DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Kau Mau Kemana?


__ADS_3

...***...


3 jam kemudian


"Bagaimana Sam. Apa kau sudah menemukannya?" tanya Dirga setelah menunggu beberapa jam.


Setiap jam Dirga selalu menanyakan tentang Yeza.


"Maaf Ga, aku belum menemukannya." jawabnya yang masih tersambung dengan telponnya.


"Cari sampai ketemu Sam." kata Dirga lagi.


Sam masih mencari sambil mengemudi mobilnya 


Sam melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Jarum pendek sudah menujukkan di angka 5 itu artinya Sam sudah mencari Yeza selama 3 jam. Namun belum juga berhasil menemukannya 


"Kau tenang saja. Saat ketemu pasti langsung ku beri taukan kamu. Aku juga tidak berniat membawa kabur bini orang." Jawa  Sam yang mulai kesal.


Dirga segera menutup kembali ponselnya.


"Maafin mama nak. Coba kau jujur saja pada Yeza. Katakan yang sebenarnya padanya." ucapnya


Dirga menatap mamanya. Lalu menggeleng. "Dirga akan menunggu waktu yang tepat ma. Mama jangan bicara soal itu pada Yeza."


"Mama jadi menyesal sudah menghakimi dia." ucapnya kemudian.


"Kamu juga sihh.. Main perkosa anak orang segala. Kalo kamu menyukainya bilang saja. Jangan renggut mahkotanya dengan memaksa begitu. Pasti dia sangat sedih waktu itu." ucap Cantika yang mulai merasa menyesal.


"Namanya juga kecelakaan mam." jawabnya enteng


"Apa kau punya dendam padanya. Kenapa kau melakukan itu. Bukankah kalian tidak saling mengenal? tanya Cantika


Dirga terdiam. tidak mungkin Dirga akan cerita jika semua kesalahan Yeza  yang sudah menggagalkan pekerjaan anak buahnya. Di tambah lagi Yeza menolong mamanya.


" tidak ada mam. Dirga hanya tertarik saja sama Yeza. Dan ingin Yeza hidup menjadi istri Dirga itu aja." jawabnya bohong


Dirga segera, mengalihkan topiknya.


"Ma.. Mama tau kenapa Dirga sangat benci pada Tania?" tanya Dirga. Cantika menggeleng senang menampakkan wajah penasaran


"Iya kenapa nak? Kalian adalah teman dari kecil. Tapi tiba tiba kalian jadi musuhan" tanya Cantika


"Dulu Tania menghina Dirga. Jika Dirga adalah anak haram." jawabnya


Deggg...

__ADS_1


Hati Cantika mulai tidak tenang. Jadi begini dampak dari sesuatu yang di rahasiakan. Dan akan membawa luka pada orang yang sangat di cintai.


"Tidak nak.. Kau punya papa dan mama." ucapnya


"Makanya Dirga sangat membencinya mam. tapi kalo menurut Dirga, Tania tidak mungkin mengatakan itu jika tidak benar." ujar Dirga


"Tidak nak. Yang di katakan Tania itu tidak benar. Kamu punya papa dan mama." jawabnya


Maunya apa sih Tania itu. Padahal sudah jelas jika Dirga memiliki orang tua. Dan hanya Dirga belum tau jika Boni adalah ayah sambung saja. batin Cantika


Derrttt.... Derrttt ponsel Dirga kembali berdering.


"Hallo Sam."


(.......)


"Ok awasi terus Sam. Aku segera kesana." jawabnya


"Ma.. Dirga keluar dulu. Sam sudah menemukan Yeza. Diakan Yeza masih mau tinggal dengan  Dirga." ucapnya


"Mama ikut nak."


"Tidak ma.. yang ada Yeza malah akan lari karena mama."


Yeza masih melangkah tanpa arah. Hari sudah menunjukan kegelapan nya.


Tapi sampai saat ini Yeza belum punya tujuan mau kemana.


Yang ada di kepalanya menjauhi keluarga suaminya.


Yeza berhenti di sebuah taman. Dan duduk di bawah pohon. Tatapannya kosong. Air mata kembali jatuh saat mengingat ucapan mertuanya tadi. "Haruskah aku pergi menjauh? Meninggalkan orang orang yang sangat di sayang.?


Yeza duduk meringkuk di bawah pohon. Tubuhnya bergetar saat merasakan kembali denyutan yang ada di dadanya 


"Za.." panggil seorang pria yang sangat Yeza kenal


Yeza mendongak menatap pria itu. Air matanya kembali tumpah.


"Kau mau kemana? apa kau akan meninggalkan suamimu sendiri di rumah, dalam kesepian yang tiada tau sampai kapan?" tanya Dirga.


"Aku tidak pantas mendampingimu mas. Sebaiknya kita berpisah saja." ucapnya


Dirga segera memeluk Yeza. "Kita pulang ya." ajak Dirga


Yeza menggeleng sebagai jawaban penolakannya.

__ADS_1


"Apa kau tidak menyukai ku lagi? Apa kau lupa jika kau adalah istriku?" tanya Dirga


"Aku ingin pernikahan kita segera di akhiri. Tak seharusnya aku masuk dalam hidupmu." jawab Yeza


"Kau itu istriku sudah seharusnya kau selalu ikuti apa yang suaminya katakan.  Kita pulang sekarang." ajak Dirga. Lalu segera menarik pergelangan tangan Yeza.


Yeza berusaha menolaknya dan melepas cekalan suaminya.


"Tapi aku tidak mau hidup dengan mu. Aku ingin kita berpisah." ucap Yeza selanjutnya.


Dirga segera menghentikan langkahnya lalu manatap Yeza.


"Apa karena mamaku?" tanya Dirga


"Bukan karena mama. Tapi karena aku tidak pantas mendampingimu mas" ucapnya terbata.


"Yang bilang tidak pantas siapa? Ingat rumah tangga kita, kitalah yang akan menentukan, aku ingin kau tetap hidup bersama ku sampai bayi itu lahir." jawab Dirga


"Untuk apa kau mempertahankan bayi ini. Yang sama sekali tidak ada hubungan darah sama kamu." tanya Yeza


"Karena aku mencintai bayi ini. Sudah tak usah di perdebat lagi." jawabnya


Dirga segera mengangkat tubuh Yeza. "Diam, kau pasti capek seharian berjalan." ucapnya


Yeza terdiam sambil menatap wajah suaminya.


"Kau sudah mulai berat sekarang, pasti kau juga keberatan sekali membawa dia kemana mana." ucap Dirga.


"Namanya juga hamil. Sudah pasti berat badan akan selalu bertambah setiap hari." jawab Yeza


"Aku jadi mau menyapa anakku lagi nanti." ucapnya sambil mencium bibir Yeza.


"Mas turunkan aku. Aku malu di lihat orang orang."


"Biarkan saja mereka melihat. Aku menggendong istriku sendiri kenapa harus malu?" jawabnya


"Mas, dari mana mas tau aku di sini?" tanya Yeza


"Hemm.." jawabnya sambil mengarah dagunya pada pria yang berdiri di samping mobilnya.


"Sam.."


Hehehe..


Sam hanya menyambut dengan senyuman yang memperlihatkan gigi putihnya.

__ADS_1


__ADS_2