DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Membungkukkan badan


__ADS_3

...***...


Sudah lebih dari 2 hari sejak kejadian itu.


Yeza semakin menampakkan kembali wajah segarnya.


Rasa sakit di tubuh bawahnya sudah berangsur sembuh. Sakit atas kehancurannya sudah mulai terobati. yeza kini tengah berada di dalam kelasnya bersama beberapa temanya.


Semenjak kejadian itu. Daniel yang selalu mengantar Yeza sekolah. Tidak ingin kejadian buruk waktu itu kembali terulang.


"Za.. Setelah ini kita buka warung bareng yuk." ucap Rahma sahabat Yeza.


Yeza tersenyum lalu mengangguk. Yeza segera, mengeluarkan kertas dan pena.


"Kau cari tempatnya. Nanti aku yang modal.", ucapnya lewat kertas


Rahma tertawa.


" Iya.. Ayahku juga mau modalin aku. Kalo gitu kita campur yuk modalnya." ujar Rahma


Yeza mengangguk sebagai jawaban atas rencana Rahma.


Saat ini mereka tengah menunggu chef dari luar kota. Hari akan di adakan sebagai test keberhasilan dari para murid selama 1 tahun.


...***...


"Dirga sayang.." panggil seorang wanita. Lalu seger memeluk melepas rindunya


"Kemana aja sihh.. Hari ini ada rapat di kantor. Kau harus hadir." ucap wanita itu.


"iya Dirga akan hadir ma." jawabnya. Sambil mengecup kening mamanya.


Cantika segera mengarahkan Dirga masuk ke ruang makan. Dirga pun mengikuti kemana sang mama akan membawa.


"Pulang juga kamu. Bosan hidup di jalan?" tanya Boni tiba tiba.


Kalo sudah mendengar ucapan yang tidak enak. Dirga mulai kesal. Bukannya di sambut tapi malah di cibir oleh Boni.


"pa.. Sudah sudah. Jangan buat keributan pagi pagi begini. Anaknya baru pulang lohh.." ucap Cantika yang menenangkan suaminya.


Arka segera menuntun papanya untuk duduk. Lalu Arka duduk di samping Dirga 


"Dek yang serius dong kalo kerja. Jangan setengah setengah." ucapnya


Dirga hanya diam tak mau membalas perkataan kakaknya.


"Untung kerugian itu belum sampai perusahaan kita gulung tikar" tambahnya lagi 


Dirga masih setia menunggu apa yang ingin di lontarkan oleh sang kakak.


"Ramos di nyatakan meninggal karena kecelakaan." tambahnya


Dirga berhenti mengunyah makanan yang ada di mulutnya. Namun  tetap tak bergeming sedikitpun.


"Meninggalnya sangat aneh." tambahnya lagi.

__ADS_1


Dirga menoleh menatap wajah Arka yang sedang fokus pada piringnya.


"Dia meninggal kayaknya ada yang sengaja membunuh. Karena, organ dalamnya hilang." tambahnya lagi.


PRAAANK..


Piring yang Cantika bawa seketika terjatuh. Saat mendengar ucapan Arka yang mengatakan Organ dalamnya hilang.


Arka segera berdiri dan menuntun sang mama.


"Ramos, meninggal?" tanya Cantika


Arka, menoleh menatap Dirga dan papanya. Ramos adalah saudara sepupu Cantika. Cantika tidak tau menau soal kebusukan Ramos.


"Mama.." panggil Dirga. Dirga segera mengangkat tubuh wanita yang sudah melahirkan nya.


Dirga membawa masuk Cantika ke kamarnya.


"Sayang.. Cari tau siapa yang sudah membunuh om kamu." ucap Cantika


Dirga hanya diam menatap wajah sedih Cantika. Lalu mengangguk.


"Nanti antar mama kerumah Ramos." ucapnya lagi. Lagi lagi Dirga hanya mengangguk.


Dirga segera berdiri di depan jendela.


👉 "Katakan.. Siapa yang sudah mbayarmu untuk menghancurkan perusahaan orang tuaku?" tekan Dirga pada Ramos.


"Tidak ada yang membayar ku Dirga." jawabnya


Dirga mengulangi lagi pertanyaan yang tadi. Namun Ramos tetap bungkam tak mau memberi tau nama bos besarnya.


Selama ini keluarga Dirga sudah sangat percaya pada Ramos. Karena masih saudaranya. Tapi Ramos, malah menyia nyiakan kepercayaan keluarganya.


