DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Masih di pembukaan 9


__ADS_3

Derrtttt


Derttt.. Ponsel Dirga kembali berdering, kali ini dari Sam.


Dirga segera mengangkat panggilan dari Sam.


☎ "Hallo Sam, ada kabar apa tentang Dyeza?" tanya nya buru buru.


☎ "Bukan dari Dyeza, tapi dari rumah sakit," jawabnya.


Dirga menghela nafas pasrah. Pasti belum ada perkembangan yang bagus. Batinnya


☎ "Ada apa? Beri aku berita baikmu Sam. Aku sudah bosan  dengan berita yang tidak pernah memihak padaku." jawabnya  dengan nada ngegas.


"Sabar nak" ucap Cantika sambil mengelus punggung Dirga


☎ " kau sabar dulu Ga. Ini aku sudah menemukan sesuatu yang pasti kamu sendiri tidak akan percaya." jawabnya


☎ "katakan, apa itu?" tanyanya


☎ " kita bertemu saja. Aku tunggu di kafe biasa." ucap Sam. Lalu segera menutup ponselnya.


"Kurang ajar sekali kau Sam. Sudah berani mengatur ku sekarang." gumam Dirga emosi, saat Sam yang mematikan sepihak telponnya.


"Kau jangan begitu pada Sam. Dia sudah membantumu banyak." nasihat Cantika


Dirga hanya diam menatap mamanya.


"Ma, selama ini Dirga belum tau makam papa, apa mama tidak ingin mengantar Dirga?" tanyanya


Cantika menatap wajah Dirga sendu. Lalu mengangguk. "Maafin mama ya nak. Seharusnya mama dari dulu memberitahumu tentang ini." sesalnya.


"Tidak apa apa." jawabnya


...***...


Anggi turun dari bus yang di tumpangi.


Anggi berhenti di salah satu halte. Lalu duduk sebentar untuk istirahat. "Semoga Hasta tidak mempertemukan aku lagi." lirih nya.


Anggi segera mengambil uang yang ada di tas slempangnya. "Lumayan buat biaya hidup selama tiga hari ini. Aku harus mencari pekerjaan." ucapnya lirih,


Anggi berjalan menyusuri tentara. Sambil matanya mencari kontrakan kosong, atau paling tidak tulisan lowongan pekerjaan.


Anggi terus berjalan hingga melewati toko bunga, dan Anggi membaca ada tulisan jika sedang membutuhkan  karyawan.


Anggi tersenyum bahagia, "semoga ini suatu keberuntungan untukku." batinnya.


"Permisi,"


"Permisii." ucapnya lagi.


Wanita yang sedang duduk sambil memilih milih bunga itu pun menghampiri Anggi.


"Iya, mau beli apa dek?" tanya seorang ibu paruh baya


"Ohh tidak. Saya mau tanya apa masih ada lowongan kerja buk?" tanya Anggi.


"Iya, apakah kau mau bekerja di sini?" tanyanya

__ADS_1


"Kalo boleh, saya mau bu." jawabnya


"Tentu boleh nak, saya senang akhirnya ada juga yang mau membantu saya." ucapnya girang.


"Terima kasih bu, apa boleh saya mulai kerja sekarang?" tanya nya


"Oh iya silahkan, Kebetulan sedang banyak pesanan. Kamu bisa mulai kerja hari ini." ucapnya


"Terimakasih buk. Saya mau sekali." jawabnya


Anggi segera masuk dan mulai kerja, tak masalah dengan gaji yang sedikit karena buat Anggi asal punya pekerjaan yang bisa menyambung hidup.


Karena sekarang untuk mencari pekerjaan sangatlah susah. Apalagi Anggi yang tidak memilki ijazah apapun. Hanya ijazah tamatan SMP itu pun tidak ada di tangan Anggi.


Menyesal atas kebodohan nya, karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik.


...***...


"Bagaimana kalo tempat ini Za?" tanya pak Daniel.


"Ini bagus pa, tapi kita harus tanya dulu berapa kontrakannya selama satu tahun." jawabnya


"Di pakai saja nak. Nggak usah mikirin berapa. Om malah senang kalo ada yang mau manfaat kan bangunan ini." ucap pak Rama.


"Jangan begitu mas Rama. Ini kan bangunan milik mas Rama. Sebaiknya kita adakan kesepakatan untuk penyewaan. Saya tidak ingin nanti saat kita sudah nyaman. Mas Rama malah memberi harga tinggi pada kami dengan tiba tiba." ucap Daniel lagi sambil tertawa pelan.


"Tidak, saya tidak seperti itu. Kalian mau menjadi saudara saya saja. Saya sudah sangat senang.' sahut pak Rama.


