DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Putri papa pasti kuat


__ADS_3

Daniel segera mengambil alih koper yang ada di tangan putrinya. lalu segera menyeret membawa keluar.


"Pa." panggil Dirga lagi.


"Dirga, apa yang terjadi? Kenapa Yeza pergi?" tanya Cantika, hari ini Cantika sengaja mendatangi rumah Dirga.


Tadi saat di kantor, Cantika mendapat kan laporan dari Nara jika Dirga pulang terburu buru,


Cantika jadi sangat hawatir dengan keadaan menantu dan calon cucunya.


Tania kembali datang bersama orang tuanya.


"Hlo pak Daniel, ada apa ini? Yeza ada apa kenapa kamu membawa koper. Kamu mau pegi dari Dirga?" tanya Cantika yang tanpa jeda.


"Maaf ma." ucapnya lirih.


"Tante," panggil Tania


"Tania kau kesini juga, ada apa?" tanya Cantika


"Tante ada yang ingin kami bicarakan  sama tante." ucapnya


"Sebentar ya,"


"Dirga ini ada apa nak, kenapa Yeza mau pergi.?" tanyanya


"Semua ini gara gara wanita ular ini ma. Dia sudah memfitnah Dirga." ucapnya


"Fitnah? Fitnah apa Tania?" tanya Cantika.


"Tania nggak fitnah, tante kan tau jika Dirga dulu yang memperkosa Yeza. Dan.. "


"Cukup Tania, jangan kau ungkit masa laluku yang tidak ada sangkut pautnya denganmu." gertak Dirga yang langsung memotong ucapan Tania.


"Yeza, masuk dulu nak. Kita bicara baik baik." ucap Cantika pada Yeza.


"Maaf ma, Yeza nggak bisa, Mas Dirga sudah menghianati Yeza, Yeza tidak bisa ma." ucapnya, jangan lupakan bagaimana keadaan hati Yeza saat ini.


"Hianat?" cicit Cantika


"Mama tanya sendiri saja sama putra mama." jawabnya lalu Yeza dan Daniel segera berjalan meninggalkan rumah yang sudah membuat nya nyaman.


"Za, dengarka aku Za, aku tidak melakukan itu." Dirga kembali berseru memanggil Yeza.


"Ga, ada apa?" tanya Sam yang juga datang.


Sam ingin melaporkan keuangan pada Dirga.


Tadi menelpon Dirga, namun  tidak kunjung di angkat. Dan ke kantor katanya Dirga sedang pulang.


Entah kenapa saat ini jadi bertemu disini.

__ADS_1


"Sam syukurlah kamu datang, tolong kejar Yeza dan bawa pulang lagi. Aku mau membereskan masalah ku dengan Tania." ucap Dirga pada Sam.


"Tapi Ga, ini ada masalah apa?"


"Nanti saja aku ceritanya. Cepat kejar Yeza."


Sam segera melangkah menuju mobilnya dan mengejar mobil yang Yeza tumpangi.


"Putri papa pasti kuat," ucap Daniel yang dari tadi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Pa" panggil Yeza. Lalu kembali bersender pada bahu papanya.


Mobil taxi yang di tumpangi tiba tiba berhenti.


"Sam" gumam Yeza.


"Za turun dulu sebntar Za. Jangan seperti ini. tidak baik meninggalkan masalah sebelum selesei." ucap Sam, sambil mengetuk pintu agar Yeza mau membuka pintunya


Yeza membuka pintu. dan turun sebentar untuk bicara pada Sam.


..."***"...


Satu minggu sudah berlalu


"Kau merindukan Dirga nak?" tanya Daniel, dari tadi Daniel melihat putrinya menatap keluar dari jendela kamarnya, sambil sesekali menyeka air matanya


"Tidak pa, Yeza membencinya," jawabnya


Saat ini mereka berhasil pergi meninggalkan Dirga.


Dengan di bantu Sam mereka bisa meninggalkan Dirga dengan aman. Sebenarnya Sam tidak rela Yeza meninggalkan Dirga. Namun karena desakan Yeza yang ingin hidup tenang, ahirnya Sam pun melepas Yeza.


Dan Yeza sudah tidak tau lagi kabar Dirga sekarang.


Yeza membuang no ponselnya, agar Dirga tak bisa lagi menghubungi.


Yeza hanya ingin hidup tenang untuk saat ini. Yeza sudah berusaha mengajukan surat perceraian. Namun karena Yeza tidak membawa perlengkapan yang menjadi syarat utamanya, jadi gugatannya hanya menggantung.


