya paa?" tanya Arka yang begitu polos. Entah polos atau bodoh
"Apa msalahnya? Kamu tanya apa masalahnya? Maslah nya itu kita tak bisa mendadak kaya. Kalo Dirga begitu lambat untuk bekerja. Di tambah lagi kita jadikan Dirga adalah robot kita. Bukan dia yang harus menentukan langkahnya TAPI KITA ARKAA.!!" ucap Boni dengan Nada yang meninggi.
Arka baru paham setelah sang papa menjelaskan. "Memangnya Dirga pergi kemana pa?" tanyanya
"Papa tidak tau. Karena Nara si sekertaris itu juga tidak tanya mau kemana. Yang papa dengar dari Nara, jika Dirga sangat terburu buru." jawabnya
"Mama.. Kita tanya sama mama pa." usul Arka
"Wanita bodoh itu? Haahaa.. Mana dia tau tentang Dirga. Dia begitu abai pada Dirga dan tidak pernah mau tau lagi dengan keadaan Dirga." jawabnya
"Kenapa papa begitu? bukannya mama sangat mencintai Dirga.?" tanya Arka
"Cinta apaa? Dia bahkan tidak peduli dengan keadaan Dirga." jawabnya.
Boni tidak tau saja, jika Cantika sangat peduli dengan putra nya. di depan Boni saja Cantika terlihat cuek.
...****...
Dirga mengemudi mobilnya dengan kecepatan di atas biasanya
"Siapapun yang sudah bermain main dengan keluargaku. Jangan harap kau bisa bernafas lebih lama." gumam Dirga mengancam.
Dirga yakin itu adalah musuhnya atau jangan jangan itu orang orang yang Kersan kirim.
Karena dendam kemarin sore yang membuat Kersan harus mengalami kritis.
Dirga dan Kersan memang memiliki dendam sendiri.
Kersan yang dulu sudah merebut pitaa dari Dirga.
Di tambah lagi Kersan sudah mengirim seseorang untuk mencuri barang berharga milik Dirga. dan mengacaukan bisnisnya.
Dirga menatap Titik terkini Yeza. Dan ternyata ***** nya sudah berhenti sejak 10 menit lalu.
Dirga semakin dekat dengan tempat Istrinya berada
Setelah semakin dekat Mobil Dirga di hadang oleh Sam.
"Tunggu Ga. Jangan gegabah, sepertinya mereka mengancam istrumu. mereka hanya menginginkan isteimi." ujar Sam
"Maksudmu?" tanya nya
__ADS_1
"Karena aku mendengar salah satu dari orang itu menelpon seseorang. Dan melaporkan jika wanita yang menjadi target nya sudah berada di tangannya." ucapnya.
Dirga berpikir pantas saja, penculik itu tidak ada menghubungi Dirga nya untuk sekedar mengancam.
"KURANG AJAR.. SIAPA PUN DIA, KALO SAMPAI TERJADI SESUATU PADA ANAK DAN ISTRIKU. LIHAT SAJA." suara Dirga yang menggeratak karena ucapanya begitu sangat menampakkan kemarahannya.
Yeza masih dalam pengaruh obat bius. Jadi belum membuka matanya.
"Cantik.gumsm pria yang sudah Tyo sewa."
"Kalo kita bunuh sayang kan Har?" tanyaa seorang pria lagi
Mereka ada 4 orang. Orang yang sering Desi sewa itu juga di sewa oleh Tyo.
Tubuh Yeza sedikit bergerak. Dan matanya mulai membuka. Obat bius nya ternyata sudah mulai menghilang.
Yeza mengerjap ngerjap kan matanya. Lalu menatap ruangan yang sangat bau, dan melihat tempat ini begitu asing.
"Selamat sore cantik." sapa seorang pria yang sudah lebih dulu mendekati Yeza.
"Ka.. Kau.. Apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanya Yeza dengan memundurkan posisinya saat ini.
"Tenang.. Aku hanya ingin menikmati tubuhmu yang sedang hamil ini. Sepertinya enak ya menggauli wanita hamil." ujar Seno ayah Juna
"Jangan sentuh aku... aku mohon jangan sentuh aku.." ucapnya dengan meneteskan airmata. karena pria yang satu ini begitu sangat dekat dan nekat.
"Mama.." gumam Yeza. Hanya nama itu yang bisa Yeza sebut saat melihat pria yang bernama Seno.
"Kau tidak usah takut. Aku hanya ingin men..."
"Jauhkan tangan kotormu dari tubuh istriku brengaek.!!" teriak Dirga.
Dengan cepat anak buah Dirga segera menyerang orang yang sudah menculik Yeza.
Dengan sigap Seno segera menangkap tubuh Yeza. Dan menodongkan senjata tajamnya pada leher Yeza
"Jangan macam macam kau. Lepaskan istriku?" bersamaan dengan Yeza yang menendang bagian sensitif milik Seno.
Seno segera melempar Yeza karena terkejut dan rasa ngilu yang di dapat. karena serang mendadak dari Yeza
Ouhhh.. Pekik Yeza saat terjatuh di lantai. Pinggangnya merasakan begitu nyeri.
Dirga segera menolong istrinya sedangkan Seno langsung di hajar oleh Candra.
"Kau tidak apa apa kan?" tanya Dirga.
"Pria itu.. Pria itu yang sudah membunuh mamaku." ucap Yeza dengan suara tangis pilunya.
Mendengar pengakuan Yeza. Tentang Seno ternyata dia adalah penjahat pembunuh. Pasti ada orang yang sudah menyuruhnya.
HENTIKAAAANNN... Dirga berseru pada pada anak buahnya.
__ADS_1
Yeza, menatap suaminya bingung. "Kenapa di berhentikan. Dia sudah membunuh mamaku 14 tahun yang lalu. apa yang ingin kau lakukan mas? Jangan bilang kau.." ucap an Yeza yang langsung di potong oleh Dirga
"Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk orang yang sudah membunuh mertuaku."