
"Dirga, dia papa kamu nak? Di pak Brama" ucap Cantika
"Mama bilang papa sudah meninggal? Sekarang mama bilang dia papaku? Yang benar yang mana sih ma?" tanya Dirga heran
"Orang yang dalam mobil ambulan itu tidak bisa di kenali Ga, dan mama yakin dia papa kamu" ucapnya
"Kalo begitu Dirga harus melakukan sesuatu Ga. Mama mohon, kau adalah putra satu satunya Brama dan mama. Lakukan nak"
"Dirga akan melakukan nya ma. Tapi tunggu urusan Dirga selesei," jawabnya
"Ya sudah." jawabnya putus asa.
"Mama jangan begini ma, Dirga pasti melakukan sesuatu, Yeza tau rumah pak Rama. mama jangan jawatir" sahut Dirga lagi.
...****...
Setelah menginap di rumah sakit beberapa hari.
Kini Zaga sudah di perbolehkan pulang. Dirga langsung membawa Zaga pulang kerumah Dirga, yang sekarang menjadi rumah Yeza karena Dirga sudah memberikan pada Yeza.
"Aku tidak yakin jika ikatan bathin antara aku dan Zaga begitu kuat." ujar Dirga saat melakukan perjalanan pulang.
"Tarus apa mas mau membuktikan nya?" tanya Yeza
"Perlu aku coba, aku akan membuktikan nya," sahut Dirga
"Mas, jangan macam macam dengan nyawa Zaga. Kalo kau ingin membuktikan dengan nyawa, lebih baik aku membawa Zaga pergi lagi." kesal Yeza.
"Kau mau membawa Zaga kemana lagi. Aku sudah bosan menunggu kalian 4 tahun Za." ujar Dirga "makanya jangan macam macam lagi mas," abung Yeza
Saat ini Zaga masih tidur di pangkuan Yeza.
Sedangkan Dirga dan Yeza duduk di belakang kemudi.
"Kau harus jelaskan pertanyaanku ku yang kemari mas. Aku tidak ingin ada sesuatu lagi yang di rahasiakan." ucap Yeza
Setelah beberapa jam, perjalanan mereka sudah sampai di halaman rumah.
"Sini biar Zaga aku yang bawa"
Yeza segera menyerahkan Zaga pada Dirga
Mreka memasuki rumah. Dan Dirga segera membawa Zaga kekamar nya
"Mas, ini kau yang menyiapkan semuanya?" tanya nya
"Iya, sekarang kita tinggalkan Zaga sendiri, biarkan dia istirahat." ucap Dirga sambil mengunci tubuh Yeza pada tubuh nya
Yeza di sandarkan pada Dinding tangannya Dirga angkat agar tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Mas, kau mau apa?" tanya Yeza
"Aku sudah sangat merindukanmu Za, apa kau tidak tau jika selama ini aku berpuasa." tanya Dirga, sambil mencium bibir Yeza dengan lembut. Lalu beralih mencium pada leher Yeza, karena sudah tidak tahan berpuasa, Dirga segera menggendong Yeza kekamar nya.
"Mas, nanti saja aku masiih capek."
"Tidak ada alasan yang bisa membuatku menghentikan selain kata cape?. Karena walaupun kamu capek. Aku tetap akan membawamu pada surga. Kau cukup menikmati saja apa yang Dirga berikan padamu" sahut Dirga, sambil tetap mencu*bu istrinya.
...***...
Setelah ritual suami istri berjalan dengan lancar.
Yeza sudah berada di dapur karena Zaga berteriak memanggil mamanya
Zaga lapar dan ingin makan sesuatu yang di buat oleh mamanya tercinta
Sambil menunggu Yeza selese memasak. Zaga bermain dengan papanya
"Papa kedapur dulu, lihat mama sudah selesei belum." ucap Dirga pada Zaga
Zaga mengangguk dan kembali bermain sendiri.
"Belum selesei yaa?" tanya Dirga sambil menampakkan wajah laparnya.
"Belum mas, duduk gih biar aku selesei kan dulu." jawab Yeza
Dirga segera menggeser kursinya dan duduk sambil mengambil pisau untuk mengupas apel..
"Aaakkkk,, mamaaa.." teriak Zaga dari dalam.
"Mas, apa yang kau lakukan?" tanya Yeza panik. dan melihat Tangan Dirga yang mengeluarkan darah.
"Maamaahhh.. " teriaknya. Dirga hanya tersenyum melihat kepanikan yang terlihat pada wajah Yeza,
Yeza segera berlari menuju kamar Zaga, dan tangan Zaga juga mengeluarkan darah segar.