"Bos Dirga." panggil Candra anak buahnya


Candra, mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan Ramos yang sedang bertransaksi berkas penting pada perusahaan  lain. Dan Ramos terlihat sedang bahagia sambil menerima uang sebagai upahnya.


Dirga mengepalkan kedua tangannya. Giginya di rapatkan hingga berbunyi gemeretak.


"PANGHIANAATTT... BUGGHHH...!!" teriak Dirga. Dan seketika tubuh Ramos roboh dan tak sadarkan diri.


"kerjakan semuanya. Setelah itu lakukan seperti biasa." kata Dirga yang memberi perintah pada anak buahnya.


Tentu saja itu adalah pekerjaan yang sering di lakukan. Dengan senang hati mereka segera mengerjakan perintah bosnya. Kalo sudah selesei maka mereka akan mendapat upah yang besar dari Dirga. 👈


***


Dirga  sudah memasuki area perusahaan.


Karyawan perempuan pada ternganga pada pesona Dirga. Jarang sekali Dirga terlihat di kantor. Karena Dirga memang tidak pernah datang. Tubuh tegaknya sangat terlihat jika otot Dirga begitu kuat. Rahang tegas yang tak pernah menampakkan senyum di wajahnya terkesan sangat misterius.


Melangkah dengan kedua tangannya di masukkan kedalam celananya.


Memasuki ruang rapat Dirga di sambut oleh Arka sang kaka.

__ADS_1


Disana sudah ada beberapa beberapa karyawan kantor yang menjabat sebagai . Direksi. Direktur utama, direktur keuangan. direktur personalia dan masih ada beberapa karyawan yang menjabat di perusahaan.


Perusahaan di bidang produksi bahan bakar minyak atau pelumas mesin kendaraan. CV OIL FIGH SELL. Yang sudah berdiri sangat lama. Semenjak kakek dan neneknya masih ada. Perusahaan temurun dari keluarga besar Boni.


Rapat pergantian pemimpin perusahaan.


Dirga di tunjuk sebagai Direksi di perusahaan. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggung jawabnya. Tentu Dirga tak bisa seenaknya datang. Karena harus bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan ini.


Arka hanya menatap ruangan tidak suka. Padahal dirinya berharap orang tuanya akan mengangkat Arka sebagai pemimpin perusahaan ini. Namun Arka malah tetap menjadi bawahannya Dirga.


Tangan Arka terkepal tidak menyukai hasil rapat. Namun karena sudah keputusan, Arka bisa apa.


***


Sore hari Dirga sudah keluar dari kantornya. Saat ini dirinya tengah mengendarai mobilnya.


Ponselnya berdering.


Dirga segera mengambil ponselnya dan segera, menggeser tombol hijau.


"Bagaimana?" tanya Dirga


"Saya sudah cek semuanya bos. Dan memang ada yang berusaha menggelapkan dana." jawab Seseorang


"kalo begitu kau harus awasi. Jangan sampai kecolongan lagi Sam." ucap Dirga


Penelpon yang di sebut Sam adalah orang yang dipercaya Dirga. Atau asisten Dirga di kantor. Sekaligus mata mata Dirga untuk selalu memberi tau ketidak beresan kinerja di perusahaan tersebut 


Ciiittttt...


Dirga seketika ngerem mendadak saat ada seorang wanita dengan tiba tiba nyelonong hendak nyebrang.


"sial.. Nggak punya mat.." kata kata Dirga tak jadi di lanjutkan saat melihat gadis itu. Gadis yang wajahnya selalu menari nari di otaknya.


Yeza segera membungkuk sebagai ucapan permintaan maafan.


"Sayang.. Kau tidak apa apa?" tanya Daniel sang papa.


Yeza menggeleng sebagai jawaban semuanya baik baik saja.


Sedangkan Dirga menatap wajah gadis polos itu.


"Maafkan putri saya tuan." ucap Daniel.


Sedangkan Dirga hanya mengangguk lalu menutup kaca mobilnya kembali.


Dirga kembali melanjutkan berkendara nya. Bayangannya kembali pada gadis itu.


"Siaall.. Apa kau itu bisu..?" batin Dirga.


Sampai di depan rumahnya Dirga segera turun dan segera memasuki rumahnya 


Dirga mengambil ponselnya lalu segera menelpon  Sam.


Dalam deringan ke dua Sam baru mengangkat.

__ADS_1


"Datang kerumahku. Nanti malam. Aku punya tugas untukmu. " ucap Dirga. Lalu segera, menutup obrolannya 


__ADS_2