DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Kau Menangis


__ADS_3

Yeza menatap sang suami. "Bahkan dia sudah menganggap ini anaknya." batin nya. Tak terasa hatinya begitu terharu akan ucapan Dirga.


Matanya mulai mengembun karena bahagia. "Bahkan ayah dari bayi ini Yeza belum pernah melihat. Dan beruntung sekali anak ini mendapat ayah seperi mas Dirga." batin Yeza


"Za.." panggilnya


Tidak mendapat sahutan, Dirga segra mendongak menatap Yeza yang sekarang tengah menunduk.


"Za.." panggilnya lagi.


"Kau menangis?" tanyanya.


Tangisan Yeza malah bersuara tanpa bisa di cegah.


"Apa yang aku ucapkan adalah kesalahan?" tanya nya


Yeza menggeleng sebagai jawabannya. "Kau adalah pria yang baik yang pernah aku temui. Kau adalah cinta kedua setelah papaku. Akankah aku sanggup jika suatu saat kau pergi dengan membawa anak ini jauh dariku?" tanyanya


Dirga memandang Yeza penuh haru, "bagaimana jika kau tau aku adalah pria brengsek yang sudah dengan tega merenggut mahkotamu. Akan kah kau masih bicara seperti itu, menganggap aku pria yang baik dan cinta keduanya setelah papamu, Za banyak yang tidak kau ketahui tentangku. Namun aku tau banyak tentangmu. Ini memang tidak adil. Tapi yakinlah bahwa aku melakukan ini karena aku tidak mau kehilanganmu." batinnya


Dirga segera berdiri lalu berjongkok di samping Yeza, dengan membalikkan tubuh Yeza yang masih berada di kursinya 


"Aku yang seharusnya bertanya padamu. Kau wanita kecilku yang terlalu baik, tak pernah memiliki pikiran buruk pada siapapun. Aku yang hawatir jika kau yang akan meninggalkan ku karena sesuatu hal. Apakah kau mengira aku akan sanggup hidup tanpamu Za?" tanya nya


"Apa maksud mu" tanya Yeza


"Setiap hari setiap waktu aku selalu mencintaimu saat berada di depanmu, aku selalu merindukanmu saat berjauhan denganmu, aku ingin kita berjanji. Berjanjilah padaku Za  apapun keadaan kita nanti kau tidak akan meninggalkan aku." ucap Dirga.


(Dirga memang terkesan egois dengan memaksa Yeza harus berjanji untuk tidak meninggalkan nya. Namun janji hanya sebuah ucapan bibir dua manusia yang saat ini sedang di mabuk cinta.


Namun siapa tau, rencana Tuhan yang tak bisa mereka hindari harus mereka hadapi suatu saat nanti.)


Yeza mengangguk lalu berdiri, begitu juga dengan Dirga yang ikut berdiri. Yeza memeluk erat tubuh Dirga seolah tak ingin berjauhan dengannya. begitu juga dengan Dirga. tidak terasa Dirga menangis membayangkan jika suatu saat nanti Yeza tau kebenarannya.


"Kau bisa nangis?" tanya Yeza


"Tidak, ini hanya rambutmu yang menusuk mataku, jadinya mataku perih." jawabnya


Yeza tertawa menertawakan alasan konyol suaminya.


"Kok tertawa." kesal Dirga


"Hanya orang bodoh yang percaya dengan alasan kamu." ujar Yeza.


"Terlihat bohongnya yaa?" tanya Dirga


Yeza menanggapi dengan mengangguk.


"Kau terlampuu jujur saat bersamaku Za." kesal Dirga

__ADS_1


Dirga segera membawa Yeza kekamar dengan menggendongnya.


"Turunkan mas... Aku belum selesei beresin meja." ucap Yeza


"Biar bi Uci yang beresin. Sekarang waktunya kau istirahat."


"Aku sudah rindu ingin menyapa anak kita."


"Tapi mas.. Aku capek." jawabnya


"Kamu diam saja, biar aku yang bekerja." sahut Dirga.


Dirga membaringkan tubuh Yeza dengan sangat pelan.


Kelembutan Dirga pada Yeza sangat berbanding terbalik dengan sifatnya yang biasa di perlihatkan oleh musuh dan anak buahnya.


