
...💥 ***kenapa yaa,, Aku begitu bersemangat hari ini. idenya mengalir begitu lancar. ☺...
...Terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan DGMGB💥...
...💗Selamat Membaca💗***...
...****...
Yeza keluar dengan lingerie yang waktu itu di belikan Dirga.
Sebenarnya Yeza jijik melihat pakaian yang sangat tidak pantas.
Waktu itu Yeza membuka paperbag dari Dirga. Dan mengeluarkan isinya. Yeza segera membuang karena merasa jijik. Yeza pernah melihat pakaian macam itu. Dulu mama tirinya sering memakai untuk menggoda papanya.
Dan Yeza melihat karena papanya tidak menutup rapat pintu kamarnya. Dan Yeza yang baru keluar dari kamar untuk mengambil air minum sempat menoleh dan menatap tubuh Desi begitu se*i dengan pakaian itu.
Mendengar Desi yang sedang bergelayut manja pada papanya. Dengan pakaian tipis seperti yang Dirga berikan
Jangankan untuk mencoba. Menyentuh kembali saja Yeza tidak sudih. Yeza segera memasukkan pakaian itu kembali dengan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya.
Namun pagi ini Yeza punya ide untuk ngerjain Dirga. Rasanya kesal saja saat Dirga menganggap bahwa dirinya seolah yang bersalah. Padahal Yeza hanya tidak ingin membuat anak dan ibunya itu bertengkar.
Jantungnya berdegup begitu cepat. Seperti pelari yang yang sudah berlari sangat jauh, walau dengan langkah gemetar Yeza tetap memberanikan diri untuk menampakkan dirinya.
Yeza melihat Dirga berada di depan cermin. Dan matanya tidak sengaja bertemu lewat pantulan cermin.
Pakaian tipis itu berhasil merobohkan pertahanan Dirga.
Pria mana yang tidak akan tergoda dengan penampilan seperti Yeza saat ini. Apa lagi beberapa hari ini Dirga sudah sangat berhasrat untuk menggauli Yeza. Yeza selalu mancing dirinya.
Jika tidak mengingat dirinya masih kecewa. Mungkin Dirga sudah menerkam Yeza dari pagi kemarin saat mendapati Yeza hanya memakai lilitan handuk pada tubuhnya.
"Dmmm." umpat Dirga saat melihat pakaian Yeza.
"Siall.. Dia sengaja mancing ku? Sudah tau aku berusaha menahan untuk tidak dulu menyentuhnya sebelum dia meminta maaf. Tapi kali ini."
Hati Dirga sudah mulai goyah
Dirga segera melepas dasinya dan melempar asal.
Dirga berbalik dengan wajah yang sudah terlihat memerah karena gai*ah. Beberapa kali Dirga menelan salivanya sendiri.
Dirga berjalan kearah di mana Yeza berdiri.
Tubuh Yeza terasa seperti tidak memiliki kekuatan saat mendapati tatapan gai*ah dari suaminya.
"Kauh selalu memancingkuh hmm." ucapnya yang terdengar berat. Setelah berhasil mengurung Yeza pada tubuhnya dan menempelkan pada dinding kamar
"Kauhh. Egoisshh... Kauuhh tak mauh mendengar kanh penjelasan kuh mashh." jawab Yeza dengan gugup.
"Diam." ucap Dirga dengan suara berat.
"Kauhh mauuhh ahh.. " kalimat Yeza berhenti karena bibirnya sudah dikunci oleh bibir Dirga.
__ADS_1
"Aku sudah bilang untuk diam bukan." ucap Dirga
Dirga segera menguasai bibir Yeza. Memainkan dengan lembut ciuman nya.
Lidahnya mengabsen gigi putih dan rapi milik Yeza lalu membelit lidahnya.
Tangan Dirga bebas menjelajahi tubuh istrinya. Perlahan melepas lingerie yang Yeza pakai.
"Kau sengaja menggodaku hmm"
"Kau tau, dari kemarin aku sudah menahannya untuk tidak tergoda. Tapi kau memang pantas menjadi wanita penggoda Dirgantara." ucapnya saat sudah melepas pagutan bibirnya.
Wajah Yeza menunduk, jangan lupakan wajah Yeza yang memerah.
Mereka sama sama menginginkan sentuhan.
Dirga mencium dan mengecup seluruh tubuh Yeza mencium leher dan turun kebawah.
Ciuman nya berhenti pada pu*ing Yeza yang sudah mengeras. Dirga memasukkannya kedalam mulutnya. Mengh*sap payu* ara milik YezaÂ
Dirga begitu menikmati cairan yang keluar. Menyadari jika Yeza lelah untuk berdiri terlalu lama. Dirga segera mengendog Yeza ketempat tidur.
