DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Mode Silent


__ADS_3

...***...


Eunghh... Anggi melengkuh saat tubuhnya begitu berat. Dan seperti ada benda yang mengganjal di bagian bawah 


Anggi membuka matanya. Tersadar bahwa dirinya hanya menjadi budak se* dari pria tua yaang saat ini sudah berada di atasnya.


"Morning babe." sapanya . Mungkin jika ini adalah pasangan suami istri. Sudah tentu Anggi akan  bahagia dan akan membalas ucapan nya mesra pria tua ini.


Namun kenyataanya sangat berbalik.


"Omhh.. Tubuh Anggi sakit." ucapnya dengan wajah yang memerah karena menahan tangisnya.


"Ohh.. Maafin om ya. Habis om ingin sekali ber cinta denganmu pagi ini. Tubuh mu sangat menggoda adek om." jawabnya dengan menampakkan seolah ada penyesalan dalam dirinya.


Dari semalam Anggi memang belum memakai pakaian nya, karena tubuh Anggi seperti kehilangan tulang belulang nya. Lemas dan juga sakit.


Tidak ada desa*an kenikmatan dalam permainan. Yang ada hanya ringisan kesakitan di saat Hasta memompa dengan tempo begitu cepat.


"Sakkiitthhhh..." desisnya panjang.


"Sebentar lagi seleseeiiihhh babee...ouuhhhh..." Hasta segera menindih tubuh Anggi yang lemas setelah pelepasan.


"Kauuhh jangan lupah minum pil penunda kehamilan Anggi. Karena aku tidak mau memakai pengaman lagi." ucap Hasta dengan nafas tersengalnya


Anggi hanya diam, setelah beberapa saat saat Hasta segera menjauh dari tubuh Anggi.


Lalu mengambil handuk dan berjalan memasuki kamar mandi.


Anggi segera berusaha berdiri dengan langkah teratih, berusaha berjalan  untuk mengambil pakaian.


Ceklek..


Anggi terkesiap saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


"Anggi kau mau kemana?" tanyanya


"Ang.. Anggi mau keluar dulu om. Ang Anggi mau cari sarapan." jawabnya gugup


Hasta menangkap kebohongan  Anggi. Laki segera melangkah mendekatinya. Dan segera mengambil semua pakaian milik Anggi. Memasukkan  kedalam kardus.


"Om.. Mau di apain semua pakaian Anggi om. Jangan  di buang om." ucap Anggi sambil menghalangi tanya  Anggi.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau hanya boleh memakai pakaian ini, dan om tidak akan pernah membiarkan kamu keluar dari apartemen ini. Untuk memastikan agar kamu selalu ada di dalam Sini. Semua pakaian kamu akan  om buang. Kan kamu hanya bisa memakai lingerie ini setiap hari." ucap Hasta sambil mengeluarkan pakaian  Anggi dari almari, dan memasukkan ke dalam kardus.


"Om... Anggi minta maaf jika Anggi sudah ngecewain om. Tapi tolong jangan hukum Anggi seperti ini." mohon nya


Namun  Hasta tidak menggubris ucapan Anggi dan malah semua pakaian Anggi Hasta masukkan  kedalam kardus. Termasuk pakaian  dalam.


"Om... Terus Anggi memakai baju apa? Kalo semuanya di masukkan kedalam kardus." tanya nya.


Setelah selesei memasukkan Hasta segera memanggil OB yang ada di apartemen.


Beberapa menit kemudian. Pintu di ketuk. Hasta segera membuka pintunya dan memberikan kardus untuk pada OB untuk di buang.


"Om.. Anggi mohon jangan  hukum Anggi seperti ini. Anggi minta maaf." ucapnya


Hasta segera meninggalkan Anggi yang hanya berbalut handuk.


Beberapa menit kemudian pintu kembali di ketuk. Hasta kembali membuka pintunya 


"Aku sudah memesan makanan untuk kamu seharian di sini. Jadi tidak ada alasan kamu untuk keluar. Karena semua kebutuhanmu aku yang akan  mencukupi nya." ucap Hasta.


Hasta segera meninggalkan Anggi sendiri di apartemen.


Anggi menatap Hasta dengan tatapan hampa. Air matanya kembali lolos yang tanpa di mata.