Dirga memang memiliki sifat lembut. Namun lebih mendominasi sifat garangnya setiap hari.


Sikap lembutnya hanya Dirga tunjukkan pada istri kecilnya. Sikap datarnya Dirga tunjukkan di keluarga dan kantornya.


Dan saat berada di markas aura bengisnya itu akan muncul sendiri.


Mungkin karena udara di sana sangat panas, jadi Dirga selalu menunjukkan kebengisan nya.


...****...


Mentari pagi begitu indah.


Dirga mengerjapkan matanya saat matahari mulai menembus penglihatannya.


Dirga segera marah arlojinya. Dan melihat jarum pendeknya.


Dirga mendengkus sesaat. Lalu menoleh pada wanita yang masih nyenyak dalam lengan Dirga di jadikan bantal.


Dirga mengecup kening Yeza. Tidak cukup satu kali Dirga mengulang lagi dengan perlakuan yang sama.


Uengghhh..


Lengkuhan dan gerakan Yeza mampu membangkitkan senjata pribadi milik Dirga.


"Mas sudah bangun?" tanya dengan suara has orang bangun tidur.


"Iyahh.." jawabnya dengan suara berat


"Mas kenapa?" tanyanya


"Kau kalo bangun pagi. Pasti selalu juga membangunkan mas." jawabnya


"Bukannya mas yang membangunkan ku?" tanya  Yeza begitu polos.

__ADS_1


"Kau juga membangunkan temanku sayang. Padahal tadi masih tidur" jawab Dirga


"Teman.. Mas tidur membawa teman juga di sini?" tanya Yeza dengan wajah paniknya. Dirga mengangguk


"Terus apa dia lihat kita tadi malam?" tanya nya lagi.


Dirga tak paham apa yang di maksud Yeza.


"Maksudmu?" tanya Dirga


"Katanya mas Dirga membawa teman mas juga tidur disini. Pasti dia melihat aktifitas kita tadi malam kan mas." tanya Yeza dengan menampakkan wajah merahnya. Karena sangat malu jika sampai teman suaminya melihat.


Dirga meraih tangan isterinya. Sambil menahan tawa yang ingin meledak.


Dirga menuntun tangan kecil Yeza kedalam selimut. Lalu mengarah pada senjata yang sudah berdiri sempurna.


"Ini teman mas yang ikut bangun, dia ingin menyapa anak kita." bisiknya.


Mata Yeza membolak. Sedetik kemudian Yeza baru tersadar. Lalu segera menyembunyikan wajahnya di bawah selimut. Padahal selimut mereka sama.


"Kenapa di tutup?" tanya Dirga


"Malu" jawabnya. Di bawah selimut mereka saling memandang.


Dirga segera mengambil dagu Yeza dan mengecup bibirnya.


"Kita ulangi sekali lagi yaa..mas Ingin  menyapa dia." bisik Dirga


"Kan mas har..." belum selesei Yeza ngomong. Dirga sudah lebih dulu membungkam bibir Yeza dengan bibirnya.


***


Setelah morning se*


Dirga semakin lebih segar. Yeza masih bermalas malasan di atas tempat tidurnya.


"Ayo Za buruan bangun kita akan temui dokter Mila." ucap Dirga yang sudah selesei mandi.


"Nanti saja mas. Kalo mas Dirga ada istirahat siang kita temui dokter Mila." jawabnya


"Kenapa? Anak kita masih pingin di jenguk papanya?" tanya Dirga dengan menggoda. Agar Yeza segera bangun


"Tidak, bukan begitu mas." jawabnya sambil mengambil kimono yang ada di sampingnya


"Kalo tidak begitu, berarti begini yaa" goda Dirga sambil memajukan tangannya ingin menyentuh istrinya.


"Ngak ngak.. Yeza mau mandi  dan kita berangkat setelah ini." jawabnya. Dan langsung lari meninggalkan Dirga


"ZAAA.. JANGAN LARI LARIII..!" teriak Dirga lagi.

__ADS_1


Yeza segera menghentikan berlari nya  lalu menoleh ke Dirga dan memberi senyuman sambil mengucap kata maaf


__ADS_2