DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Jangan Fitnah


__ADS_3

Dirga berdecih menanggapi ucapan wanita yang ada di depannya.


Tak ingin berlama lama dengannya, Dirga segera berdiri dan ingin pergi meninggalkan nya.


Namun karena minuman itu tubuh Dirga menjadi sangat ringat. Dan tak memiliki kekuatan untuk bediri.


"Kau tidak kuat berdiri kan? Untung ada aku Ga." ucap wanita itu


Tangan Dirga menepis tangan wanita itu. Namun Dirga malah terjatuh. Dan wanita itu segera menolongnya.


"Boleh ku antar pulang Ga?" tanya nya


"Hmmm.." jawabnya


"Semuah ini ihh kareenaahh Zaahh, diaahh sudahh mengecewakanhhh aahkuu.. " racaunya


Wanita itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Dirga. "Kalo lagi mabuk lucu juga ya kamu Ga."


"Apah kauh tauh, mamahkuhh ituhh sudah membohongi kuh selamah iniih hahahh.." racaunya.


Dirga di bawa masuk ke mobil. Dan wanita itu segera melajukan mobilnya, mulai memasuki jalan raya. Dan membelah gelapnya malam ini karena sepertinya akan turun hujan.


...****...


Jedaarrr


Suara petir kembali menggema di tengah malam.


Yeza masih belum bisa memejamkan matanya.


Menghawatirkan suaminya. Walau sangat takut saat bayangan bertemu dengan suaminya. Namun kekhawatiran nya lebih Yeza utamakan. Bagaanapum juga Dirga adalah suaminya. Hidup selama 4 belanja dengannya. sudah memiliki rasa cinta pada suaminya.


"Mas kau di mana?" tanyanya sambil membawa handphone nya.


Sesekali Yeza ingin menekan tombol hijau pada kontak suaminya. Namun tak jadi. Karena pasti tidak di angkat.


Yeza memberanikan menekan tanda hijau pada kontak Sam.


Beberapa kali Yeza berusaha. Namun sang empu sepertinya masih sibuk bekerja.


Akhirnya Yeza menaruh kembali ponselnya di meja.


"Mas, kau dimana sihh.?" tanya nya.


Di saat genting seperti ini, Yeza tak ada yang menghibur, dulu waktu masih di rumah papanya bi Ndari yang selalu menguburnya.


Namun disini? Semua pelayan di rumah ini tidak tinggal disini. Semua nya Dirga buatkan tempat tinggal berbeda.

__ADS_1


"Papah, Yeza merindukan papah." ucapnya lirih. Matanya sudah mulai mengabur karena air mata.


Disaat seperti ini hanya kenyamanan pelukan dari papanya, jika tangan suaminya sudah tak bisa di harapkan.


Yeza duduk dengan kepalanya di taruh di pinggiran pegangan sofa. Sesekali matanya memejam. Namun kembali tejebgkit saat petir.


Yeza kembali menatap jam dindingnya dan sudah menunjukan pukul 4 pagi. Namun suaminya belum juga pulang.


"Bodoh, kenapa aku menunggunya? Sudah jelas dia tidak akan pulang malam ini. Tapi dia bermalam dimana?"


Dertttt.... Derrrttttt...


Yeza di kagetkan dengan suara ponselnya


"Sam"


Yeza segera menggeser tombol Terima.


☎ "Hahhloh Sam."


☎ "Halo Za? Tumben telpon aku ada apa?"


☎ "Apa mmas Dirga ada bersamamu?"


☎ " mas Dirga? Mas Dirga tidak bersamaku.",


☎ " tidak ya?"


☎ "tidak. Ya sudah terimakasih. Itu sudah pulang." jawabnya kemudian. Dan langsung menutup ponselnya


...***...


"Sakit Ga. Aku bukan Yeza istri jelekmu itu. Berhenti memperlakukan aku seperti binatang Ga. Berhentiin. Sakittt.." teriak wanita itu


Malam ini Dirga di bawa ke apartemen wanita yang menolong Dirga.


