DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Apa Kau Sedang Jatuh Cinta?


__ADS_3

Sesampainya di rumah.


Dirga segera membawa Yeza ke kamarnya.


"Mas, mau ngapain?" tanya nya


"Mas akan menyapa anaknya." jawabnya


"Kan belum mandi mas. Bau ihhh."


"Baunya enak, emas menyukainya."


"Mas..",


Aktifitas Dirga terhenti saat ponselnya berdering.


" sebentar mas angkat telpon dulu."


Setelah Yeza lepas dari kungkungan Dirga. Yeza segera masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Dirga memilih untuk mengangkat telpon menjauh dari Yeza


"Bagaimana Hans?" tanya Dirga


"Kita akan membuka hasilnya malam ini. Apa kau tidak ingin melihatnya terlebih dahulu?" tanya dokter Hans


"Emmm.. Baiklah aku segera kesana." jawabnya


Dirga segera masuk kembali kekamar. Dan melihat di ranjang sudah tidak ada Yeza.


Dirga segera masuk untuk mengambil jaketnya 


"Mas.. Mau kemana?" tanyanya. setelah keluar dari kamar mandi. wajahnya sudah terlihat sangat segar.


"Mas ada urusan sebentar. Kamu tetap di rumah yaa." jawabnya


Yeza mengangguk lalu segera mengambil baju ganti.


Dirga segera mengecup kening Yeza sebelum pergi.


...****...


30 menit kemudian


Dirga sudah sampai di markas. Dan langsung menuju ruangan yang di pakai dokter Hans.


Saat melangkahkan kakinya. Dirga menangkap suara seorang pria yang sedang ngobrol di telpon.


Dirga mengernyitkan keningnya.


"Maaf bos, saya sudah berusaha waktu itu. Dan gadis itu yang telah menggagalkan" ucapnya


Dirga tidak dengar dari jawaban  sang penelpon.


"Tyo" gumamnya


"Tapi gadis itu sudah menerima balasannya bos. Dia di perkosa oleh bos saya." ucapnya.


Dirga lebih mendekat ke Tyo yang tidak menyadari akan kehadiran Dirga.


"Kalo begitu, buat gadis itu lumpuh karena sudah mengganggu pekerjaan ku. dan membuat aku harus memutar otakku kembali." ucap Sang penelpon.

__ADS_1


Kali ini Dirga bisa mendengar dengan jelas. Namun Dirga tidak tau siapa di balik layar yang sedang ngobrol.


"Sepertinya gadis itu sudah menikah bos." jawabnya


"Kalo begitu hancurkan keluarganya. Kalo bisa bunuh keluarganya sekalian." perintahnya.


"Si.. Siap bos. Akan saya laksanakan." jawabnya,


Kalo soal bunuh membunuh Tyo jelas sangat handal. Karena Dirga sudah melatih agar tidak memiliki iba pada musuh.


Eheemmm..


Suara deheman Dirga telah membuat Tyo gugup.


"Bos Dirga" ucapnya


"Bawa kesini ponselnya. Aku mau lihat siapa orang yang sudah bekerja sama denganmu." ucap Dirga


Tyo segera memberikan ponselnya. Tidak ada rasa curiga pada Dirga. Karena yang Tyo tau Dirga pasti tidak mengenal bos barunya.


"Bos saya menginginkan kehancuran keluarga gadis itu bos." ucapnya.


Tyo tidak tau jika gadis itu kini sudah menjadi istri Dirga.


Waktu pernikahan Dirga hanya membawa Sam dan juga Candra sebagai saksi atas pernikahannya 


Dirga menatap tajam Tyo. Tyo sadar tatapan itu adalah tatapan tidak suka dengan kesusikan musuh untuk dirinya. namun kenapa Dirga harus terusik jika Dirga tidak mengenal gadis itu. batinnya


"Dia mau bayar berapa?" tanya Dirga dingin


"Sesuai perjanjian nya bos. Kalo saya bisa mengambil berkas itu maka saya akan mendapat uang 50 juta. Kalo bisa membunuh keluarganya saya akan dapat 150 jt." jawabnya


"Siapa pria yang sudah membayarmu.?" tanya Dirga lagi.


"Ga, kau sudah disini. Ayo buruan." ucap Hans yang menghampiri Dirga.


"Ok tunggu sebentar."


"Tyo.. Putuskan kerjasama dengan dia." ucapnya


"Kenapa bos.?"


