DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Berendam di Jacuzzi


__ADS_3

...****...


4 bulan sudah berlalu.


Setelah kembali mengunjungi rumah pak Rama, dan Cantika masih berasumsi jika Pak Rama adalah suaminya. Terpaksa Pak Rama mau melakukan  test DNA pada Dirga. Agar segera terjawab Semua.


Satu minggu setelah itu hasil test DNA pun keluar, dan ternyata memang benar jika Rama adalah ayah kandung Dirga / suami Cantika.


Rama segera di bawa ke kota untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya, hanya dengan begitu ingatan Pak Brama bisa normal kembali.


Dirga sedang berada di belakang rumah bersama Zaga,


Dirga sedang melatih Zaga bermain kuda. Karena ini adalah hari minggu, jadi Zaga libur tidak sekolah dan Dirga juga menyempatkan untuk manjakan putranya di kebun belakang.


Sedangkan Yeza tengah membantu bi Uci memasak.


"Sebentar bi. Perutku mual banget." ucap Yeza laku segera masuk ke kamar mandi.


Yeza berusaha mengeluarkan isi perutnya. Namun dia suka karena yang keluar hanya cairan kuning yang sangat pahit.


Hooweekkk..


Perut Yeza kembali mual saat hidungnya mencium bau bumbu yang sedang di tumis bi Uci.


"Bi, itu bumbu apa? Kenapa baunya sangat tidak enak." tanya nya sambil menutup hidung


"Ini kan yang nona buat, dan saya mau melanjutkan" jawabnya


"Tapi nggak enak bi, buang aja deh bi." ucap Yeza kembali.


"Selamat pagi sayang." ucap Cantika yang sudah masuk rumahnya. Sambil mendorong kursi roda suaminya.


Biarpun Cantika tau kaki suaminya tidak bisa berfungsi kembali, namun Brama adalah suaminya, suami yang sangat di cintai.


"Ma," sambutnya. Lalu segera mencium mertuanya, dan segera mengecup punggung tangan papa mertua.


"Hloh bik. Kok di buang sih, itu kan bumbu makanan  kesukaan Dirga ama Zaga?" tanya Cantika


"Anu nyonya, nona Yeza mual bau aroma masakan yang ini." jawabnya


"Mual?" lalu menatap wajah Yeza lalu turun berhenti di perut Yeza yang masih rata.


"Apa kau hamil sayang?" tanyanya


Yeza segera memandang mertuanya. Lalu mengingat ingat terahir dirinya kedatangan tanggal merah.


"Ohh iya, yeza ingat ma, Yeza udah telah 2 minggu." jawabnya


"Kau hamil lagi sayang? Ya ampun.." ucap Cantika begitu sangat bahagia 

__ADS_1


"Mama hanya, memiliki satu anak. Namun anaknya bisa menghasilkan banyak anak. Mama sangat menyukai nya." Cantika kembali mencium dan memeluk Yeza.


"Kita beri tau mas Dirga ma" usul Yeza


"Jangan dulu. Kita buat kehamilanmu ini hadiah ulang tahun Dirga." jawab Cantika.


"Ohh iya, 2 hari lagi kan mas Dirga ulang tahun" jawabnya


"Ya sudah, kamu istirahat saja, biar mama yang membantu bi Uci di dapur" ucap Mamanya


"Nggak usah ma."


"Sudah tidak apa apa, kamu istirahat saja."


Akhirnya Yeza pun masuk ke kamarnya  yang terlihat berantakan. Tadi sebelum bangun dari tempat tidurnya. Dirga malah membuat Yeza kembali merebahkan tubuhnya karena ulah sang suami yang minta jatah wekend.


Setelah selesei memberikan kamar, Yeza segera masuk kekamar mandi untuk mandi. Tidak lupa membawa handuk untuk menutupi tubuhnya 


Yeza menatap dirinya dipantulan cermin kamar mandi. Sambil mengelus perut nya yang masih rata.


Bibir nya menyunggingkan senyum bahagia.


"Sebentar lagi akan ada tamu kecil di rumah ini. Adek Zaga." gumamnya.


