
"Mas, a.. aaku tau waktu mama yang bercerita waktu itu" jawabnya
"Ck, dan kau tak memberitahu ku?" tanyanya dengan tatapan tajam.
"Karena mama melarang mas. Seandainya aku di suruh untuk memilih, aku lebih memilih untuk tidak tau apa apa. Aku hanya ingin berusaha menjadi menantu yang baik buat mama. Menjaga amanah itu aja mas." Jawab Yeza
"Kau adalah istriku. Segala sesuatu yang kamu tau, aku pun berhak tau. Apalagi itu menyangkut masalaluku yang tidak pernah aku tau." ucap Dirga dengan suara mulai datar
"Maafkan aku mas, aku hanya tidak ingin kau dan mama bertengkar hanya karena aku tak bisa menjaga amanat dari mama dan ak... "
"Apa pun alasan kamu. Kamu tidak berhak ikut menyembunyikan rahasia ini Za. Aku kecewa sama kamu..!" sahut Dirga yang memotong ucapan Yeza
"Maafin aku mas. Apa aku salah jika ingin menjadi menantu yang di percaya."
"Jelas kau salah.!" ucapnya sambil menepis tangan Yeza yang hendak menyentuhnya
"Mas.."
"Kau sudah bersengkongkol dengan mereka." kata Dirga lagi
"Aku tidak bersengkongkol mas. Aku hanya ingin menjaga.."
"Sudah cukup Za. Aku tak mau dengar lagi alasan kamu."
"Mas, jangan seperti ini." ucap Yeza segera mendekati suaminya yang mulai menjauh. Yeza bermaksud meraih tangan Dirga, namun tangan Dirga segera mencekal tangan mungil Yeza. Dan membuangnya.
"Aku kecewa sama kamu." ucap Dirga lalu segera meninggalkan Yeza sendiri.
Yeza terduduk lemas, "lagi lagi cobaanmu datang lagi. Tuhan tak bisa kah kau biarkan aku menikmati kebahagiaan ini?" batin Yeza dengan suara yang mulai parau.
Setelah terdengar pintu ruang tamu di tutup dengan keras. Yeza menumpahkan semua air matanya.
Jika suaminya semarah itu pada diri nya karena sudah menutupi juga rahasia kekuarganya. Terus bagaimana suaminya itu menanggapi mama nya yang membohongi begitu lama semua kebenaran ini.
"Maafin aku mas. Maafin aku." ucapnya lirih.
...***...
Di apartemen
__ADS_1
"Om.. Kau disini?" tanya Anggi. Saat memasuki apartemen yang di belikan oleh Hasta
"Kenapa? Kau kaget? apa kau tidak suka aku ada disini?" tanya nya
"Bukan begitu om. Anggi hanya kaget saja, biasanya om akan bilang dulu kalo mau ke sini." ucapnya
"Ini apartemen aku yang beli. Jadi bebas aku mau kesini kapanpun, dan tidak perlu bilang sama kamu." jawabnya
Anggi terbengong dengan ucapan Hasta. Memang benar ini apartemen dia yang beli, tapi dia sudah memberikan nya padaku. Karena aku sudah melayani dia setiap malam
"Dan karena kau sudah meninggalkan tempat tidur ku, tidak ada kehangatan setelah aku membayarmu mahal. Aku ingin kau melayani ku sepuasku." Hasta berkata sambil mendekati Anggi. Lalu tangannya dengan lihai menjelajahi tubuh Anggi
Ashhh... De*ah Anggi. Saat Hasta berhasil mere*as gundukan dada Anggi dengan kencang.
"Aku ingin kau selalu ada disini. Setiap waktu setiap hari dan setiap ada nafas iu di sini. Mulai sekarang kau adalah peliaraanku Anggi.
Kau tak bisa lepas dan lari dari ku. Sampai aku sendiri yang akan membuangmu." bisiknya
Tubuh Anggi menegang. Mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut pria tua ini.
Mendadak tubuh Anggi gematar. Membayangkan saat Hasta menjadikan dirinya budak se*.
"Om.. Maafin Anggi, bukan maksud Anggi meninggalkan om kemarin. Tapi karena, papa mengurung Anggi." jawabnya dengan bibir gematar
Kreekkk... Hasta berhasil menyobek pakaian Anggi yang tipis
"Om.. Jangan om." mohon nya.
Siapa yang akan peduli dengan jeritan Anggi. Hasta sudah sangat berga*rah setelah menonton film 21+ tadi. Di tambah Anggi datang dengan pakaian yang sangat transparan. Hingga menampakkan lekuk tubuhnya.
"Omhh.." teriak Anggi
Hasta tetap tak peduli. Hasta malah semakin memaksa Anggi untuk melakukan sesuatu yang Hasta inginkan.
Hasta menuntaskan permainannya sampai jam 3 pagi. Sehinga tubuh Anggi tak bisa untuk berdiri. Badannya terasa pegal semua.
Anggi mendengar dengkuran pria tua yang ada di sampingnya.
Air mata Anggi mengalir begitu deras. Menyesal sudah mengabaikan papa nya, ingin rasanya Anggi bangun dan keluar meninggalkan Hasta pagi ini. Namun kakinya benar benar sudah di buat lumpuh oleh Hasta.
__ADS_1
Sakit, itu yang Anggi rasakan pada sekujur tubuhmya. Bukan hanya itu hatinya pun juga ikut sakit
...***...
Dirga memasuki klub malam. Kali ini Dirga tidak datang ke klub miliknya melainkan klub orang lain.
Karena kalau ketemu Sam, sudah pasti Dirga akan di ceramahi panjang lebar.
Dirga memesan Vodka. Hanya itu yang bisa membuat Dirga melupakan segala masalah untuk saat ini.
Satu gelas sudah Dirga teguk. Dan kini menuang lagi.
"Boleh kutamani Ga?" tanya seorang wanita
Dirga menatap wanita yang sudah mengganggu acara minumnya
Lalu berdecih.
"Jangan ganggu aku. Tinggalkan aku sendir." jawab Dirga
"Kau masih saja sombong Ga. Padahal aku hanya ingin menemani dan menuangkan minuman di gelasmu." ucap wanita itu
"Aku tak butuh itu darimu. Tinggalkan aku sekarang." usir Dirga
Wanita itu walau punya nama, namun Dirga tak Mau menyebutya.
Buat Dirga orang yang sudah mengkhianatinya tidak pantas lagi namanya di sebut.
karena mulutnya terlalu suci untuk menyebut nama penghianat.
"Ga" wanita itu sudah meraih botol Dirga yang hampir jatuh.
Lalu menuangkan kedalam gelas.
"Akuu taak butuh bamtuanmu." ucap Dirga dengan suara yang mulai berat dan terbata bata
"Tapi aku tidak akan meninggalkanmu. Ini kesempatan yang bagus untukku Dirga."
...🌹🌹...
__ADS_1
💥Maaf baru bisa up.💥
-