DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Saya Beri 10 juta


__ADS_3

"Mulai sekarang mama akan selalu bawa kamu jalan jalan. Kau adalah anak perempuan mama sekarang." ucap Cantika.


Cantika dari dulu memang sangat mendamba anak perempuan. Namun  kehadiran Dirga juga sangat membuat hati Cantika bahagia.


Kemiripan wajah Dirga hampir menyamai papa kandungnya.


Teringat kembali saat suaminya di kabarkan kecelakaan.


👉 Waktu itu. Brama Dirgantara suami dan juga ayah kandung Dirga. Di bawa kerumah sakit.


Karena keadaannya yang semakin memburuk.


Penyakit yang di deritanya adalah penyakit tumor pada kepala.


Brama di bawa oleh Boni dengan membawa jasa ambulance.


Boni adalah adik kandung Brama.


Menjadi tradisi dalam keturunan Dirgantara. Jika anak laki laki yang lahir pertama, maka dia yang akan mewarisi semua perusahaan milik Dirgantara.


Dan Brama juga memiliki anak pertama laki laki. Sudah sewajarnya Dirga yang akan meneruskan nya.


Tiba tiba mobil yang membawa Brama kecelakaan bertabrakan dengan mobil lain pertamina.


Tidak bisa berbuat apa apa selain menyaksikan mobil ambulance itu terbakar bersamaan dengan suara ledakan.


Sudah di pastikan penumpang pun mengalami luka bakar yang tak bisa di kenali.


Brama yang waktu itu sedang kritis dan tak bisa untuk bergerak.


Brama pun ikut terbakar di dalam mobilnya.


Semuanya mungkin sudah menjadi takdir Dirga, hidup dan di besarkan oleh ayah tirinya. Dan juga pamannya. Adek dari papa kandung Dirga. 👈


"Itu kan Anggi." gumam Yeza


"Siapa nak.?" tanya Cantika saat tersadar saat Yeza melepas tautan jemarinya pada Cantika.


"Itu mah.. Itu adek Yeza." jawabnya.


"Yang mana?"


"Itu yang pakai gaun merah sepaha." jawabnya


Cantika mengernyitkan keningnya. "Dia adekmu? Kok pakaian nya kayak gitu." ucap Cantika

__ADS_1


Yeza tersenyum malu pada mertuanya. "Sebentar ya ma. Biar Yeza samperin." pamitnya


Cantika mengangguk lalu mengikuti Yeza dari belakang.


"Anggi.." panggilnya


Anggi segera menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.


Di sebelah Anggi ada seorang pemuda seusia nya. Mereka tengah bercanda dan saling memegang tangan.


"Kak Za." sahutnya. Lalu menatap Yeza yang begitu anggun dan cantik dengan gaun putih yang berkelas.


Beda dengan dirinya. Yang hanya memakai pakaian seharga di 100 ribuan. Paling lebih pun sedikit.


Anggi menatap wanita yang ada di belakang Yeza.


"Anggi kau kenapa disini? Kamu tidak sekolah?" tanya nya


"Ihh suka suka aku dong kak. Orang mama juga nggak nglarang kok." jawabnya


"Anggi jangan gitu dong dek. Kasian papa, papa pasti sangat sedih kalo tau kamu nongkrong disini." ucap Yeza lalu melihat pria yang ada di samping Anggi


"Kakak nggak usah ngatur ngatur aku. Aku berhak menentukan hidupku. Aku wanita bebas." jawabnya dengan nada meninggi


Anggi menatap wanita yang sangat anggun yang ada di belakang Yeza.


"Tante siapa. Ikut campur keluarga saya.?" tanya Anggi sambil menatap tidak suka


"Anggi jaga sikapmu. Dia mertua kakak." jawabnya


"Oohh.. Jadi ini mertua kakak." tanya Anggi dengan wajah sinis.


"Tante seharusnya menasehati menantu tante. Jangan saya." ucapnya


Cantika menatap Anggi bingung. "Apa maksudnya." tanya Cantika


"Anggi.. jaga sikapmu dek."


"Haaahhhaa..." Anggi tertawa keras


"Tante tidak tau.?" tanyanya


"Tau tentang apa?"


"Menantu tante yang sok polos dan suci. Terlihat baik tapi busuk." jawabnya

__ADS_1


"Anggi..!" teriak Yeza


"Kenapa.. Kaka takut mertua kakak tau yang sebenarnya tentang anak ini?" tanya Anggi mengejek


"Tau yang sebenarnya apa maksudnya?" tanya Cantika


Yeza menunduk. Benar benar tak punya keberanian untuk menatap mertuanya dan juga Anggi.


"Dek sudah, jangan begitu, kaka cuma nasihatin kamu."


Tidak menyangka jika Anggi akan membuka aibnya di depan mertuanya.


"Tante tanya saja sendiri pada menantu kesayangan tante." ujar Anggi. Lalu kembali duduk bermesraan dengan pria nya 


"Tolong ceritakan pada mama Za. Apa maksud dari yang adekmu bucarakan." ucap Cantika dengan saja memohon


Yeza masih menunduk malu. Takut akan reaksi mertuanya jika tau yang sebenarnya.


"Dia mana mau membuka aibnya sendiri tante." sahut Anggi


"Kalo begitu ceritakan apa yang terjadi sebenarnya nak. Tante akan bayar setiap suara yang kamu keluarkan demi sebuah kebenaran." ucap Cantika pada Anggi


Mata Anggi membolak tidak percaya. Wajah nya berubah menjadi sangat ceria.


Lalu segera beralih ke wajah yang seolah tidak butuh duit.


"Emang tante mau bayar berapa?" tanyanya


"Berapapun yang kau minta. Akan tante kasih." jawabnya


"Baiklah aku minta bayaran 10 juta " jawabnya


"Ok... Akan tante transfer ke rekening kamu." jawabnya


Anggi menatap Yeza yang masih menunduk. Lalu tersenyum mengejek.


"Anak yang ada di rahimnya itu, bukanlah anak dari putra tante." jawab Anggi


"Kau jangan mengada ngada. Putraku tidak mungkin bodoh dalam memilih pasangan." emosi Cantika


"Kalo tidak percaya, tanya saja sama menantu kesayangan tante." ujar Anggi


"Ceritakan.. Kenapa anak tante mau menikahi dia.?" tanya Cantika lagi pada Anggi.


"Lebih baik tante tanya yang bersangkutan  saja deh. Saya mau pergi. Terimakasih tan uang jajannya." ucapnya lalu segera meninggalkan  Yeza dan juga Cantika.

__ADS_1


__ADS_2