
Mereka menunggu di ruang rawat di mana Saya berada
"Apa yang terjadi pada anakku Za?" tanya Dirga saat melihat tubuh mungkin anaknya harus mengalami pembedahan.
"Aku tidak tau, dia sering mengalami sakit perut, aku pikir dia hanya telat makan. Karena biasanya dokter akan mengatakan jika Zaga hanya telat makan." jawab Yeza
"Dan untuk kakinya, tadi siang Zaga sedang bermain di ruang kerjaku. Tapi tiba tiba dia mengaduh kesakitan dari kakinya. Mungkin Zaga terjatuh saat ingin mengambil mainan di atas almari." jawabnya
"Kenapa bisa sama, aku juga tadi terjatuh dari kuda ku." jawabnya
"Sepertinya Zaga memilki ikatan bathin yang kuat pada ayahnya." ucap Yeza
"Apa kau tau mas, waktu aku akan melahirkan Zaga. Zaga tidak mau keluar saat aku mengumpati diri mu." ucapnya sambil m nahan senyum
"Kenapa kau tidak mengubungi ku? Apa kau tau, keadaan ku setelah kepergianmu." tanya Dirga
"Ya mana ku tau. Aku pikir kau jadi menikahi Tania, makanya aku tidak mau mengganggumu lagi." jawabnya
"Ma," panggil Zaga.
"Sayang, anak mama sudah bangun?" tanya Yeza dan langsung menghampiri Zaga.
"Ma, siapa om itu" tanya nya saat melihat ada orang lain ada di ruangan ini.
"Ohh, dia kan." kata Yeza yang langsung di potong oleh Dirga.
"Ini papa Zaga, papa merindukan Zaga, papa sangat rindu pada Zaga" jawab Dirga
"Ma," panggil Zaga lagi
Yeza mengangguk membenarkan jika Dirga adalah papanya.
"Papa sudah pulang, kenapa papa tinggalin Zaga?" tanya Zaga
"Sayang kan mama udah bilang kalau papa kerja." ujar Zaga
"Mama pelnah bilang kalo papa nikah, apa papa tidak sayang Zaga?" tanya Zaga.
Dirga melirik Yeza, "apa apaan ini. Bocah sekecil itu sudah di racuni tentang pernikahan
Yeza hanya tersenyum canggung.
" papa kerja sayang. Mama itu yang tidak mau nemuin papa sana Zaga." bela Dirga
"Papa kelja kenapa lama, Zaga ingin belmain sama papa juga." ucap Zaga
"Papa, belum dapat duit banyak, jadi papa kerja nya sangat lama." jawabnya
"Zaga ngak mau di tinggal papa lagi. Zaga mau belsama papa," kata Zaga lagi.
"Sekarang papa nggak ninggalin Zaga, papa akan sekalu ada buat Zaga" jawabnya
__ADS_1
Yeza kembali ke sofa, membiarkan kedua orang yang sangat berharga itu untuk melepas rinda dan biar lebih akrab.
Yeza hanya menatap dua pria yang sedang ngobrol. Biarpun dia papanya, tapi yang namanya anak kalo belum pernah bertemu dan belum kenal pasti ada rasa takut atau enggan untuk membuka diri.
Namun berbeda dengan Zaga, Zaga mudah menempatkan diri pada suasana hangat mereka berdua.
Yeza segera keluar meninggalkan mereka berdua, dan papa dan Anggi sudah berada di depann pintu ruangan.
"Bagaimana kabar Zaga nak?" tanya Pak Daniel
"Sudah lebih baik pa. Dan dia tidak rewel dengan kondisinya saat ini. Zaga bisa menahan rasa sakit nya seperti papanya." jawab Yeza.
"Papanya? Apa Dirga sudah disini?" tanya Daniel
Yeza mengangguk. "Dan tak ada yang perlu di hindari. Mas Dirga tidak jadi menikah dengan Tania." jawabnya
Daniel tersenyum, bersyukur cucunya masih memiliki ayah.
"Dan mungkin Yeza akan kambali pada mas Dirga." katanya lagi.
"Papa tidak keberatan dengan keputusanmu. Papa yakin kamu sudah dewasa dan tau mana yang baik buat keluargamu." sahut Daniel kemudian.
"Papa masuk saja, Yeza akan ke kantin dulu." ujar Yeza
Daniel segera masuk dan di ikuti oleh Anggi.
