DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Anggi bukan putriku?


__ADS_3

...🌶Maaf baru up🌶...


...**...


"A.. Apa maksud papa? Papa jangan becanda pa, mama lagi sedih pa, jangan buat mama tambah sedih." ucapnya.


"Saya tidak becanda, kamu kan tau jika saya sangat mencintai istri saya, dan saya juga sangat menyayangi putri putri saya, saya tidak bisa memaafkan kamu, karena saya masih ingat betul bagaimana keadaan putri saya waktu itu. Setelah ibunya meninggal dia begitu shok dan kamu tau, putri saya sampai kehilangan suaranya karena itu." jelas Danil.


Desi kembali shok dengan kata kata suaminya. Sekarang dia berbicara formal padanya. "Saya", " kamu". Ini tidak boleh terjadi.


"Mas kau harus percaya padaku, yang dia katakan itu tidak benar." rengeknya nya.


"Siapa sih yang sudah meracuni otak mu mas. Aku di fitnah mas." sangkalya


"Ohh di fitnah? Jadi Seno itu sudah memfitnah kamu?" tanya Daniel


"Se... Seno?" gumamnya


Daniel menyeringai, "putri saya masih ingat betul pria yang sudah membunuh ibunya, dan pria itu yang sudah menculik putri saya beberapa hari yang lalu. Dan kau tau, Seno sudah membuka semua rahasiamu Desi." ucapnya


"Mas, jangan ceraikan aku. Aku minta maaf, minta kan maafku pada Yeza juga. Tapi tolong jangan hukum aku seperti ini." mohon Desi


"Saya sudah bertekad untuk mengahiri hubungan kita." ucapnya lalu segera berdiri untuk meninggalkan Desi


"Mas, tolong pertemukan aku dengan Anggi mas. Aku sangat merindukannya." Desi berkata dengan wajah yang begitu menghiba


"Sayangnya Anggi sudah pergi dari rumah dan meninggalkan saya." jawab Daniel dengan tatapan hampa namun tidak menoleh pada Desi.


"Apa kau mengusirnya? Setelah tau jika Anggi bukan putrimu dan kau mengusir putriku mas? Kejam kamu mas kamu kejam pada putriku" teriak Desi yang tidak terima atas ketidak adilan yang di berikan Daniel untuk Anggi.


Jeddarrr..


Daniel begitu kaget saat mendengar lontaran yang menyakitkan dari mulut Desi.


Apa katanya tadi. Anggi bukan putri nya. Jadi selama ini Desi sudah membohonginya.


Dengan wajah yang sudah merah karena kemarahannya. Daniel kembali membalikkan tubuhnya pada Desi


"Apa saya tidak salah dengar? Kamu bilang apa tadi? Anggi bukan putriku?" tanya nya untuk memastikan

__ADS_1


"Siall.. ternyata Daniel belum mengetahuinya. Bodoh bodoh kau Desi." Desi merutuki dirinya atas kebodohannya hanya dalam hati.


"Katakan Desi, apa saya tidak salah dengar? " tanya nya lagi


"Itu ti.. tidak benar mas. Anggi adalah putrimu." jawabnya gugup


"Dan kau masih mau membohongi saya lagi. Setelah telinga saya mendengar dengan jelas teriakan kamu tadi." ucap Daniel yang sudah mengangkat tangan kanannya untuk memberi pelajaran pada Desi.


Namun Daniel sadar, dirinya memiliki anak perempuan, Daniel pun tidak akan rela jika putrinya di perlakukan kasar oleh suaminya.


Daniel menurunkan kembali tangannya saat pak Arif juga mengingatkan. Jika sampai ini Daniel lakukan. Sudah pasti Daniel akan mengikuti jejak Desi masuk ke jeruji besi karena kasus KDRT.


"Maafkan aku mas, maafkan akuh." isaknya kemudian.


"Maaf,, hanya itu kata yang keluar dari mulut kamu."


"Aku menyesal mas. Aku menyesal sudah membohongimu selama ini. Maafkan aku, tolong jangan  tinggalkan aku mas."