" tidak apa apa om. Kami masih mampu membayar kok." jawab Yeza


"Begini saja, nanti kau bayar kalau sudah ada hasilnya. Untuk tahun pertama di pakai saja." ucap Rama lagi


...***...


Dirga merasa lega, karena Sam berhasil meringkuk perawat yang sudah berani menukar data asli milik Dirga dengan milik orang lain.


Dan perawat itu susah di bayar oleh Tania untuk pekerjaan itu.


Beberapa hari yang lalu.


Tania datang kerumah sakit dimana dirinya melakukan test DNA,


Awalnya Tania tidak mau, tapi untuk meyakinkan semua ahirnya Tania bersedia.


Ketakutan Tania pada Dirga sangat besar. Apalagi Dirga mengancam akan membuat Tania dan keluarganya hancur jika sampai Tania memberi pengakuan palsu.


Maknya Tania, kembali datang untuk menukar hasilnya. Dengan mengeluarkan uang dengan jumlah uang besar.


Namun sepandai pandai Tania menyimpan kebusukan. Anak buah Dirga pasti akan mengetahui.


Selama ini Sam sudah mulai mencium bau kecurangan Tania.


Untuk meyakinkan. Sam kembali kerumah sakit untuk memastikan.


Benar saja, perawat laki laki yang sudah di bayar Tania itu mengaku jika dirinya di bayar 


Sam memberi peringatan pada perawat itu untuk berhenti bekerja atau di tangkap Dirga.


Dengan keputusan terpaksa perawat itu berhenti bekerja. Karena jika Dirga berhasil menangkapnya. Pasti pria itu tidak akan selamat.

__ADS_1


"Ga, kau di mana? Kau tau nggak butik Tania tadi malam kebakaran?" tanya Cantika


"Hmm" jawabnya


"Kasian Tania Ga. Setelah perusahaan orang tuanya mengalami kebangkrutan karena beberapa perusahaan telah mengembalikan barang yang di kirim. Kini malah butik Tania mengalami kebakaran." ucap Cantika, dengan menceritaksn nasib keluarga Tania.


"Hem" jawabnya, sambil menyeringai


'Jangan bermain main dengan ARYA GUSTI DIRGANTARA kalo belum ingin hidup miskin menghampirimu Tania' ucap Dirga dalam hati sambil menampakkan senyum puasnya.


"Bantu dia nak, kasian kan mereka. Tania hampir gila karena tidak jadi menikah denganmu. Ini malah musibah datang menghampiri nya." ucap Cantika lagi


"Dirga pergi dulu ma, ada pekerjaan di kantor." pamitnya


"Pekerjaan apa? mama belum selesei bicara" protes Cantika


Bukannya menjawab pertanyaan mamanya, Dirga malah sudah pergi dengan mobilnya.


...****...


Uhhh.. Uhhh.. Uhhhh..


"Tunggu sebentar lagi bu, jangan terburu masih di pembukaan 9" ucap Seorang dokter


"Lama sekali sih dok. Padahal saya sudah merasakan kesakitan dari tadi pagi. Kenapa baru pembukaan 9?" tanya Dyeza


"Sebentar ya bu, mungkin bayinnya masih menunggu kedatangan ayahnya. Jadi dia belum ingin keluar." jawabnya


"Haaaa.. " bibir Dyeza ternganga tidak percaya dengan ucapan dokter yang menanganinya.


'"Dokter yang benar saja, pria brengseknya itu di rindukan anakku?" tanya nya lirih.


"Aaahhh... " teriak Yeza saat merasakan kesakitan.


"Ada apa bu?" tanya Dokter nya lagi.


"Tidak tau dok. Kenapa perut saya tiba tiba sakit." jawabnya.


"Sebaiknya ibu jangan mencela ayah dari bayinya bu. Mungkin dia tidak Terima ayahnya di jelek jelekin ibu." ucap Dokter lagi.


Dyeza semakin pusing saja mendengar ucapan dokter yang tidak masuk akal ini.


"Emang papa brengsek dokter" jawabnya.


Lagi lagi Dyeza merasakan kesakitan lagi.


Dokter Hana hanya geleng geleng kepala melihat Yeza yang sering kesakitan saat mencela Dirga 


"Zaga sayang, tolongin mama ya nak. Mama sudah membawa mu kemana mana selama 9 bulan. Apa Zaga tidak mau melihat perut mama mengecil lagi?" tanya Dyeza pada bayinya.


Diajak ngobrol begitu. perut Dyeza merasa sedikit tenang. Dyeza tersenyum berapa lucunya anak ini.


...💥💥...


🌶saya merasa part ini seperti gado gado. yang sudah tercampur.


bedanya,gado gado masih enak di makan dan di nikmati.


tapi di part ini terkesan bercampur tidak jelas rasanya🌶🤧

__ADS_1


__ADS_2