
"Dari mana kau mendapat video itu?" tanya Yeza
Tania menghela nafas, melonggarkan dadanya untuk menikmati aura kemenangan nya
"Aku melihatnya sendiri. Dan kau bisa bertanya pada ibu mertuamu atau pada Sam langsung. Jika tidak percaya padaku." jawabnya angkuh.
Tidak ingin terlihat bodoh di depan Tania. Yeza menegakkan kembali badannya.
"Tidak perlu, karena aku sudah tau sejak suami ku yang mengatakan waktu itu." jawabnya
Tania ternganga mendengar jawaban Yeza, jadi dia sudah tau, lalu untuk apa dia terkejut? Batinnya
"Ohh yaa, kau sudah tau. Apa kau memaafkan nya? Kau wanita bodoh Yeza," ucapnya emosi
"Aku memaafkan suamiku. Kau mau apa? Kau masih mau menghancurkan keluargaku? Ini kan rencanamu.?" tanya Yeza
"Itu bukan rencanaku, tapi asal kamu tau aku sedang mengandung anak Dirga. Sebentar lagi kami akan menikah." jawabnya. Tania segera meninggalkan Yeza sendiri dengan beberapa bukti masih di meja ruang tengah.
"Pergilah. Karena aku tidak mengundangmu." jawabnya
Setelah Tania pergi, Yeza segera menutup pintunya kembali.
Tak bisa menahan segala keperihan di dadanya, Yeza langsung luruh ke bawah, airmata yang sejak tadi di tahan. Kini berhasil lolos tanpa minta persetujuan.
Yeza menagis atas kebohongan Dirga selama ini, hatinya begitu hancur atas penghianatan yang di lakukan Dirga
"Kau kejam, aku pikir kau adalah malaikat ku. Aku selalu berharap kau adalah pria yang baik. Tapi apa? Kau brengsek kau pecundang. Aku membencimu Dirgantara aku mrmbencimu." teriak Yeza. Yeza melempar semua yang ada di dekatnya
Yeza meraih ponselnya
Dalam deringan pertama telpon Yeza sudah di jawab.
☎ "pah jemput Yeza, Yeza mau pergi dari Dirga"
☎" ada apa nak. Jangan gegabah sebentar lagi kau akan melahirkan." jawabnya
☎ " jemput pah." ucapnya dengan suara parau, sambil menyeka airmatanya.
Yeza segera mematikan telponnya
Yeza kembali menangis, kecewa sangat kecewa pada Dirga.
Kenapa kau menyembunyikan dariku mas. Kau tau aku begitu menyanjung kebaikanmu. Aku selalu menganggap kau adalah pahlawan buat aku dan anakku. Tapi ternyata aku salah. Kau adalah pria brengsek yang sudah membuat aku hancur.
...***...
Di kantor Dirga
Telpon Dirga berdering berkali kali. Saat ini Dirga sedang meeting dengan beberapa infestor.
Nara berkali kali merijek ponsel Dirga
__ADS_1
"Ada apa Nar?" tanya Dirga
"Dari mis Gabriella pak." jawabnya
Gabriella adalah terapis yang menemani Yeza selama dua bulan ini.
Dirga segera mengambil ponselnya. Takut terjadi sesuatu pada istrinya. Dirga segera keluar untuk mengangkat ponselnya.
☎" hallo, ada apa mis?" tanyanya,
☎ " tuan Dirga, apakah nyonya Yeza bersama anda?"
☎" Yeza, dia dirumah." jawabnya
☎ " dari tadi saya sudah ketuk dan nekan tombol. Namun nyonya tidak kunjung membuka puntunya." ucapnya
Dirga mulai di runding rasa hawatir. Dirga segera menutup ponselnya lalu segera pergi meninggalkan ruang meet.
"Nara, untuk meet hari ini kau selesai kan. Saya ada urusan sebentar."
Dirga segera lari menuju pintu keluar.
...***...
"Maaf anda siapa?" tanya Daniel pada wanita yang masih menunggu di depan rumah Yeza.
"Kenalkan saya Gabriella, saya yang melatih senam pada nyonya Dirga," jawabnya
"Yeza, apa yang terjadi nak.?" tanya Daniel saat melihat Yeza sudah duduk di lantai. Sambil beberapa kali menyeka airmatanya.
Yeza kembali menangis lalu memeluk papanya.