"Apa yang terjadi Ga?" tanya Yeza dan langsung menghampiri
"Mamah tangan Zaga kena ini." ucapnya sambil memperlihatkan mainan yang terlihat tajam dan sangat berbahaya untuk kulit Zaga
Yeza segera berlari untuk mengambil p3k yang selalu tersedia di rumah.
Yeza segera mengobati luka pada Zaga, membalut luka dengan perban agar terhindar dari debu, Dirga juga melakukan hal yang sama, menyodorkan tangannya yang mengeluarkan darah pada Yeza
Yeza hanya menghela nafas, "sabarr ini ujianku," batinnya. "kalian sperti anak kembar saja." ucap Yeza.
Qiqiqikk..
Zaga menertawakan kelakuan papanya yang seperti diri nya,
__ADS_1
Dirga menatap Zaga lalu mereka tertawa bersama, setelah selesei Yeza segera membereskan kotoran bekas membersihkan luka.
Zaga dan Dirga lalu melakukan tos, dan membiarkan Yeza yang mengurus semuanya.
"Ishh, mas sengaja yaa?" tanya Yeza
"Mas cuma membuktikan saja, kalo ikatan bathin kami itu begitu kuat." jawabnya
"Sama saja, jangan lakukan hal konyol lagi mas, kasian Zaga." ucap Yeza
"Kayak bau gosong" gumam Dirga yang di angguki oleh Zaga.
"Ya Tuhan masakanku.." teriak Yeza lalu segera, berlari menuju dapur.
...****...
"Coba deh Ga, kau lihat foto ini. Ini benerkan papa mu, mirip kan sama pria yang ada di rumah sakit." ucapnya.
Dirga mengamati foto Brama papa Dirga. Memang benar sangat mirip. "Apa mereka saudara kembar yang terpisah ma?" tanya Dirga
"Tidak nak, kakek mu pernah bilang jika anak nya cuma papamu Brama dan Boni paman mu." jawabnya.
"Ya sudah kita datangi kembali rumah Pak Rama ma, kita ajak sekalian Zaga dan juga Yeza. mungkin mereka juga sangat merindukan kakek Rama, secara Zaga adalah cucu kesayangan pak Rama." kata Dirga lagi
"Besok ya, Kita harus menyelesaikan urusan ini secepatnya." pinta Cantika
"Hmmm.. " jawabnya
...****...
Pagi ini, sesuai permintaan Cantika sang mama tersayang, Dirga harus cuti untuk mengurus apa yang menjadi ganjalan buat mama nya.
Mereka berangkat sangat pagi, karena perjalanan ini hanya bisa di lalaui oleh jalur darat.
"Oma, Zaga masih punya opa juga?" tanyanya
"Iya, kakek Rama itu opa nya Zaga, seneng yaa punya banyak kakek?" tanyanya
"Senang oma," jawabnya.
Yeza hanya terseyum melihat keakraban Zaga dengan oma nya.
"Seandainya mama masih ada, mungkin kebahagiaan ini begitu sangat sempurna. Dan mungkin aku belum memiliki anak seusia Zaga, dan mungkin aku juga tidak kenal dengan mas Dirga. Ya Tuhan, betapa indah rencanamu yang kau siapkan untukku. Kehilangan orang yang aku cintai. Namun kau juga mengganti dengan orang orang yang juga sangat mencintaiku." batin Yeza, tak terasa buliran hangat itu membasahi pipi.
"Mama menangis?" tanya Zaga, yang melihat ada air yang membasahi pipi mamanya.
Zaga segera menghapus air mata mama seperti biasa. Tangan mungil Zaga selalu bisa membawa hati Yeza kembali tersadar, bahwa kehidupan yang indah adalah saat ada yang mampu menghapus air matanya.
Yeza segera memandang Zaga intens. "Kau adalah permata buat mama sayang. Kau selalu ada saat mama butuh cinta yang tulus, kau selalu mengobati hati mama," ucapnya lalu segera mencium pipi Zaga dengan gemas.
__ADS_1
Dirga yang melihat pemandangan itu begitu terharu, "Zaga adalah lelaki yang akan menggantikan dirinya menjadi pemimpin. Memiliki hati lembut selembut hati Yeza, dan memiliki fisik yang kuat seperti dirinya, jika suatu saat papa pergi, papa berharap kaulah pria yang akan selalu menjaga mama dan adik adik mu Zaga." batinnya
( kode nih Dirga berencana menambah anggota baru laggi.)