DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Barang berharga


__ADS_3

...****...


Di rumah Dirga sedang banyak anak buah Dirga yang membantu membuak kejutan untuk bosnya.


Ada Sam, karena Sam lah orang yang Yeza mintai pertolongan pertama kali, Untuk membantunya. Dan Sam meminta pada Candra untuk menghubungi anak anak di markas.


Mereka membuat pesta kecil di kebun belakang. Merayakan hari ulang tahun Dirga. Dan menyambut mahluk kecil yang sedang tumbuh di perut Yeza 


"Mama, Zaga akan punya adek ya?" tanya Zaga


Yeza mengangguk, "Zaga seneng nggak punya adek bayi.?" tanya Yeza


"Seneng ma, Zaga sangat senang. temen temen Zaga juga banyak yang punya adek." jawabnya


Yeza tengah menjemput Zaga pulang sekolah dan saat ini mereka sedang berjalan menuju mobil nya yang terparkir


"Zaagaaa..." panggil teman Zaga seorang gadis kecil yang sangat imut. Pipinya yang gembul dan rambutnya yang agak bergelombang itu melambaikan tangannya pada Zaga.


Zaga yang di panggil gadis itu menoleh dan tersenyum.


"Siapa dia Zaga? Cantik ya" tanya Yeza


"Iya mama, dia sangat cantik." jawabnya


"Apa kau menyukainya?" tanya Yeza


Xixixi.. Zaga tertawa sambil menutup mulutnya.


Melihat tingkah Zaga hati Yeza tertawa gemas,


"Iya kan kau menyukainya?" tanya Yeza lagi


"Bintang itu memang cantik mama," jawabnya


"Ohh Cantik yaa,, kalo sama mama cantikan mana?" tanya Yeza


"Mama tetap cantik. Tapi Bintang juga cantik." jawabnya


"Mama sebental ya, Zaga mau ngomong dulu sama Bintang." ucapnya


"Hei mau ngomong apa nak?" tanya Yeza


Zaga segera menyuruh mamanya untuk jongkok agar Zaga bisa berbisik pada telinganya.


"Zaga mau menikahinya mama" ucapnya


"Weii.. Masih kecil tidak boleh bilang begitu." sahut Yeza sambil menatap iris hitam milik Zaga


"Nanti kalo sudah besal Zaga akan menikahinya mama." jawabnya lagi. Lalu segera meninggalkan Yeza sendiri.


Sedangkan Bintang yang masih berjalan dengan pengasuhnya tidak begitu melihat jika Zaga sedang berlari kearahnya


"Bintang tunggu dulu." teriaknya.


Bintang pun menghentikan langkahnya dan berbalik menunggu Zaga yang berlari.


"Ada apa Zaga?" tanyanya


"Aku akan menikahimu. Aku sudah bilang sama mama, tapi kalo sudah besal" katanya sambil berbisik. Pengasuhnya itu masih bisa mendengar, hanya tersenyum mendengar ucapan Zaga.


Cuppp.. Zaga berhasil mencium pipi Bintang.

__ADS_1


"Zaga" teriak Bintang pada Zaga.


Walau belum tau apa itu yang di lakukan Zaga. Namun Bintang tetap tidak Terima Zaga mencuri pipinya 


Zaga segera berlari kearah Yeza. Yeza hanya geleng geleng kepala sambil berkacak pinggang.


"Apa yang Zaga lakukan pada Bintang?" tanya Yeza.


"Mama tidak dengal ya?" tanyanya


"Tidak" jawabnya


"Tadi Zaga bilang mau menikahi Bintang kalo sudah besal. Dan tadi Zaga cium pipi Bintang.' jawabnya


" Zaga sayang, Zaga nggak boleh ya main cium cium anak orang. Nanti kalo mamanya Bintang tidak terima gimana dong." ucap Yeza yang menasehati anaknya


"Kenapa nggak boleh ma.?" tanyanya lagi


"Tidak boleh karena ciuman itu hanya boleh di lakukan oleh mama dengan Zaga, dan papa dengan mama dan Zaga. Dan oma sama Zaga itu boleh. Kalo sama Bintang Zaga nggak boleh." ucap Yeza Lagi.


Walau Zaga belum begitu tau apa yang di larang oleh mamanya. Setidaknya Zaga tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang tadi.


"Kalo sama Ala boleh nggak ma?" tanya nya lagi


"Ala siapa?" tanya Yeza


"Ala ma, bukan Ala." protesnya


Yeza berpikir sebentar  "Ohh Ara?" tanya Yeza lagi. Dan langsung di angguki oleh Zaga


'Ara itu siapa?" tanya nya


"Ara itu pacar Zaga, terus Bintang itu siapanya Zaga?" tanya Yeza bingung. Dan sekarang mereka sudah di dalam mobil untuk pulang.