"Karena wanita itu tengah mengandung anakku. Jangan berani menyentuhnya apalagi menyakitinya. Karena jika sampai kau melakukannya. Jangan harap aku akan memiliki belas kasian pada keluargamu." ucap Dirga. Sambil menatap tajam Tyo. Pertanda jika ucapan Dirga tidak main main.


Dirga segera meninggalkan Tyo yang masih terdiam. sambil mengaduk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagaimana Hans?" tanya Dirga setelah sampai di ruang bedah


"Kita akan buka sekarang." jawabnya


Dokter Hans mulai membuka perban yang ada di wajah Juna.


Pelan pelan karena hawatir jika ada sesuatu yang masih bisa terkelupas.


Setelah 10 menit. Perban pun sudah di lepas semuanya.


"Wow sempurna." ucap Dirga. Saat melihat hasilnya


"Ramos.. Kau hadir lagi di dunia ini Ram." ucap Dirga.


"Bagaimana Ga.?" tanya Hans

__ADS_1


"Sempurna. Tidak sia sia aku membiayaimu untuk menjadi dokter bedah." ucapnya. Sambil menepuk bahu dokter Hans 


Setelah berbincang bincang dengan dokter Hans cukup lama.


Dirga segera membawa Juna alias Ramos ke ruangannya..


"Kita kenalkan dulu Jun. Siapa saja yang sering berinteraksi dengan mu di kantor."


Ucapnya sambil menyalakan laptop.


"Kehadiran mu nanti akan membuat orang yang bekerja sama denganmu akan ketakutan. Kita lihat siapa dia. Saat kau menemukan gelagat aneh. Kau harus waspada. Karna bisa saja nyawamu yang akan terancam." ucap Dirga pada Ramos.


"Siap tuan."


"Oh iya, ayahmu sudah ku bebaskan." kata Dirga lagi


"Apa ayah saya tau tentang perubahan wajah saya tuan." tanya Juna


Dirga menggeleng. Aku tidak memberitahunya.


Dirga tidak tau pria yang sudah di bebaskan adalah suruhan Desi. Pria itu juga yang sudah menghancurkan keluarga Daniel.


Pria itu juga yang sudah membunuh ibunya Yeza. Istri Dirga saat ini.


Jika sampai Dirga tau mungkin Dirga tidak akan membantunya. membiarkan dia membusuk di penjara.


...***...


Pagi sudah menyapa.


Dirga terlihat lebih ceria. Sebentar lagi semuanya akan terkuak. Bibirnya menyunggingkan senyum tipisnya.


"Apa kau sedang jatuh cinta lagi?" tanya Yeza yang tiba tiba. Dari tadi Yeza mengawasi gelagat aneh sang suami. sampai tidak menghiraukan kehadiran Yeza.


sadar yang dari tadi di awasi oleh istrinya. Dirga melirik sambil menyunggingkan senyum.


"Kenapa tanya begitu?"


"Dari tadi kuperhatikan kau sibuk bercermin. Seperti wanita yang sedang jatuh cinta." ucapnya.


"Kau pernah jatuh cinta?" tanya Dirga


Yeza menggeleng. "Aku belum pernah jatuh cinta." jawabnya


"Lalu dari mana kamu tau orang jatuh cinta?" tanya Dirga


"Dari bik Ndari. Dia selalu bilang orang yang jatuh cinta itu akan senyum senyum sendiri tidak jelas. Seperti orang gila gitu." jawabnya


Dirga segera menghentikan aktifitasnya saat mendengar jawaban polos istrinya.


"Kau mau tau aku sedang jatuh cinta pada siapa?" tanya Dirga


Yeza menggeleng "aku tidak ingin tau. Itu terserah kamu mau jatuh cinta pada siapapun." jawabnya. Walau berusaha setenang mungkin. Namun hati Yeza tidak rela jika suaminya jatuh cinta pada wanita lain.


Selama ini mereka belum pernah mengatakan saling mencintai.


Dalam kehidupan mereka hanya ada canda dan cumbuan semata.


Entah itu bukti cinta mereka. atau apa karena sesuatu kebutuhan suami istri.


"Aku sudah menyiapkan makanan untukmu." ucap Yeza. Saat Dirga ingin mendekat

__ADS_1


Yeza segera bebalik lalu segera keluar kamar melangkah menuju ruang makan


Namun langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya di cekal kembali oleh Dirga.


__ADS_2