Yeza segera berendam di jacuzzi dengan air hangat. Hatinya mersa bahagia membayangkan kehadiran mahluk kecil di perutnya, sehingga bibirnya tak lepas dari senyum yang menghiasai wajah cantiknya.


Dirga segera masuk kamar, karena sudah merasakan gerah, membiarkan Zaga memberikan makan ikan bersama opanya.


Dirga duduk di bibir jacuzzi tempat Yeza berendam.


Dirga masih memakai pakaian nya. Lalu jemarinya menyentuh bibir Yeza yang masih menyunggingkan senyumnya.


Yeza terkesiap saat merasakan ada tangan lain yang menyentuh bibirnya..


"Maaasss.." teriaknya


"Jangan keras keras," bisiknya.


"Boleh mas gabung berendam?" tanyanya


"Apa harus nanya? Biasanya juga nggak begitu" cebik Yeza. Dirga tertawa mendengar jawaban yang selalu istrinya lontarkan. Memang benar dirinya tidak pernah bertanya seperti itu. Namun karena di rumah ini sedang ada orang tuanya  makanya Dirga minta izin dulu.


Dirga segera melepas semua pakaiannya. Untuk mengguyur tubuhnya di bawah shower terlebih dahulu agar kotoran kotoranya hilang. Setelah selesei dengan ritualnya Dirga segera masuk ke jacuzzi bersama Yeza.


Dirga duduk di belakang Yeza. Tangannya begitu nakal dan liar. Selalu menciptakan desa*n dari bibir Yeza saat gundukan dadanya di rem*as oleh tangan kekar milik Dirga


"Mas, udah ah kamu nakal." gerutu Yeza.


"Sebentar lagi yaa, sedang asyik." jawabnya

__ADS_1


Siapa yang akan tahan dengan senjata Dirga yang selalu bergerak di pantat Yeza.


Yeza adalah wanita normal yang memiliki naf*u. Dirga juga sengaja memancing Yeza agar berga*rah.


Yeza segera berdiri lalu duduk di atas paha Dirga. Dan tubuhnya menghadap pada Dirga 


Dirga berkali kali menelan salivanya saat melihat gundukan dada Yeza semakin kencang dan sedikit membesar.


.


.


.


.


.


.


"Mas menginginkan ini kan?" tanya Yeza.


Dirga mengangguk lalu segera meraup gundukan dada Yeza. Memasukkan kedalam mulutnya. Meng*isap dan menggigit pelan. Lalu kembali mengh*sapnya dengan rakus 


Dirga segera berdiri mengangkat tubuh Yeza kekamar dengan tubuh yang sama sama masih basah.


Dirga membaringkan tubuh isterinya dengan pelan lalu kembali menciumnya dengan terburu buru.


Dirga membuka belahan paha milik Yeza dan menenggelamkan wajahnya di sana.


...***...


Setelah Dirga menceritakan tentang masalalu nya pada Yeza.


Yeza pun sangat kecewa, namun dengan kejujuran Dirga yang mengakui jika dulu adalah pria yang selalu clup sana clup sini. Yeza harus memaafkan.


Toh semua orang punya masalalu, termasuk dirinya


Ada rasa menyesal juga di hati Dirga sudah berperilaku seperti itu.


Tapi semuanya adalah masa lalu yang harus Dirga lepaskan.


Dirga sekarang lebih fokus pada perusahaan peninggalan kakeknya. Dan papa Brama sedikit sedikit sudah bisa mengingat kenangan bebrapa tahun lalu. Sehingga masih bisa membantu Dirga di kantor.


Markas dan klub serta rumah bordil milik Dirga, kini di kelola oleh anak buahnya.


sedangkan Sam saat ditawari oleh Dirga untuk pindah di perusahaan saja. Namun Sam menolak. Dia terlanjur menyukai pekerjaan itu.


Sam menggantikan klub itu hanya sebagai kafe dan tempat karaoke saja. Tidak akan pernah izinkan jika ada transaksi jasa servis yang sering dilakukan dahulu.

__ADS_1


Apalagi sekarang Hellen tengah mengandung 4 bulan. Sam akan lebih perhatikan dalam memberi makan keluarganya.


...****...


__ADS_2