Niatnya ingin menjebak Dirga. Namun dalam keadaan Dirga seperti ini, sepertinya waktunya sangat salah.


Wanita yang bernama Tania, sudah rela bersujud dan membangkitkan gai*ah Dirga.


Namun Bukan bergairah tapi malah kemarahan yang Tania Terima.


Seperti waktu Dirga marah pada Yeza dan menggauli dengan brutal. Namun kali ini Dirga membalas kemarahannya terhadap Yeza namun pada Tania.


Dirga menggigit dada yang menonjol milki Tania. Hingga darah Tania keluar. Lehernya dan semua yang Dirga jumpai.


Karena pengaruh alkohol Dirga segera ambruk setelah membuat Tania kesakitan.

__ADS_1


Tania menangis, "kenapa kamu sekarang seperti Ga? Se cinta itukah kamu pada Yeza. Gadis yang tak pantas jadi istrimu?" tanya Tania pada Dirga.


Walau Dirga tak menanggapi dan sudah berada di alam mimpi.


Tubuh Dirga masih berpakaian utuh. Namun tubuh Tania yang sudah tak memakai sehelai benang yang menempel.


Niatnya ingin menguasai Dirga malam ini. Namun dirinya salah.


Tania masih menangis hingga merasakan ngilu dan perihnya gigitan Dirga.


Hingga hujan kembali reda dan mentari sudah menampakkan keindahannya. Tania masih berada di bawah selimut yang sama dengan Dirga.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


Namun Dirga masih setia dengan dengkuran nya.


Dirga mengerjap ngerjakan matanya. Saat mendengar tangisan wanita


"Yeza" panggilnya


Mendengar nama wanita lain yang di sebut Dirga. Tania semakin histeris


"Kau.. apa yang kau lakukan padaku?" tanyanya


Bukan jawaban yang Dirga Terima. Namun malah pelukan dari Tania


"Lepaskan..!!" usir Dirga pada tubuh Tania untuk menjauhi dirinya


"Katakan padaku. Apa yang kau lakukan padaku Tan?" tanya Dirga mulai emosi.


"Kau.. Kau sudah memperkosaku" ucap Tania


Dirga tidak percaya. Laku menatap tubuhnya yang masih dengan pakaian lengkap.


"Jangan gila kamu. Aku tak mungkin berga*rah lagi padamu. Dan jangan membuat fitnah lagi." ucapnya


"Fitnah apa? Kau sudah taukan jika Boni itu buka papamu. Semua yang ku katakan waktu itu adalah benar. Tapi kau malah bilang jika aku fitnah. Dan ini.. Kau sudah melakukannya padaku. Ini bukan fitnah." ucap Tania dengan airmata menahan sakit di setiap gigitan yang Dirga ciptakan.


"Lihat ini.. Lihat ini Ga. Kau begitu brutal menggauliku. Lihat ini," tunjuk Tania dengan selimut yang sudah di buang. Dan memperlihatkan pada Dirga dengan tubuh polos yang sudah banyak luka gigitan


Aarrgghhhh... Teriak Dirga.


Lagi lagi dirinya tak bisa menahan nya. Memang Dirga selalu melakukan permainan ranjang seperti itu. Saat hatinya sedang kecewa dan terlampau sakit.


Dirga segera mendorong tubuh Tania. Lalu segera beranjak dari tidurnya. Meninggalkan Tania dalam tangisnya


Dirga masih belum percaya apa yang di ucapkan Tania. Karena banyak kejanggalan. Dengan tubuh yang masih berpakaian utuh. Tak mungkin Dirga dengan cepat memakai pakaian kembali.

__ADS_1


"Aku tidak percaya buatanmu Tania." ucap Dirga sebelum menutup pintu kembali. Setelah itu pergi meninggalkan Tania


"Tidak masalah Ga. Setidaknya istrimu akan percaya padaku." jawabnya setelah Dirga tak terlihat.


__ADS_2