"Ada apa nak.?" tanyanya. Daniel melihat foto wanita tanpa sehelai benang pada dadanya sedang bersandar pada dada milik Dirga
"A.. Apa ini nak? Siapa wanita itu?" tanyanya
Ditanya Daniel seperti itu, yeza malah semakin tergugu. Sulit sekali untuk menghentikan tangisnya
Daniel segera memeluk putrinya. Saat ini Yeza butuh ketenangan dari orang orang terdekatnya
Daniel kembali melihat surat dokter dan test kehamilan yang bergaris dia.
Dirga sudah menghianati putrinya. Daniel tidak rela putrinya di perlakukan seperti ini oleh Dirga. Tangannya terkepal lalu menguatkan kepalannya. "Lihat saja Dirga, apa yang akan aku lakukan pada mu." geramnya
Lalu memutar videonya. Setelah melihat ada ponsel di meja.
Daniel tercekat saat mendengar suara dari video yang sedang di lihatnya.
Bersamaan dengan Dirga yang memasuki rumahnya.
"Pa, papa." lirihnya
__ADS_1
Daniel segera menoleh dan melihat pria yang sudah membuat putrinya hancur dan kini Dirga kembali membuat hancur karena penghianatan nya.
Daniel semakin erat memeluk putrinya
"Kamu tenang nak, ada papa disini. Papa akan membawamu kemanapun kamu mau pergi. Papa tidak rela kamu hidup dengan pria brengsek sepeti Dirga." ucapnya
Daniel segera melepas pelukan Yeza. Lalu berjalan dengan pandangannya menatap tajam Dirga.
Daniel segera memberi kan Bogeman pada Dirga. Begeman Daniel ternyata lebih kuat dari Dirga
Bughhh..
Bughhh...
Kau sudah melukai putri saya.
Bughhh
Dengan emosi yang menggunung Daniel kembali menghajar Dirga.
"Saya tidak menyangka kau adalah pria yang sudah membuat luka putri saya. Selama ini saya berharap kau adalah pria yang baik yang Tuhan kirimkan untuk putri saya. Ternyata saya salah." ucapnya.
Tak ada balasan dari Dirgga. Dirga sadar dirinya salah, seandainya dulu Dirga mau berterus terang, mungkin kejadiannya tidak seperti ini.
( tuh kan betul yang di bilang para pembaca, mending kamu jujur sejak awal. Kalo sudah begini kau mau bilang apa Dirga. Paling hanya bilang MAAF.)🤧😏
Dirga menatap mertuanya lalu beralih pada istrinya yang masih sesenggukan.
"Za, maafin aku. Seandainya dari dulu aku berterus terang padamu."
"Maaf, semudah itu kau mengatakan maaf, setelah kau berhasil membuat ku terluka.. Lihat ini mas lihat. Wanita itu sedang hamil anakmu. hanya kata maaf itu saja.?" tanyanya yang memotong ucapan Dirga
Dirga memandang tidak percaya pada foto dan bukti kehamilan yang ada di tangannya
"Aku tidak melakukan ini Za. Percayalah padaku Za." ucapnya
"Setelah kebohongan yang kau tutupi selama ini. Aku di minta untuk percaya padamu lagi,? Itu tdak mungkin mas." jawab Yeza sambil menangis.
Yeza segera berjalan menuju kamarnya. Daniel hanya bisa menatap hiba putrinya, "pasti sangat sakit saat tau semua kebenaran ini. Sebagaimana papa tau kebenaran tentang Desi yang membohongi papa nak." lirihnya
Yeza segera mengambil koper dan segera memasukkan semua pakaiannya.
"Za, kau mau kemana?" tanya Dirga yang berusaha menghalangi tangan Yeza untuk tidak melanjutkan memindahkan pakaiannya ke dalam koper
"Mulai saat ini,.. ( Yeza menjeda ucapannya untuk menahan nafas dan tangis nya,) mulai saat ini aku ingin kita berpisah." ucapnya. Setelah itu Yeza segera berbalik. Menahan tangis nya agar tidak bersuara.
"Kau tidak boleh pergi dari sini Za. Kau sedang mengandung anakku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian. Jangan tinggalkan rumah ini Za." ucapnya lagi.
Yeza segera menarik kopernya setelah bebrapa helai baju di masukkan. tak ingin bicara lagi pada Dirga, karena kalo bicara sepatah katapun lagi. Yeza yakin bahawa dirinya tak bisa menahan tangisnya
"Pa, tolong jangan bawa Yeza pa. Dirga mohon."
__ADS_1
Dirga yang selama ini begitu garang dan bengis, kini berubah menjadi Dirga yang sangat lemah. tidak pernah terbayangkan jika ahir kisah hidupnya akan seperti ini.