DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Papa bukan pria Bodoh


__ADS_3

...***...


"Pulang sekarang." ucap Daniel dengan menarik tangan Anggi.


"Pa.. Pa jangan main asal tarik dong pa.. Anggi punya hutang sama om Hasta" ucap Anggi


"Hutang? Sejak kapan kamu terlibat hutang dengan orang. Apa selama ini uang yang papa berikan masih kurang?" tanya Daniel


"Maaf pak, Anggi sudah saya bayar untuk malam ini. Jadi anda nggak bisa main ambil." ucap Hasta


(Ada yang ingat siapa Hasta?)


"Betapa anda membayar putri saya malam ini?" tanya Daniel


"Saya sudah membayar 2 juta. Dan dia sudah menikmatinya. Jika anda mau mengambilnya saya minta uang saya kembali 2x lipstik dari itu." ucap Hasta lagi


"Keterlaluan"


Bughhh.. Bughhh.. tanpa pikir panjang Daniel segera memberi bigeman pada Hasta 


Setelah itu Daniel menarik tangan Anggi meninggalkan kafe.


"Pa.. Anggi nggak mau pulang." tolak Anggi, sambil menari pergelangan tangannya.


Daniel tak menggubris nya dan tetap menarik Anggi sampai di mobil


"Masuk" geramnya


"Pa, Anggi ngga mau." ucapnya lagi


"Masuk Anggi." teriak Daniel lebih keras.


Anggi segera masuk ke mobil dengan wajah yang di tekuk.


Tidak ada obrolan di dalam mobil. Rasa kecewanya Daniel pada Anggi sungguh sangat besar.


Begutu juga dengan Anggi, Anggi sangat marah pada Daniel yang susah merampas hari kebebasannya saat ini.

__ADS_1


Kalo sudah begini sudah tentu Anggi akan di kurung selama beberapa hari oleh papanya.


Dan mamanya lah sebagai dewa penolong untuk Anggi.


Tak butuh waktu lama.


Kini Danil sudah memasukkan mobilnya di halaman rumah. Dan tak terlihat mobil yang selalu di pakai Desi.


"Anak sama ibu sama saja." kata Daniel yang heran dengan kelakuan Desi.


"Telpon mama mu di mana" ucap Daniel pada Anggi


"Kenapa ngga papa aja?" tanya Anggi


"Anggi kamu dengar nggak apa yang papa bilang." gertaknya


Anggi pun segera merogoh dari dalam tas slempang nya dan mengeluarkan ponselnya. Namun Daniel melihat satu benda yang ikut keluar dari dalam tas milik Anggi.


"******"


"Sejak kapan kamu menjadi wanita murahan Anggi?" tanya Daniel


"Lihat ini.. Apa yang kamu bawa setiap keluar rumah. Kau menjajakan tubuhmu untuk di nikmati oleh banyak pria?" tanya Daniel lagi


"Papa.. Ini.. Ini tidak seperti yang papa pikir." ucapnya


"Papa bukan pria bodoh Anggi. Papa tau ini benda apa? Kau melakukan dengan banyak pria hmmm?" tahya Daniel yang mulai tak bisa menahan emosinya.


"Sakit pahh." ringis Anggi saat rahangnya di tekan oleh Daniel.


"Papa tidak pernah menyangka kau adalah wanita bayaran." ucapnya


Anggi dengan berani menepis tangan papanya dari wajah Anggi.


"Kenapa,, papa malu memilki anak murahan seperti Anggi? Lalu apa bedanya kak Za dengan Anggi pa. kak Za yang hamil tanpa suami. Itu juga papa banggakan. Sedangkan Anggi hanya mencari kesenangan Anggi di luar, papa larang." teriak Anggi sambil menatap papanya.


Anggi benar2 tidak memiliki rasa hormat sedikitpun pada Daniel.

__ADS_1


"Kauu berani sama papa Anggi?" tanya Daniel begitu menyayat 


Anak yang di besarkan dengan kasih sayang itu sudah berani nglunjak.


"Kenapaa? Papa mau marah sama Anggi marah paaa.. Anggi tidak masalah jika papa usir Anggi dari rumah ini." tantang Anggi


PLAAKKKK..


Tangan Daniel dengan lancar menampar pipi mulus milik Anggi. Bertepatan dengan datangnya Desi.


"Papa.." teriak Desi.


"Apa yang papa lakukan  pada Anggi? Papa tidak berhak memperlakukan Anggi seperti ini." ucap Desi dengan emosi


"Lihat itu, semua akibat didikanmu, dia menjadi wanita yang tega menjual tubuhnya untuk pria hidung belang." ucap Daniel.


Mulut Desi menganga tidak percaya,


"Papa jangan asal menuduh Anggi pa. Anggi tidak mungkin seperti itu." bela Desi


"Kamu masih belum percaya. Lihat ini lihaattt..." ucap Daniel dengan mengeluarkan semua isi tas Anggi.


Ternyata tidak hanya ada satu alat pengaman. Dan ada beberapa bungkus yang tersimpan di sana. Di tambah lagi juga ada obat penundaan kehamilan


"Ibu macam apa kamu. Yang tidak bisa menjaga anak nya sendiri."


"Papa jangan hanya nyalahin mama dong. Papa juga salah." ucapnya.


"Aku selalu melarang Anggi untuk keluar malam. Tapi apa yang kamu lakukan, kamu selalu memberi lampu hijau untuknya." teriak Daniel


Tok... Tok..


Permisi...


"Iya.. Siapa..." ucapan Daniel terpotong saat melihat dua petugas polisi yang bertamu.


...🌹🌹...

__ADS_1


💗Sebentar lagi akan terkuak semuanya., bagaimana yaa reaksi Yeza, saat mengetahui kebenarannya tentang pria brengsek yang sudah membuat dirinya kehilangan masa bahagianya menjalankan masa belajar yang sangat di impikan?💗


__ADS_2