DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
pesan Notifikasi


__ADS_3

...****...


Senja mulai menampakkan keindahannya.


Cantika sudah pulang sejak tadi jam 2 siang.


Yeza tengah berkutat di dapur besama bi Uci. Mereka sedang memasak untuk makan malam.


"Non ini sudah selesei. Apa Non masih butuh bantuan bibi?"


"Tidak bi. Biar ini yang selesein saya." jawabnya


Yeza tengah sibuk membuat pudding untuk santapan terahir setelah makan malam.


kalo tidak, biasanya akan di makan saat Dirga lembur.


Kebiasaan Yeza akan membuat rasa coklat. Tapi kali ini Yeza ingin sekali membuat pudding warna warni. 


Dan di habiskan oleh suaminya. Padahal setau Yeza, Dirga bukan penikmat puding.


namun semenjak Memiliki istri Yeza, apapun yang ingin Yeza masukkan ke mulut suaminya selalu di Terima dengan baik. tidak pernah menolaknya.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Itu artinya sebentar lagi Dirga akan pulang. Jika tidak ada lemburan atau ada urusan lain maka Dirga akan segera pulang.


Yeza segera mandi karena sudah sangat sore.


Memakai pakaian tipis yang Dirga siapkan di kamar Yeza.


Dirga menyiapkan pakaian rumah yang sangat transparan.


Beda kalo keluar rumah Dirga sudah menyiapkan pakaian yang lebih sopan.


...***...


Jam 6 sore


Dirga berkunjung terlebih dahulu ke markas, karena ada pekerjaan yang belum di seleseikan.


Karena jila sudah ada di rumah, Dirga selalu bermanja pada istrinya.


Sangat bermalas malasan kalo sudah di tungguin Yeza.


Jadi tak mungkin akan keluar.


"Bos.." sapa Doni dan beberapa pengawal yang di markas.


"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Dirga pada Doni


"Sehari ini tidak ada yang bisa kita curigai dari Tyo." jawab Doni


"Ikut ke ruanganku Don."


"Jangan lengah, tetap harus ikuti." ucapnya sambil melangkah menuju ruang pribadi milik Dirga


"Tapi tadi saya sempat mendengar. Jika Tyo meminta bayaran yang kurang dari seseorang." katanya setelah sampai.


Dirga menatap Doni. "Dimana dia melakukan  pembicaraan  itu." tanya Dirga


"Lewat telpon Bos."


"Jam?" tanya nya.


"Beberapa jam dari yang bos perintahkan untuk mengikutinya."


"Hmmm.."

__ADS_1


Dirga berpikir sejena. Menangkap sesuatu yang tidak beres dari Tyo.


"Tinggalkan ruanganku." kata Dirga selanjutnya.


Doni segera berbalik dari ruangan Dirga 


"Doni.. suruh bi Asih untuk mendandani wanita yang ada di ruang utama." perntahnya


"Baik bos."


Dirga segera mengecek kembali laptopnya. Di sini hanya ada obrolan dengan orang orang yang sama.


Orang orang yang terlibat bisnis dengan Dirga di pasar gelap.


Dirga sedang menunggu Orang yang biasa membeli barang dagangan milik Dirga.


"Hemm" Dirga mengerut saat melihat Pelanggannya menginginkan wanita yang masih gadis untuk di bawa ke Singapura.


Pelanggannya butuh 5 orang wanita untuk di pekerjakan di dunia malam.


Dirga segera mengambil ponselnya  dan melakukan panggilan pada Joni.


Di deringan kedua Joni baru mengangkat.


"Masih ada berapa wanita yang ada di rumah bordir Qwen?" tanya nya


"Yang masih gadis sekitar 5 orang bos. Dan yang sudah di pakai sekitar 12 orang." jawabnya


"Sampaikan pada Qwen untuk menyiapkan 4 gadis malam ini." kata Dirga pada Jono


"Siap bos."


Ting


Deringan notifikasi kembali masuk. bibirnya tersenyum saat melihat sang pengirim pesan.


"Mas.. Pulang jam berapa? Aku udah selesei masak untuk makan malam."


