DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Papa Boleh Tanya?


__ADS_3

Arka begitu bingung pada kehadiran  wajah baru.


Benar benar mirip Ramos. Padahal sudah jelas dengan matanya sendiri jika Ramos sudah meninggal.


Arka segera bangkit dari duduknya. Dan segera keluar ruangan menuju ruangan  papanya.


Terlihat Boni tengah sibuk dengan ponselnya 


"Aku perintahkan padamu. Cepat habisi wanita itu. Gara gara kamu gagal kau tau.. Kehidupan yang nikmat sudah berada di depan mata sebentar lagi sirna. DENGAR TYO, JIKA DALAM 24 JAM KAMU BELUM BISA MEMBERI BUKTI MAYAT WANITA ITU. JANGAN HARAP HIDUPMU AKAN TENANG." ancam Boni pada Tyo


Setelah berbicara Boni segera melempar ponselnya di atas sofa.


"Pa.." panggilnya


"Urus anak buahmu. Kerja begitu saja tidak becus." gerutu Boni pada Arka


"Pa... Papa tadi lihat nggak pria itu. Benar benar mirip Ramos."


"Jelas papa lihat. Kamu itu gimana sih. Kau pikir papamu ini buta?" tanya Boni kesal


"Kenapa sih pa.?"


"Urus itu Tyo, biar papa urus Ramos KW nya." ujar Boni


"Paa siapa sih yang sudah bermain di belakang kita? atau jangan jangan Dirga sudah mulai mencium rencana kita pa?" tanya Arka


"Papa mana tau? Dirga itu diam diam juga sangat berbahaya, kita kan tidak pernah tau Dirga tinggal di mana? Sekali kali kamu ikutin Dirga gitu loh Ar." ujar Pak Boni


"Dirga aja sering tidak tentu pulangnya. Terkadang kita masih lembur, Dirga sudah nggak ada, atau kadang kita sudah pulang Dirga masih sibuk dengan pekerjaannya." jawab Arka


"Papa coba tanya mana Tika, siapa tau mama mengetahui tempat tinggal Dirga." usul Arka


"Ohh itu ide bagus." jawabnya sambil menampakkan seulas senyum kepuasan.


...***...


Tyo makin frustasi dengan ancaman nya Boni dan Arka. Mereka benar benar masih sangat kecewa pada pekerjaan nya.


"Bos Dirga udah nglarang aku untuk lanjut kerjasama dengannya. Tapi aku juga tidak bisa langsung meninggalkan nya. Dia  baru bayar 10 ℅ jadi perjanjian itu." gumamnya


"Sebenarnya tidak masalah dengan uang itu. Tapi bagaimana dengan istri dan anakku jangan sampai Arka dan Boni menyentuh keluargaku." gumamnya lagi


"Tapi aku kan bisa mengerjakannya tanpa harus aku yang turun tangan sendiri." batinnya lagi


Tyo masih bingung mencari orang yang mau bekerjasama dengannya.


Dan kali ini Tyo tidak melibatkan Dirga. Karena Dirga pasti akan sangat marah jika sampai tau.


"Ohh iyaa.. Ayah nya Juna kan dulu seorang pembunuh. Apa aku pakai jasanya saja. Lumayan dia bisa ku bayar 25 juta" batin Tyo dengan senyum semringah.

__ADS_1


Merasa ada jalan keluar yang lebih baik.


Tyo segera mencari kontak Juna. Setelah ketemu Tyo segera menekan tombol hijaunya.


Panggilan pun segera tersambung. Namun belum ada jawaban dari sang pemilik nomer.


Hingga Tyo mencoba lagi untuk menelpon. Baru setelah itu Juna mengangkat telponnya dari Tyo.


Juna


"Ya bang, ada apa?"


Tyo


"Ayahmu sekarang dimana Juna?"


Juna


"Di rumah bang. Apa abang perlu sesuatu?"


