DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Firasat Buruk


__ADS_3

"Cerita masa kecil anaknya saja sih." jawab Yeza


"Ohh.. Nggak ada yang lain?" tanya nya lagi. Yeza menggeleng sambil tersenyum.


"Apa mama tidak menanyakan tentang pernikahan kita?"


"Tidak.. Buat mama asal anaknya bahagia. Mama nggak masalah." jawabnya


Dirga segera memeluk sangat istri. mengecup ceruk lehernya dan menggigit


"mas ihh geli." ucapnya


beberapa menit kemudian Dirga sudah mandi. dan sekarang sudah harum dengan sabun yang Yeza beli.


mereka tengah menikmati makan malam berdua.


...***...


Obrolan pun masih berlanjut sampai mereka selesaikan ritual percintaan.


" Mas lain kali jangan bohongin mama. Kasian mama kamu udah besarin mas Dirga sampai segede ini." ucap Yeza


Saat ini mereka tengah berada di tempat tidur. Setelah acara makan malam tadi Dirga merajuk ingin menyapa anaknya.


Yeza tak bisa menolak karena rayuan Dirga juga belaiannya sangat memancing gair*h Yeza.


Entah kenapa semenjak kehamilan Yeza memasuki usia 3 bulan.


Yeza selalu ingin Di sentuh oleh Dirga.


Bahkan jika Dirga menuruti keinginan Yeza.


Bisa bisa Dirga tidak kerja karena sikap Yeza yang manja.


"Mama bilang gitu?" tanya Dirga


"Bukan mama Tapi aku, kasian sama mama kalo mas Dirga tidak terbuka." jawabnya


"Iya.. biasanya mas juga nggak menutupinya. tapi entah kenapa Mas memilki firasat buruk tentang keberadaan mu di sisi mas." jawabnya


"Besok mama mau ajak aku jalan jalan. Boleh?" tanya nya


Dirga mengerutkan keningnya.


"Tidak.. Mas tidak ingin kau keluar rumah tanpa mas." jawabnya


"Kan ada mama."


"Mama tidak sepenuhnya bisa menjagamu."


"Tu kan tidak percaya sama mamanya sendiri. Coba kalo di balik anak mas nanti juga nggak percaya sama mas. Apa yang akan mas rasakan?" tanya Yeza


"Itu beda sayang. Mas tau mama itu kayak gimana. Selalu teledor." ucapnya


"Shitt.." umpat Dirga dalam hati. Dirga belum bilang sama mama untuk merahasiakan keberadaan  Yeza yang sekarang sudah jadi istrinya.


"Sebentar mas ada perlu sebentar" pamitnya". Lalu segera berdiri dan mengambil Bathroob yang ada Sofa


Yeza menatap suaminya bingung. Kenapa tiba-tiba sepanik itu, batinnya.

__ADS_1


Dirga berkali kali nelpon nomer mamanya. Namun tidak aktif.


Dirga menelpon telpon rumah. Siapa tau ada yang mengangkat.


Dalam deringan ke 5 barulah ada jawaban.


"Hallo.. Di sini rumah Nyonya Dirgantara." jawab Wanita. Yang di ketahui adalah pelayan di rumahnya.


"Iya.. Ini Dirga. mama di mana bik?" tanyanya


"Ohh nyonya sedang ada tamu Den." jawabnya


"Papa dan bang Arka ada juga?" tanyanya


"Tuan besar belum pulang. Begitu juga dengan tuan muda Arka." jawabnya


"Baiklah terimakasih. Tolong beritahukan pada mama. Kalo saya Dirga akan bicara penting."


"Sebentar tuan"


Tak berapa lama ponsel Dirga berdering. Tertera di layarnya pemanggil adalah mamanya.


...****...


Setelah ngobrol dengan mama nya. Dirga segera, masuk ke ruang kerja. Karena harus ngecek kembali laporan keuangan.


Sebenarnya Dirga enggan ikut memantau keuangan. Namun demi keamanan dan kemajuan perusahaan Dirga harus melakukan.


Dirga menatap jam dindingnya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam


Yeza sudah nyenyak dalam tidurnya.


Dirga segera mengecek hasil penjualan dari bisnis gelapnya 


Mereka menawarkan harga setiap gadis sekitar 250 juta.


Biasanya Dirga akan menjual lebih dari harga ini.


Beda negara beda harga jual belinya.


Mata Dirga mulai lelah menatap deretan huruf dan angka. Dirga segera menyudahi pekerjaan nya.


Masuk ke kamar sang istri. Lalu membaringkan tubuhnya di samping Yeza.


Seperti biasa Dirga hanya memakai boxer saat tidur.


...***...


Yeza sudah menunggu sang mertua yang akan menjemput.


Sedangkan sang suami sudah berangkat pagi tadi jam 5.


Dirga langsung menuju pelabuhan untuk transaksi jual wanita. Perjanjian yang sudah di sepakati tadi malam.


Yeza duduk sambil mengecek ponselnya.


Papanya kirim pesan


My Daddy

__ADS_1


"Za.. Anggi sekarang beda. Papa sangat dengan keadaanya."


Yeza.


"Beda gimana pa?" send...


My Daddy


"Sudah jarang pulang sore. Pulang selalu malam. Papa tidak pernah tau pulang jam berapa."


Yeza


"Papa coba jangan tidur terlalu sore. Biar papa tau Anggi pulang jam berapa" send..


My Daddy


"Papa sudah capai sayang. Pinginnya kalo sampai rumah segera istirahat. Agar paginya bisa bangun dengan tubuh yang segar.'"


Yeza diam sesaat dari kegiatan mengetik. Memikirkan papanya yang sudah kerja seharian. Belum lagi nanti saat kena teguran dari bosnya. Jika pekerjaanya tidak beres.


Yeza


"Papa harus jaga kesehatan papa ya. Yeza tidak ingin papa sakit." send...


Tidak ada balasan lagi. Dan masih menunjukkan centang hitam


Bersamaan dengan hadir nya sang mama mertua.


"Kau sudah siap sayang?" tanyanya


"Sudah mam." jawabnya


Cantika menatap penampilan Yeza. Memang terlihat masih ABG dengan gaun warna putih.


Dan rambut yang hanya Yeza pakain bando putih.


"Kau sangat penyuka warna putih?" tanya nya


"Ini mas Dirga yang beliin. Yeza juga tidak tau kenapa semua pakaian Yeza kebanyakan warna putih." jawabnya


Cantika tersenyum "kau memang wanita yang spesial buat Dirga."


Cantika ingat betul 8 tahun yang lalu. Dirga mengubah dirinya dengan penampilan yang serba hitam


Wajahnya di bagian rahang di biarkan Tumbuh bulu yang sangat lebat.


Hidupnya seperti tidak ada sesuatu yang ingin di gapai. Seolah taqdir itu hanya mempermainkan Dirga.


Sebagai seorang ibu. Tentu Cantika merasa jika Dirga sedang tidak baik baik saja.


Cantika berusaha mencari tau. Dan ternyata memang benar. Samuel bercerita jika Dirga tengah sakit hati pada pacarnya  yang bernama Pita.


Wanita yang sudah Dirga cintai selama 7 tahun tega menghianati nya. Bahkan Dirga melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Pita sedang bercinta dengan pria lain.


...***...


Tak terasa mereka sudah sampai di mall. Cantika berjalan beriringan dengan Yeza.


"Itu kan Anggi."

__ADS_1


__ADS_2