Setiap hari hanya memakai lingerie. Pakaian yang hanya untuk tidur malam hari. Hasta memang kejam karena sudah menghukum Anggi sesukanya. Namun Hasta tidak mau rugi dirinya sudah mengeluarkan uang banyak untuk Anggi.


Dan juga mama nya Anggi sudah membunuh istrinya secara tidak langsung. Jika saja Desi tidak bicara pada istri Hasta tentang perlakuan putranya. Tentu saat ini istrinya masih hidup dan mereka masih menikmati kebersamaan nya


...***...


Yeza sedang tertidur di sofa ruang tamu. Sejak semalam dirinya menunggu kehadiran Dirga. Namun sang suami tidak menampakkan batang hidungnya.


Yeza menatap jam dindingnya. "Sudah jam 7, tapi mas Dirga belum pulang." gumamnya


Yeza segera bangun dari tidurnya dan menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya.


Melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Lalu segera berendam di air hangat.


Hanya dengan begini hati dan pikiran Yeza sedikit tenang. Membasahi rambut dan menuangkan sampo agar lebih segar 


Yeza segera keluar setelah ritual mandi selesei. Keluar hanya memakai handuk yang hanya menutupi dadanya kebawah sampai belahan pahanya.

__ADS_1


Bersamaan dengan Dirga yang masuk. Mata mereka bertemu sama sama terperanjat kaget.


Dirga segera membuang tatapannya dari Yeza. Sedangkan Yeza masih tetap menatap sang suami yang begitu kacau.


"Siall.. Kenapa juga aku masuk kamar ini. Sudah tau jam segini Yeza pasti selesei mandi. Kalo sudah begini mana bisa aku mendiamkannya." batin Dirga


"Mas, kau dari mana?" tanya Yeza memberanikan diri, dengan melangkah mendekati suaminya


"Bukan urusanmu." jawabnya dengan suara berat. Karena menahan has*at.


"Siall.. Kenapa juga tidak cepat memakai bajunya sih Za. Ini malah mendekatiku, kau bodoh atau ingin memancingku?" umpat nya dalam hati.


Yeza segera sadar. Jika suaminya masih marah dengan dirinya. Yeza segera menjauh dan segera mengambil pakaiannya.


Setelah itu Yeza mendengar jika pintu kamar mandi di tutup.


Yeza segera menyiapkan pakaian kantor. Dan segera keluar untuk membantu bi Uci menyiapkan sarapan.


Beberapa jam kemudian Dirga sudah keluar dari kamar. Dan terlihat begitu segar dengan pakaian yang Yeza siapkan.


Dalam hatinya Yeza tertawa. Menertawai suaminya yang lucu. "Marah padaku, tapi masih mau memakai pakaian yang aku siapkan." batin Yeza. Lalu tersenyum tipis


Dirga hanya melirik istrinya yang senyum senyum sendiri. Ingin menegur tapi gengsi.


Di ruang makan mereka tidak ada obrolan. Hanya lirik lirikan seperti kucing dengan tikus yang mencari lengah untuk saling menyerang.


Yeza tidak ingin mulai membuka suaranya. Karena pasti suaminya akan menanggapi dengan datar, dan itu sangat tidak Yeza sukai.


Begitu juga dengan Dirga. Dirga tidak ingin memulai membuka obrolannya karena menurut Dirga  istrinya sudah membuat kesalahan yang begitu besar pada dirinya.


Sama sama dalam mode silent 🤐


"Sabar ya nak, untung dia bukan papa kandungmu. Jika dia adalah papa kandungmu. Mama tidak rela kau menuruni sifatnya." ucap Yeza sambil mengelus perutnya di depan Dirga.


Dirga segera mengalihkan tatapannya dari piring. Lalu mendongak menatap Yeza yang tidak peduli dengan reaksi Dirga saat di sindir.


"Kalo sedang tidak dalam kecewa padamu. Aku sudah meraup bibirmu Za" batin Dirga


Dirga sgera melanjutkan makanannya. Begitu juga dengan Yeza. Yeza menikmati setiap suap ke mulutnya dengan alegant, sedangkan Dirga makan seperti sedang mengejar bus. Begitu terburu buru


Setelah selesei Dirga segera berdiri dan mengambil tas kantornya. Dirga berjalan pelan menunggu reaksi Yeza.

__ADS_1


( mengharap apa sih Dirga dengan mode kamu yang jutek ini pada Yeza?)


__ADS_2