"Kau masih berani memohon pada saya untuk tidak meninggalkan kamu. Setelah apa yang kamu lakukan pada keluarga saya. Saya paling tidak bisa memaafkan  seorang pembohong." ucapnya.


Daniel segera melenggang meninggalkan Desi yang masih meneriaki namanya.


"Bodoh kau Daniel, selama ini kau sudah di bohongi oleh wanita itu. Dan di hianati. Tapi kau baru tau. Dasarrr bodohhhh.." Daniel berbicara merutuki dirinya yang terlalu bodoh.


"Saya tidak meragukan ucapan dia pak. Tapi saya terlanjur menyayangi putri saya. Bagaimanapun  dia sudah saya besarkan dengan kasih dan cinta saya." ucapnya


...***...


Dirga sudah berdiri untuk berangkat bekerja. Yeza segera mengatur suaminya sampai depan.


"Aku pergi dulu. Jaga dirimu baik baik. Dan jangan pergi kalau tidak ada yang mengantar." ucapnya


"Pergi kemana? Hari ini kan aku harus melakukan terapi ibu hamil di rumah. Jadi tidak mungkin ke mana mana." jawabnya.


Yeza segera mengambil tangan kanan suaminya untuk di cium. Rutinitas Yeza setiap pagi saat mengantar suaminya berangkat ke kantor.


Dirga segera mengecup kening Yeza. Lalu menatap manik coklat milki Yeza. Entah kenapa rasanya begitu berat untuk meninggalkan Yeza dirumah sendiri. Walaupun  sudah ada Jono dan Dani untuk menjaga. Tapi tetap saja perasaan was was itu selalu muncul. Apalagi setelah diri nya mengibarkan bendera perang pada Boni dan Arka 


Dirga segera menarik tangan Yeza masuk kedalam.

__ADS_1


"Mas,, mas mau ngapa lagi?" tanya Yeza


"Ikut aku masuk." jawabnya.


Namun Yeza menghentikan langkahnya dan berusaha menolak saat suaminya menarik untuk masuk. Ketakutan kembali menghantui Yeza saat mengingat Dirga menggauli dengan kasar beberapa bulan yang lalu.


Karena tidak ada pergerakan dari Yeza. Dirga segera mengangkat tubuh Yeza ala bridalstyle.


"Mas apa yang akan kau lakukan padaku lagi? Aku salah apa?" tanya Yeza panik


"Diamlah, jangan bergerak aku tidak ingin menjatuhkan kamu." ucap Dirga dan tetap berjalan menuju kamarnya.


"Mas.." lirih Yeza,


Kali ini Yeza tak bisa menyembunyikan rasa takutnya. Airmata tiba tiba lolos, terbayang rasa sakit beberapa bulan yang lalu kembali membayang.


Sampai di kamar Dirga segera menurunkan Yeza dengan pelan.


Dirga segera memeluk Yeza penuh cinta. "Kenapa menangis?"


"A.. Akuh takut kamu akan.. "


"Aku tidak akan melakukan apa apa pada istriku. Aku hanya ingin kamu ganti pakaian. Dan hari ini kamu ikut aku ke kantor." ucap Dirga


Yeza menatap cengo pada suaminya.


Tik, Dirga segera menyentil dahi Yeza.


Yeza meringis saat merasakan sedikit sakit pada dahinya.


"Apa yang Kau pikirkan.? Apa kau tidak mau menamani suamimu bekerja?" tanya Dirga


"Tapi.."


"Sudah, cepat ganti pakaian karena ini sudah terlalu siang." ucap Dirga


Yeza segera berlari meninggalkan Dirga.


"Zaaa.." panggil Dirga

__ADS_1


Yeza berhenti lalu berjalan sangat pelan. Sebagaimana wanita anggun pada umumnya.


Setelah beberapa menit Yeza keluar, dengan dress warna krem. Walau perutnya membuncit namun tetap cantik dan anggun.


__ADS_2