Dirga melepas semua pakaiannya. Dan mulai dengan permainan inti untuk pertama kali setelah saling diam beberapa hari.
...***...
"Kau sengaja menyiapkan aku pakaian warna pink tadi?" tanya Dirga.
Saat ini mereka tengah berbaring di atas tempat, melepas lelah dan mengatur nafasnya setelah permainan.
"Kau tau aku tidak menyukai warna itu." ucap Dirga lagi. Sambil mengelus lembut surai hitam Yeza.
"Aku tau." jawabnya
"Apa itu keinginan baby?" tanya Dirga,
Yeza menggeleng. "Aku sengaja. Jika kau tetap memakai. Itu artinya kau sudah berdamai padaku. Namun saat kau menolak dan memilih mencari sendiri. Ya sudah aku menyerah akan membiarkan kamu tetap diam." jawabnya
"Kau sekarang mulai nakal.." ucap Dirga sambil menempelkan keningnya dan menggesek hidung Yeza dengan hidungnya. Lalu segera mere*as payu*ara milik YezaÂ
Ashhh.. Desis Yeza.
"Tapi aku menyukai mu saat menjadi wanita penggoda. Wanita penggoda hanya untuk Dirga, ingat hanya untuk Dirga." tekannya sambil memeluk erat tubuh YezaÂ
Yeza membalas pelukan Dirga.
"Apa kau tidak berangkat ke kantor.?" tanya Yeza.
"Sebentar lagi. Gara gara kamu, aku harus mandi lagi." gerutu Dirga
Yeza hanya menanggapi dengan senyuman.
"Tapi kau begitu sangat merindukan itu kan?" tanyanya
__ADS_1
"Ayolah jangan bertanya seperti itu. Dari kemarin hanya kau yang memancingkuh Za." ucap Dirga
"Aku hanya ingin tau, seberapa besar egoismu untukku. Kemarahan yang tidak berdasar itu, apa tetap tidak akan roboh saat melihat istrinya begitu sangat menggai*ahkan.?" tanya Yeza. Sambil jemarinya menelusuri rahang Dirga.
Dirga tidak menjawab pertanyaan yang tidak harus Dirga jawab. Dirga kembali mengecup kening Yeza begitu lama.
"Oke.. Aku akan mandi. Kau siapkan aku pakaian yang baru." ucap Dirga. Lalu mencium kembali bibir Yeza sebelum benar benar masuk kekamar mandi untuk yang keduaÂ
Yeza tersenyum dengan sikap Dirga. Lalu segera berdiri untuk memakai kimono.
Setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya. Yeza segera membereskan tempat tidur.
Hingga beberapa menit kemudian Dirga sudah keluar.
...***...
"Daniel, kenapa rumah ini begitu sepi?" tanya ibu nya Daniel yang sering di sebut Ratna.
Ratna sudah tau jika Yeza sudah menikah. Karena waktu itu Dirga sudah cerita sama adiknya yang hidup bersama ibunya.
Daniel terdiam sesaat. Haruskah dia cerita tentang kelakuan Desi dan hilangnya Anggi.?
"Bu.. Maafin Daniel. Daniel tidak bisa menjadi ayah yang baik buat kedua cucu ibu." jawabnya
"Kenapa begitu? Apa yang terjadi pada Anggi?" tanya nya
"Dan Desi, kemana dia? Kenapa tidak terlihat.?" tanyanya lagi.
Daniel segera duduk mendekati ibunya. Daniel mulai menceritakan semua yang terjadi pada keluarganya.
"Sebenarnya ibu sangat merindukan Yeza. Apa kau mau mengantarkan ibu kesana Dan?" tanyanya
"Nanti Daniel kabari Yeza jika ibu mau mengunjunginya. Soalnya Suaminya sekarang lebih ketat memberi perlindungan pada Yeza. Sejak tragedi penculikan itu." jawabnya
Ratna mengangguk. "Kalo Anggi apa kau tidak menelponnya?"
"Sudah bu. Tapi nomer nya sepertinya tidak aktif lagi." jawabnya dengan tatapan hampa
"Ya sudah. Ibu yakin Anggi baik baik saja." ucapnya
Daniel segera mengambil tas nya. Dan segera pamit pada ibunya.
"Daniel berangkat dulu bu." ucapnya sambil mencium punggung tangan ibunya. Ibunya tersenyum lalu mengelus punggung putranya
***
"Pa, akhirnya kau datang juga." sambut Desi pada Daniel.
Daniel tersenyum saat melihat Desi baik baik saja.
"Mas, apa ini pengacara yang akan membantu mama?" tanyanya
"Iya, beliau pak Arif, pak Arif ini istri saya." ucap Daniel
__ADS_1
"Oh iya Des. Pak Arif ini yang akan mengurus perceraian kita." ucap Daniel