DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Aku Juga Bisa Marah


__ADS_3

Dirga mendengkus kesal saat tidak ada pergerakan dari Yeza.


"Jadi dia marah padaku? Seharusnya aku yang marah padanya. Karena dia sudah ikut menyimpan rahasia besar keluargaku, Dia tidak mengantarku saat aku pergi, MENYEBALKAN." ucap Dirga dalam hati.


Dengan langkah sedikit di hentakkan Dirga meningalkan rumah.


Yeza tetap cuek.


"Kita sama diam mas. Aku tidak akan bicara kalo kamu tidak mengajakku bicara. emangnya hanya kamu yang bisa marah?" gumam Yeza sambil mencari makanannya.


...****...


Sampai di kantor


Dirga segera mengumpulkan semua karyawan untuk berkumpul di ruang apel para karyawan.


Dirga akan menggantikan jabatan Arka dan Boni.


Setelah berkumpul Dirga segera memberikan sambutan.


Lalu mengumukan jika Arka. Menjadi pegawai biasa. Sedangkan Boni yang di turunkan menjadi kepala kebersihan.


"Apa apaan ini Dirga? Kau tau siapa aku? Aku papamu dan ini abangmu, kamu tega menurunkan jabatan serendah itu pada kami?" tanyanya tidak Terima dirinya di turunkan serendah itu


"Jika tidak bisa menerima pekerjaan ini. Silahkan mengajukan surat pengunduran diri. Karena di sini masih banyak yang menginginkan posisi kalian.'" tegas Dirga


"Apa?? Kalian? Sejak kapan kamu tidak memilki sopan santun pada ayah dan abangmu? Kau lupa aku sudah membesar kanmu dengan kasih sayang." jawabnya


"Saya kira pembahasan ini sudah selesei. Dan selamat bekerja" ucap Dirga lalu segera berjalan meninggalkan tempat yang masih pada bisik bisik.


Boni menatap semua karyawan dan menatap tajam satu persatu orang. Mereka mulai membubarkan diri.


"Nara, panggil pak Robert keruangan saya." ucap Dirga.

__ADS_1


Setelah Dirga menyuruh OB untuk membersihkan ruangkan Arka dan Boni. kini Dirga memanggil Robert untuk menggantikan posisi yang di tempati Boni.


"Anak durhaka kamu Dirga, kau sudah mempermalukan kami. Kau tau aku sudah membesarkan kamu dengan kasih sayangku." ucap Boni yang tiba tiba masuk keruangan Dirga


"saya tau anda memang sudah membesarkan saya, dan saya ucapkan banyak banyak terimakasih. Dan saya menginginkan anda untuk beristirahat saja di rumah. Biarka robotmu Ini yang bekerja sesuai yang sang robot inginkan." jawab Dirga


"Apa maksudmu?"


Dirga segera menyalakan laptop dan memperlihatkan obrolan Arka dan Boni dari video.


"I... Itu tidak benar. Pasti sudah ada yang mengedit. Aku ayahmu mana aku tega membuatmu menjadi robotku" jawab Boni


"Tidak usah bersilat lidah papa, saya tau jika anda bukanlah ayah saya. Dan sebaiknya anda keluar dari ruangan saya, karena saya masih banyak kerjaan." usir Dirga. Lalu Dirga segera berkutat kembali dengan pekerjaan.


"Oh iya papa, perusahaan ini hampir mengalami kerugian besar, karena ulah anda. Anda sudah memakai uang perusahaan untuk keperluan pribadi anda, jika anda tak bisa mengembalikan uang yang sudah anda pakai. Jelas kami akan mengirim anda pada jeruji besi." peringatnya.


"Kau..." geram Boni. Namun dengan cepat Dirga potong,


"Semua kepemilikan harta anda akan kami sita sebagai ganti kerugian perusahaan." kata Dirga lagi. Lalu segera menelpon seseorang untuk keruangannya.


"Pa bagaimana pa?" tanya Arka


"Dirga sudah tau jika papa hanya ayah tiri. Dan kamu tau Arka? Dirga akan menyita semua kepemilkan harta kita sebagai ganti rugi atas dana yang sudah kita pakai." jawabnya


"Pa, itu tidak benar pa. Dirga tidak boleh melakukan ini pada kita. " ucap Arka sambil berjalan menyusul papanya.


"Semua ini gara gara Tyo. Seandainya berkas itu berhasil kita kuasai, pasti kita tidak akan jadi gembel seperti ini." geram Arka


Boni menghentikan langkahnya saat mendengar nama Tyo disebut.


"Kau harus mencarinya Arka. Dia sudah menikmati uang kita" ucap Boni.


Mereka menuju parkiran mobil. Dan hendak mengambil mobil. Namun mobilnya sudah di derek oleh pihak leasing.

__ADS_1


"Apa apaan ini?" tanya Arka.


"Mohon maaf pak Arka. Mobil ini sudah di jual oleh."


"Dijual? Dengar ya saya tidak pernah menjualnya." tekan Arka.


Terjadilah keributan di parkiran Basemant, Dirga hanya mengawasi lewat CCTV yang terpasang.


Bibirnya menyungging. Melihat reaksi Arka saat mempertahankan mobil yang jelas jelas bukan miliknya.


"Kau sudah mencelakai istriku. Dan ini pembalasa nya. Ini baru sedikit Arka, masih banyak pembalasan untuk kalian berdua. rahasia kejahatan kalian sudah ada di tanganku." ucap Dirga sambil tersenyum puas.


...***...


"CANTIKAN.. DI MANA KAMU.!? Teriak Boni. Saat sudah berada di rumah Cantika


" kau pulang juga ternyata mas, kemana aja 3 hari ini?" tanya Cantika


"Tidak usah ingin tau urusanku. Aku menjadikan kamu istri bukan karena aku suka padamu. Tapi semua itu demi harta yang di tinggalkan oleh orang tuaku." ucapnya


"Orang tuamu? Kau tau mas, semua harta itu sudah di wariskan oleh mas Brama. Karena mas Brama yang sudah banting tulang untuk mengembalikan perusahaan itu yang hampir tinggal nama saja. Dan kau datang untuk menikmati hasil keringat mas Brama.?" tanya Cantika


"Sejak kapan kamu berani menantang ku Cantika?" tanya Boni geram


"Sejak putraku tau semua keburukan dan rencanamu. Aku benar benar kecewa sama kamu, aku pikir kamu tulus menyayangi Dirga anakku. Tapi apa? Kau malah menjadikan putraku robotmu." balas Cantika lagi


"Kurang ajarrr, istri tak tau di untung." ucapnya sambil mengayunkan tangannya hendak menampar Cantika.


Namun tangan Boni segera di tangkap oleh tangan kekar milik lelaki.


"Anda tidak bisa melakukan fisik pada nyonya kami. Silahkan keluar dari rumah ini. Sebelum tuan Dirga datang dan membuat Anda tak bisa berjalan lagi." ucap Jono.


"Siapa kau? Berani mengaturku?" tanya Boni

__ADS_1


"Saya di tugaskan tuan Dirga untuk melindungi orang tuanya." jawabnya


Jono segera mendorong tubuh Boni. Dan Candra mendorong tubuh Arka keluar.


__ADS_2