
...***...
"Selamat siang Pak Rama" sapa seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya
"Selam... " ucapanya terpotong saat melihat Dirga. Seperti melihat diri nya di waktu muda.
"Pak Rama, apa ada yang salah dengan penampilan saya?" tanya Dirga.
"Ohh. Enggk, Selamat siang silahkan duduk pak Dirga." ucap Rama mempersilahkan.
Dirga segera duduk di depan Rama. Pria yang akan bekerja sama dengannya.
Istri Rama meninggalkan Rama dan meninggalkan beberapa lahan kosong yang begitu luas.
Rama berkeinginan membangun Lahan itu sebagai tempat penginapan.
Dan kemarin Rama melihat beberapa pengusaha muda yang mau dan bersedia bekerja sama
Tapi kenapa Rama lebih tertarik pada Dirga, karena saat di lihat biodatanya pemuda ini belum pernah terlihat atau terexpos di sosial media dengan kasus kasus yang kebanyakan menimpa pengusaha muda pada zaman sekarang.
"Bagaimana pak Rama? Apa kita bisa melihat lokasinya sekarang?" tanya Dirga
"Apa tidak sebaiknya kita pesan makanan dulu pak Dirga. Anda kan pasti lelah dengan perjalan yang jauh ini." ucap Rama
"Tidak apa apa pak Rama. Saya sudah biasa melakukan perjalanan jauh, dan untuk makan yang Anda tawarkan lain kali saja, karena saya masih banyak pekerjaan." jawabnya.
"Baiklah, kalo begitu mari kita berangkat sekarang." ucap Rama.
"Liam, bawa aku ke mobil sekarang." ucap Rama pada orang kepercayaan nya yang bernama Liam.
Pria yang bernama Liam itu segera mendorong kursi roda Rama. Lalu mengangkat tubuh Rama masuk ke mobil.
...****...
"Mama, boleh Zaga beli itu?" tanyanya
"Nanti ya sayang, mama belanja dulu kebutuhan mama." jawabnya
Zaga pun menurut saja yang di bilang mamanya. Mereka melanjutkan belanjanya. Setelah selesei dengan kebutuhan kafe, Yeza segera menuju rak mainan yang Zaga ingini sejak tadi.
Zaga memilih mobil mobilan yang keluaran terbaru.
"Bagus ya?" tanya Yeza. Yang dapat anggukan dari Zaga.
__ADS_1
"Besok kalo papa sudah kembali, Zaga boleh kan ma minta mainan banyak banyak sama papa." tanyanya
"Boleh dong sayang. Sebanyak atau segunung boleh banget. Buat papa Zaga itu bangkrut kehabisan banyak duit untuk Zaga." jawabnya
"Zaga tidak ingin melihat papa tidak punya duit. Zaga mau minta sedikit saja." jawabnya
"Mama, pelut Zaga sakit ma." risngis Zaga tiba tiba.
"Kenapa nak? Apa yang terjadi pada mu sayang?" tanyanya
"Tidak tau ma. Zaga tiba tiba sakit pelut."
Yeza semakin panik melihat wajah Zaga yang terlihat memucat.
Yeza segera membawa kerumah sakit. Dan meninggalkan barang belanjaan.
...**...
Di lain tempat.
Dirga merasakan perutnya begitu melilit.
"Ndra, sepertinya perutku minta di isi. Perutku mulai melilit tidak karuan." ucapnya
"Kita bilang dulu sama pak Rama. Aku tidak bisa menahanya lagi." ucap Dirga lagi.
Candra segera mengecek ponselnya dan memberitahukan pada Rama untuk berhenti dulu di restoran.
Rama segera memberi lokasi yang sangat rekomendasi banget menunya.
Mereka berhenti di sebuah restoran yang tidak jauh dari Kafe NARAGA. Dirga segera memesan makanan
Setelah mendapat tempat duduk.
Setelah menunggu beberapa menit, pesanan Dirga datang. Dirga segera menyendok makanan itu dengan ditemani pak Rama. Dan juga Liam an Candra.
Dirga begitu menikmati makanan yang di sajikakan oleh pramusaji di sini.
Dirga merasakan jika makanan ini tidak asing di lidahnya.
( tentu saja karena itu masakan hasil racikan Yeza. Selain memilki kafe, Yeza juga membuka restoran. Walau belum seramai kafe nya. Namun sudah ada beberapa pengunjung yang sudah menikmati menu restoran dan menjadikan pelanggan tetap di restoran milik Yeza )
"Bagaimana pak Dirga? Apa makanan nya kurang enak?" tanya Rama.
__ADS_1
Karena saat Dirga memasukkan beberapa suap itu. Dirga berhenti dan tatapannya melihat pada sekeliling restoran.
"Ohh. Enak kok pak. Cuma saya merasakan jika makanan ini. Sering saya nikmati." jawabnya
"Ohh iyaa.. Memang menu disini banyak di sukai oleh beberapa pengunjung. Karena rasanya yang beda dari masaka yang lain" jawabnya.
Dirga kembali melanjutkan suapan nya. Dirga merasa sedikit terobati rasa rindunya pada Yeza, setelah merasakan makanan yang dari restoran ini.
...***...
"Bagaimana dokter? Kenapa anak saya tiba tiba merasa sakit perut." tanya, Yeza.
Memang tidak hanya sekali dua kali sih. Zaga sering merasakan sakit perut yang tiba tiba.
Pasti kasusnya sama. Dokter selalu bilang telat makan. Padahal Yeza selalu memberi Zaga makan tepat waktu.
"Tidak apa apa bu. Hanya telat makan saja." jawabnya.
Lagi lagi Yeza hanya bisa menghela nafas.
"Kenapa anak saya sering mengalami itu. Padahal saya tidak pernah telat memberi nya makan dok." bela Yeza
"Mungkin ada ikatan batin dari ayahnya. Apa ayahnya sedang tidak bersama keluarga?" tanya Dokter
Lagi lagi pasti ada sangkut pautnya sama Dirga. Pria itu selain sudah menyakiti dirinya. Tapi juga menyakiti putranya sendiri.
Tidak taukah Dirga jika anaknya begitu sangat mirip padanya.
Yeza selalu mengira apa yang di alami Zaga, pasti Dirga juga mengalaminya. Bedanya Kalo Zaga bisa merasakan 2x lebih sakit dari yang di rasakan Dirga.
Setelah mendapatkan pertolongan, dan Zaga sudah tidak merasa kesakitan lagi. Mereka segera keluar dari rumah sakit.
"Mama, kita ambil belanjaan mama dulu ya, sama mainan Zaga" ucap Zaga
"Tidak usah sayang. Karena belanjaannya sudah di ambil aunty Tere," jawabnya
Tere adalah orang yang selalu mengikuti kemanapun Yeza pergi. Dia yang akan membawa dan membayar belanjaan.
...****...
"Bisa antar bunga ini ke restoran ZAGA JUNIOR."
...❤❤...
__ADS_1
🌶 mau up satu bab aja sebenarnya. namun tidak tega pada kalian para pembaca setia teelope lope. 🌶