Dirga tersenyum melihat pesan dari istrinya. Membayangkan wajah Yeza yang terlihat masih sangat belia.


Memangnya pesan apa yang akan Yeza kirim, selain hanya menanyakan pulang jam berapa atau kalau tidak jangan makan malam di luar. Aku udah masak.


Dirga segera menutup kembali ponselnya.


Lalu segera melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


30 menit kemudian.


"Bos.. Semuanya sudah siap." ucap Doni.


"Baiklah.. Kita pergi ke Qwen. Kabarkan padanya jika sebentar lagi kita sampai." kata Dirga. Sambil memakai kembali jas nya.


Dirga keluar dari ruanganya. Dan nampak lah wanita yang sudah di kurung selama 2 hari di sini.


"Lepaskan aku.. Aku tak ingin pergi bersama kalian. Lepaskan aku..." teriaknya


Dirga membawa mobil sendiri bersama Candra. Sedangkan Doni bersama teman lainnya masuk ke mobil yang lain.


"Tolong lepasin saya. Saya mau mencari ayah saya. Di rumah ibu ku sedang sakit." mohon Mariana pada Doni.


"Tutup mulutmu jangan banyak bicara." ucap Doni


Sekitar 45 menit mereka sudah sampai di rumah bordil milik Dirga.


"Di mana Qwen?" tanya Dirga pada penjaga pintu

__ADS_1


"Ada tuan. Mami sudah menunggu anda di ruangannya." jawabnya


Dirga melangkah dengan gagah memasuki tempat yang sangat ramai pengunjung.


Aroma minuman begitu sangat menyengat memasuki hidung Dirga.


Buat Dirga memang sudah biasa. Karena Dirga sering datang kesini untuk mengambil uang dari hasil bisnisnya selama satu minggu.


Qwen tak bisa berbohong soal pendapatan. Karena anak buah Dirga banyak yang memantau tempat ini


"Ehemm.." deheman Dirga yang tiba tiba membuat Qwen segera melepas pagutan bibirnya dengan prianya.


"Kau pergi lah dulu. Aku ada urusan sama bos besar." ucap Qwen pada prianya


"Hai Ga, kau semakin malam semakin menarik saja." ucapnya. Dan segera duduk di kursi kebesarannya.


"Jangan basa basi. apa kau sudah menyiapkan pesananku?" tanya Dirga


Qwen tersenyum jahil pada Dirga. "Kau ini.. Mau memakai 4 wanita dalam satu malam?" tanya nya menggoda


"Bukan untukku, buruan bawa kesini."


"Ok."


Qwen segera memanggil pengawalnya.


"Frans bawa kesini 4 gadis itu." ucapnya


Pria yang bernama Frans pun segera pergi ke ruang yang ada di lantai 4. Di sana tempat penampungan wanita yang baru sampai


"Ikut aku" ajak Frans


Tak berselang lama Frans datang dengan 4 wanita yang sudah di dandani.


"Bagaimana Ga?" tanya Qwen


Dirga segera berdiri lalu meneliti setiap wanita yang ada di depannya.


"Ok. Aku bawa semuanya"


Mereka segera menuju ke mobilnya menuju pelabuhan gelap.


Yang biasa di lewati mobil Dirga.


Sangat asing dan tidak pernah di lalui oleh mobil lainnya.


Karena jika ada mobil yang berusaha melintas di kawasan ini.


Maka dia tidak


bisa keluar dari wilayah Dirga.


Ke 5 wanita itu di masukkan kembali di ruang yang sangat sederhana. namun sangat terjamin keamanan  nya dan sangat indah.


...***...


"Kau masak apa?" tanya Dirga. Sesaat setelah sampai rumah dan melihat Yeza sedang nonton televisi sambil rebahan


"Mas kau sudah pulang?" tanya nya


"Seperti yang kau lihat" jawabnya


Yeza segera berdiri memeluk Dirga. "Mas buruan mandi. Baunya tidak enak." ucap Yeza.


"Tadi mama cerita apa?" tanya Dirga

__ADS_1


Yeza terdiam saat mengingat cerita sang mertua. Mertuanya pesan agar tidak menceritakan pada Dirga.


__ADS_2