"Eheemmm.. Zaga sudah bertemu papa?" tanya Daniel pada Zaga yang terlihat begitu bahagia. Suara tawanya membuat ruangan ini begitu damai.
"Maafin Dirga pa. Dirga udah ngecewain papa," ucap Dirga
Daniel tersenyum "yang sudah berlalu biarlah menjadi kenangan dan Renungan agar tidak terulang kembali hal yang seharusnya di bicarakan baik baik. Jangan di tutupi hingga harus orang lain yang menguak. Jujur papa sangat kecewa padamu Ga, kenapa kamu juga merahasiakan dari papa, papa adalah orang pertama yang sangat terpukul atas kejadian yang menimpa putri papa. Tapi kembali lagi, papa berharap lain kali kalo ada masalah sm cepat di bicarakan. Agar tidak ada salah paham lagi." ucap Danil.
Zaga sedang bercanda dengan Anggi. Dan Daniel sedang ngobrol dengan Dirga.
...****...
Pagi ini begitu indah untuk keluarga yang baru saja menemukan kebahagian.
Dirga izin tidak masuk kantor dulu. Dan urusan kantor di serahkan pada Darel orang yang sudah mengabdi pada perusahaan Dirga.
Sama lamanya dengan pak Robert. Kalo pak Robert di percaya sebagai pemenang keuangan.
Srdangkan pak Dari orang yang menggantikan pisisi pak Boni.
"Mas, kau harus minta maaf pada Sama. Sam mengalami patah tulang di hidung karena kesalah paham kamu." ucap Yeza .
Dirga mengerutkan keningnya. Tidak menyangka jika pukulan pada wajah Sam bisa berakibat fatal.
"Kau tau dari mana?" tanyanya
"Dari kak Hellen, tadi malam aku mengunjunginya." jawabnya
__ADS_1
"Nanti mas akan temui Sam." balasnya
"Mas, kau begitu kejam pada karyawan mu. Seharusnya kau tidak menghalangi mereka untuk segera menikah. Kau tidak pantas jadikan pemimpin perusahaa di MesranSell." ucap Yeza. Sambil mbereskan nakas.
"Kau tau darimana aku melakukan itu?" tanya Dirga
"Dari Sam. Makanya dia menikah dian diam dari kamu. Kemarin itu mereka sedang melakukan perjalanan untuk bulan madu. Tapi kau malah mengirim mereka ke rumah sakit" jawab Yeza dengan memandang suaminya yang masih sibuk bermain dengan Zaga.
Hening...
Tidak ada lagi obrolan di antara mereka yang ada hanya celotehan Zaga pada mainannya.
Ceklek...
Pintu ruangan di buka, dan nampak lah wajah wanita paruh baya yang masih terlihat masih cantik. Siapa lagi kalo bukan mama Cantika
"Yeza," panggil nya
Yeza segera menoleh dan menata mertuanya,
"Mama" balasnya. Mereka saling berpelukan,
"Apa kabar sayang, kau semakin kurus saja." kata Cantika
"Baik ma." jawabnya tidak ingin menanggapi ucapan mama Cantika yang mengomentari tentang penampilannya.
"Ini pasti cucu oma kan?" tanya Cantika pada Zaga yang masih memandang omanya.
Zaga masih bingung karena tidak pernah melihat wanita ini.
"Zaga, ini oma nya Zaga. Ayo sambut oma" ucap Yeza pada Zaga agar segera menyambut pelukan dari mama Cantika.
"Ganteng banget cucu oma."
"Papa, ini oma nya Zaga?" tanya Zaga pada Dirga
"Iya, oma ini adalah mamanya papa. Jadi Zaga masih memilki kakek dan oma." jawab Dirga
"Yee. Zaga punya kakek dua dan oma satu." girangnya
...***...
Sore ini Cantika masih menunggu Zaga dirumah sakit. Cantika ingin pulang bersama sama dengan Dirga bersama istri dan anaknya.
"Mas Brama, kau masih hidup mas?" tanya Cantika pada Rama.
Sedangkan Rama hanya bengong karena tidak mengenal Cantika.
"Maaf saya tidak mengenal anda." jawabnya
"Mas, ini Cantika istri kamu. Mas Brama nggak ingat?" tanya nya lagi
__ADS_1
"Saya hanya memilki istri satu yaitu Sarah." jawabnya lagi. Merasa tidak mengenal Cantika, Brama segera pamit pada Yeza. Karena sudah selesei menjenguk Zaga.