Tyo


"Kasih aku alamat Jun. Aku ada perlu sama ayahmu."


Juna


"Baiklah aku kirim lewat pesan ya."


Tyo segera beranjak dari duduknya. Dan melihat bebrapa rekannya masih sibuk dengan tugas yang di berikan  Dirga.


Doni yang baru masuk melihat kegirangan Tyo jadi curiga


"Napa Yo, bahagia banget?" tanyanya


"Tidak ada.. Aku pergi dulu Don, kalo bos Dirga datang dan mencariku, aku sedang pulang." jawabnya


"Hmmm.." jawab Doni


Tto segera, mengambil motor gedenya, bekerja dengan Dirga lumayan, keluarganya bisa terjamin kehidupannya. bahkan Dirga selalu memberi bonus saat ada penjualan orang tubuh manusia.


Sedangkan Dirga sendiri lebih banyak memakan hasil kerjanya dan Bar dan rumah bordil yang di kelola Qwena dan  Gendis.


Setiap minggu Dirga bisa meraup keuntungan sekitar 75 sampai 200 jt.


...***...


Dirumah Dirga


Yeza baru saja masuk setelah jalan jalan sama papanya.

__ADS_1


"Papa istirahat dulu saja, Yeza buatin minuman dingin untuk papa."


"Papa tidak minum yang dingin dingin nak. Papa lebih suka minuman hangat, kamu bisa bawakan papa kopi saja. Papa sudah kangen dengan kopi buatan kamu." jawabnya


"Ohh ok pa." sahutnya


Daniel melihat Yeza melangkah meninggalkan dirinya. Kalo di lihat dari cara Yeza berjalan persis seperti mendiang istrinya.


Apa lagi saat dalam keadaan hamil begini benar benar tak bisa di bedakan.


Bedanya hanya satu,


Kalo mendiang istrinya hamil adalah suatu kebahagiaan Danil dan Ginara karena sudah sangat merindukan hadirnya seorang malaikat kecil.


Tapi kali Yeza kehamilan yang tidak di inginkan.


Dan malah selalu menimbulkan luka


"Pa.. Papa melamun."


Daniel langsung terkesiap saat merasakan tepukan hangat dari putrinya.


Daniel tersenyum.


"Papa boleh tanya nak?" tanya Daniel


"Tanya apa pa?"


"Bagaimana dengan perasaanmu yang sebenarnya, saat harus mengalami kehamilan tanpa suami?"


Yeza menatap mata tegas papanya. Ada semburat kesedihan yaang atau dalam di bola mata itu.


Yeza tidak ingin menambah kelukaan papanya karena gagal menjaga dirinya.


Yeza tersenyum untuk mencoba berdamai dengan keadaan ini. Wanita mana sih yang mau hamil tanpa suami.


Bahkan seorang wanita malam pun tak ingin itu terjadi,


Apalagi Yeza gadis baik baik yang tidak pernah bergaul dengan lawan jenis itu harus mengalami kehamilan tanpa suami.


"Yeza sudah menerima semua pa. apalagi sekarang ada mas Dirga, mas Dirga sangat peduli dan sangat menyayangi kami." jawabnya


Daniel segera menghapus air matanya. bahagia mendengar penuturan dari anak tercintanya. Tapi walaupun begitu bisa saja suatu saatereka akan berpisah.


Manusia hanya bisa mempertahankan suatu hubungan. Tapi Tuhan lah yang akan menentukan segalanya.


"Papa bahagia Dirga melakukan itu nak. Tapi bagaimanapun juga, Dirga bukanlah ayah biologis dari cucu papa, jika suatu saat Dirga berubah, ada papa yang akan setia menjaga kalian." kata Daniel dalam hati.


"Papa jangan sedih lagi yaa.." Yeza bisa berdamai dengan keadaan ini.

__ADS_1


...***...


"Ga.. Ini mama nak.. Yeza nak.. Yeza di culik"


__ADS_2