DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Papa Udah Nikah Lagi


__ADS_3

"Dokter kenapa putri saya dari kemarin belum melahirkan, padahal orang yang masuk kemarin yang masih duluan putri saya, sudah pulang karena sudah melahirkan dengan selamat.?" tanya Daniel


"Mungkin bayinya ingin di tungguin papanya pak, saat kelahirannya. Sehingga dia belum ingin keluar sebelum ada papanya." jawab Dokter


"Dokter ngaco aja ah dari tadi. Mana ada bayi yang menginginkan itu." kesal Dyeza.


"Mungkin benar apa yang di bilang dokter nak. Bagaimana kalo papa panggil Dirga," usulnya


"Tidak pa. Jangan, aku masih belum mau melihat pria brengsek itu, aku benci dia paaa. Aaahhhhh... Pap,, paaa.." teriak Yeza lagi.


Daniel langsung panik saat melihat putrinya kesakitan.


"Pak. Saya minta pada bapak untuk menasehati putrinya agar tidak selalu mengumpat suaminya. Anaknya tidak terima kalo papanya di cela." ucap Dokter Hana


"Iya nak. Coba bicara baik baik sama cucu papa."


"Hhhh.. Hhhh.. ( sambil bernafas tersengal sengal Dyeza mulai bicara.) Zaga sayang papa kan. Yuk kita sama sama berjuang untuk bertemu papa. Zaga keluarlah dengan mudah ya, nanti kita temuin papa Zaga yang tampan dan gagah itu. Pasti papa akan bahagia melihat Zaga," ucap Dyeza.


Benar saja perut Yeza merasa lebih tentang lagi.


"Kalo begitu. Kita sudah mulai bisa mengejan ya bu. Sudah bisa mengejan sekarang." ucap Dokter Hana.


Dyeza mengangguk.


"Ayo Zaga, bantu mama sayang.. Uhhh uhhh uhhhh..Aaaakkk"


"Terus ibu. Kepala Zaga sudah terlihat. Ayo Zaga anak pinter, sambut papamu nak." ucap Dokter Hana lagi


"Za,, Ga anak pinternya mama. bantu mama lagi ya nak. Uuhhh.. Uuuhhh


.. Uhh. Aaakkkk"


Oweeekkkk....


Oweeekkkkk....


Oweekkkkk...


Dyeza merasa lega setelah mendengar tangisan anaknya 


"Syukurlah, dia mau membantu mama nya untuk keluar" ucap dokter Hana,


Dyeza hanya tersenyum menyambut kehadiran Zaga.


"Lihatlah Za, dia mirip sekali Dirga." ucap Daniel.


Bukannya bahagia  Dyeza malah cemberut. Saat melihat anaknya yang mirip Dirga 


"Kami bersihkan dulu ya pak." ucap Suster.


Daniel mengangguk. Dyeza melirik sebentar suster yang membawa Zaga keluar.


30 menit kemudian.


Zaga di bawa kembali ke ruang Dyeza untuk mendapatkan pelukan kasih sayangnya .


"Oh tampan sekali kamu Ga," ucap Dyeza lalu memeluk dan mencium lembut pipi yang masih kemerahan.

__ADS_1


"Papa boleh gendong kan?" tanyanya,


Yeza menganggu, lalu memberikan Zaga pada papanya.


...****...


4 tahun kemudian


Dirga semakin gila bekerja. Siang malam hanya kerja dan kerja.


Bagaimana dia akan merasa hidup santai dan bahagia, jika kebahagiaannya hanya bersama Yeza. Apalagi mengingat sekarang Dyeza pasti sudah melahirkan anaknya.


Sepertinya Sam dan anak buahnya tidak mau mencarinya lagi.


Karena Dyeza seperti di telan bumi.


"Pak Dirga, hari ini ada kunjngan ke luar kota. Dan bapak akan ditunggu di kafe ini." ucapnya Nara


"Kafe NARAGA?" gumamnya.


"Iya pak. Tempat itu sekitar 3 jam perjalanan dari sini." jawab Nara


"Baiklah." jawabnya


Dirga segera membereskan pekerjaannya.


Setelah itu Dirga segera berdiri untuk meninggalkan Kantornya.


"Nara, bilang pada Candra untuk menunggu di parkiran." ucap Dirga, Nara segera mengangguk.


Sebenarnya Nara dan Candra sudah berencana untuk menikah. Karena hubungan mereka sudah terlalu lama.


Sepertinya Dirga tidak ingin melihat orang bahagia atau anak buah terdekatnya bahagia, sedangkan dirinya masih berusaha menjauhi cari istri tercintanya.