Yeza memeluk Daniel papanya. "Yeza memang merindukan dia pa. Tapi hati Yeza terlanjur sakit dengan penghianatan itu." jawabnya


"Seharusnya kita dengarkan dulu dia nak, mungkin benar apa yang di bilang Sam waktu itu. Biarpun Dirga brengsek tapi dia tidak mungkin menghianatimu. Papa juga yakin Dirga adalah pria yang setia." Daniel berkata sambil mengelus kepala Yeza.


"Pa, bagaimana kalo Yeza membuka kafe disini. Sepertinya disini sangaat bagus untuk memulai usaha." ucap Yeza. Yeza berusaha mengalihkan pembicaraan nya. Agar tidak terlalu larut dalam kerinduan.


"Ide yang bagus, kemarin papa di tawari oleh om Rama, sepertinya dia orang yang baik nak." ucap Daniel


"Lelaki tua itu. Tapi kok Yeza sedikit risih ya pa dengan cara dia melihat Yeza." ucapnya


"Dia begitu karena dia merindukan anaknya. Sudah selama 33 tahun dia tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Pantas saja dia begitu sangat menyukai anak seusia kamu." jawab Daniel


"Papa tau dari mana?" tanya Yeza

__ADS_1


"Om Rama sendiri yang cerita sama papa." jawabnya


"Sebenarnya kasian juga sih. Di usia senjanya dia hidup sendiri sperti itu. Mana kakinya hilang satu dan hanya bisa melakukan usaha yang di tinggalkan oleh mendiang istrinya." ucap Yeza yang mersa hiba pada om Rama. Pria yang sudah Daniel anggap saudara nya.


...***...


Anggi sudah lelah dengan penyiksaan yang Hasta berikan.


Malam ini Anggi benar benar sudah nekat ingin menghabisi Hasta. Tidak takut jika dirinya harus masuk ke jeruji besi karena mencelakai orang. Daripada hidup dalam kurungan Hasta yang tidak tau akan sampai kapan. Dan harus melayani pria hidung belang.


Anggi duduk di depan televisi. Jangan lupakan Anggi tetap hanya di perbolehkan memakai lingerie. Walaupun  Hasta tidak menyentuh nya lagi. Namun Lekuk tubuh Anggi di jadikan objek oral se* saat Hasta bermain sendiri.


Hasta pulang dengan membawa beberapa tas. Sepertinya Hasta baru pulang belanja


Malam ini Hasta ingin melepas Anggi Karena Rendi sang putra.


Rendi sudah sedikit membaik. Namun saat kesadarannya pulih, nama Anggi yang pertama Rendi sebut.


...🌶...


"Pa, tolong bawa Anggi kesini. Rendi sangat merindukan Anggi pa." ucapnya


Mendengar keinginan putranya yang tidak di duga itu membuat Hasta tersedak dari minuman yang sendiri.


"Apa maksudmu berkata seperti itu Rendi?" tanyanya


"Pa, Rendi udah kehilangan mama. Rendi tidak ingin kehilangan cinta Rendi juga pa. Rendi akan bertanggung jawab atas kejadian malam itu pada Anggi."


"Anggi itu wanita murahan Ren, kau tak pantas merindukan dia. Papa tidak rela kamu jatuh dalam pelukan nya." kata Hasta. Berusaha memberi pengertian pada Rendi


"Rendi tau kenapa Anggi bisa seperti itu. Itu juga karena Rendi pa. Rendi yang sudah membuat Anggi seperti itu." jawabnya


"Tidak Rendi. Kau tidak terlibat dalam kehidupan liar Anggi. Dia sekarang menjadi wanita panggilan. Papa sudah melihat dia beberapa kali bersama pria, selalu dengan pria yang beda setiap papa melihatnya." ucapnya lagi


"Pa, Rendi yakin Anggi seperti itu karena Rendi. Tolong pa bawa Anggi kesini." mohon nya


Hasta menghela nafas kasar. Lalu menatap putra nya yang sudah sedikit segar. "Papa akan usahakan. Tapi tidak janji karena papa tidak tau Anggi tinggal di mana." jawabnya


...🌶...


"Ang... "


BUGHHH...


Anggi dengan cepat memukul kepala Hasta dari belakang. Sebelum Hasta berhasil mengucapkan namanya dengan sempurna.


Anggi melihat tas bawaan yang di bawa Hasta. Lalu melihat ada beberapa potong pakaian berlengan.


Anggi segera mengikat Hasta agar tidak bisa menangkapnya lagi.


...💥💥...

__ADS_1


🌹Selamat Hari Raya iedul adha,🌹


__ADS_2