"Bintang itu yang akan menikah sama Zaga ma. Kalo Ala itu pacal Zaga sekalang." jawabnya.


"Ya ampun anak mama, masih kecil sudah tau pacar pacaran. Siapa yang ngajarin?" tanya Yeza


"Teman Zaga ma. Namanya Galih" jawabnya


"Zaga belum boleh ya pacar pacaran. Jangan dengerin apa yang di bilang Galih." kata Yeza pada Zaga


"Kenapa ma? Galih juga punya pacal banyak." jawabnya


"Biarkan Galih punya pacar banyak, yang penting Zaga belajar dulu yang benar." ucap Yeza


Tak terasa mereka sudah sampai rumah.


...***...


Saat ini Zaga dan Dirga sedang duduk di ruang makan. Sedang menunggu Yeza yang masih sibuk menyiapkan makan malam


"Papa, mama bilang Zaga akan punya ad,,, " ucapnya yang langsung di potong oleh Yeza


Untung Dirga tidak terlalu fokus mendengar kan ucapan Zaga. Mata Dirga tidak lepas dari memandang istrinya yang setiap hari terlihat semakin cantik.


"Sayang, makan dulu ya ceritanya nanti. Papa pasti sudah lapar iya kan pa?" tanya Yeza.


"Iya papa sudah sangat lapar nih. Ayo kita segera mulai makan." ucapnya.


"Zaga mau pilih yang mana?" tanya Yeza

__ADS_1


"Zaga mau makan ini sama ini." jawabnya


Yeza segera mengambilkan makanan yang ditunjuk oleh Zaga.


Dirga pun juga memilih makanan yang di pilih Zaga.


"Ambil sendiri mas" kata Yeza


"Sayang, ambilin dong." jawabnya


Yeza menghela nafas kasar. Lalu segera mengambilkan makanan buat suaminya. Entah kenapa ahir ahir ini suaminya begitu manja dan ingin selalu di perhatikan.


Apa ini juga bawaan si jabang bayi yang sedang tumbuh? Tanya nya dalam hati.


"Mas, tadi aku kehilangan barangku di belakang rumah. Tolong nanti di cariin ya." rengek Yeza


"Apa sih. Nggak usah di cari. Mending beli lagi aja  berapa sih harganya?" tanyanya


"Bukan karena harganya mas. Tapi karena barang itu sangat berharga. Jadi aku minta tolong cariin" ucapnya yang mendayu begitu manja.


Kalo sudah mendengar rengekan istrinya, Dirga tidak bisa menolak. Dan terpaksa harus mencarinya. Kalo tidak mau mencarikan pasti Dirga tidak akan mendapat jatah dari Istrinya.


"Iya, nanti mas cariin." jawabnya.


Selesei makan Dirga segera mengantar Zaga ke kamarnya, dan Yeza masih sibuk membereskan meja dapur dan meja ruang makan.


"Bagaimana? Sudah siap?" tanya Cantika yang sudah datang dan segera bersembunyi di ruang tengah.


"Sudah ma." jawabnya


Hingga jam 9 malam Dirga masih menunggu Zaga untuk tidur. Tapi bocah itu belum juga memejamkan matanya. Tumben sekali padahal kalo sudah di bacakan cerita Zaga akan segra tidur.


"Zaga, kenapa belum tidur?" tanya nya


"Zaga belum ngantuk pa, Zaga mau nonton televisi aja,  papa kalo cape papa tinggal aja Zaga. " ucap Zaga


Lalu segera duduk dan menyalakan televisi.


Dirga tak punya pilihan lain. Karena Dirga sudah sanggup untuk mencari kan barang berharga milik Yeza


"Ya sudah papa keluar dulu. Zaga di kamar saja. Papa mau kebelakang." ucapnya


Dirga segera meninggalkan kamar Zaga lalu berjalan menuju dapur yang istrinya masih ada di sana.


"Zaga sudah tidur mas?" tanya Yeza


"Belum, kenapa dia tumben susah tidurnya." jawabnya


"Ya udah ayo carikan barangku mas." ajak Yeza


"Sebentar mas nyalakan lampu belakang dulu."


"Lampunya mati mas." jawab Yeza


"Mati? Kalo begitu besok pagi saja. Mana bisa mencari dalam gelap gelapan."


"Nggak mau. Maunya sekarang, kalo nggak, mas Nggak akan dapat jatah satu bulan."


Kalo sudah di ancam begitu. Dirga tak bisa menolak daripada tidak mendapat jatah satu bulan


Dirga segera mengambil batrainya untuk mencari barang milik Yeza

__ADS_1


__ADS_2