...***...


"Sepertinya setelah kamu melahirkan. Kafe ini tambah rame ya nak?" tanya Daniel


"Iya pa. Yeza juga tidak tau kenapa. Tapi semenjak Zaga hadir di tengah kita Yeza juga merasakan ada perbedaan di restoran yang sorang beberapa tahun ini buka." ucapnya


"Zaga membawa keberuntungan buat kita nak." ucapnya


Yeza tersenyum lalu menatap Zaga yang sedang bermain bola di halaman depan bersama kakek Rama.


"Pa, Yeza mau belanja bahan yang habis." ucap Yeza


"Iya hati hati, bawa Zaga sekalian nak. Karena papa hawatir tidak bisa menjaganya." ucap Daniel yang masih sibuk membantu Yeza


Yeza segera keluar.


"Zaga ikut mama tidak nak?" tanya Yeza


"Kakek lama tidak apa apakan Zaga ikut mama." tanya Zaga pada Rama.


"Tidak apa apa Zaga, kake juga kebetulan sedang menunggu seseorang.'" jawabnya


Zaga segera berlari menuju mama nya yang sudah menunggu di dekat taxi.

__ADS_1


Berjalan dengan gaya sok cool dengan jacket loreng, kaos putih dan kaca mata hitam. Jangan lupakan topi yang tidak pernah terlepas dari kepala nya itu membuat Zaga semakin imut dan menggemaskan.


"Mama kita mau pelgi kemana?" tanya Zaga


"Belanja kebutuhan kafe mama sudah banyak yang habis sayang." jawabnya. Sambil fokus pada buku catatan.


"Mama," panggilnya


"Hmm" jawabnya


"Pelasaan Zaga di samping mama, tapi kenapa mama hanya menatap Zaga di depan mama telus." protesnya pada Yeza,


Zaga tidak Terima jika mamanya itu bicara padanya, namun bukanya fokus padanya tapi malah fokus pada buku catatan yang di bawa 


Yeza tersenyum sendiri. Kalo sedang protes seperti ini dengan bibir mengerucut. Persis seperti Dirga saat marah.


"Kanapa sih kalian sangat mirip sekali Sifatnya, ketampanannya duhh jadi merindukan Dirga." batin Yeza 


Yeza segera mengangkat tubuh Zaga. Lalu mendudukkan di atas pahanya.


"Sekarang tidak kan?" tanya Yeza


"Tapi kalo mama masih lihat buku catatan mama. Mending tadi mama tidak ajak Zaga. Bialkan Zaga main sama kakek Lama." jawabnya


"Kakek Rama sedang menunggu tamu dari kota sayang. Tidak baik mengganggu pembicaraan orang dewasa." jawab Yeza.


Zaga hanya mengangguk lalu melihat pada mamanya tanpa berkedip.


"Kenapa melihat mama seperti itu? Mama cantik yaa?" tanya Yeza


Zaga menggeleng. Yang langsung dapat tatapan tajam dari Yeza sambil matanya menatap tidak percaya pada putra tercintanya.


"Zaga nggak lagu kalo mama itu memang cantik. Tapi kenapa Zaga itu hanya punya mama tidak punya papa sepelti David?" tanya nya. Dyeza memicing sambil mengerutkan keningnya.


"Mama David cantik tapi David punya papa." jawabnya


Dyeza menatap manik hitam Zaga, Yeza melihat ada bayangan Dirga sedang  mengejeknya. Mungkin Dirga tau jika putranya menginginkan pertemuan dengan papanya.


"Papa Zaga udah nikah lagi. Mama benci papa Zaga " ucap Dyeza spontanitas


Manik hitam milik Zaga terlihat ada genangan air yang akan merembes saat Yeza memberi jawaban yang tidak di sukai Zaga.


"Hikzz" tangisnya


"Sayang kenapa?" tanya Yeza


"Mama jahat. Kenapa mama membialkan papa Zaga menikah lagi?" tanyanya


"Anak mama, emang tau apa itu menikah." tanyanya


"Tau, kata tante Dila menikah itu ya menikah laki laki sama pelempuan. Katanya kalo sudah memilki anak tidak boleh menikah lagi." jawabnya sambil mengusap ingusnya.


Yeza segera memeluk putra tercintanya. Lalu mengecup pipi dan bibirnya.


"Mama bohong sayang. Kan mama pernah bilang, papa sedang kerja." jawabnya


...🌶...

__ADS_1


👉Untuk pagi ini. satu part dulu ya,👈


__ADS_2