DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Bereskan Lalat satu ini


__ADS_3

...****...


"Katakan Tyo, siapa yang sudah menyuruhmu untuk mencelakai wanita itu." tanya Dirga, yang sudah mulai geram.


Tyo hanya menunduk, baru kali ini bosnya marah, hanya demi wanita yang sedang mengandung anaknya.


"Apa kau tau Tyo, siapa wanita itu hmm..?" tanyanya sambil memainkan senjata tajam yang masih berada di tangan kanannya.


"Maaf saya bos. Saya tidak tau." jawabnya.


"saya tidak butuh permintaan maafmu Tyo."


"Ap kau tau siapa wanita itu?" tanya nya lagi


Tyo menggelengkan kepalanya.


"Bahkan aku sudah memintamu untuk memutuskan kerjasama mu pada orang itu. Tapi kau membantah, apa saat ini aku masih peduli dengan nyawamu hmmm?" tanya Dirga menyeringai


Tyo terdiam. Tubuhnya gemetar. Bayangan diri nya yang selalu menyobek tubuh musuh Dirga menari nari di otaknya. "Sudah pasti aku akan mengalami hal yang sama dengan mereka." batin Tyo


"Katakan Tyo, siapa yang sudah membayarmu?" tanya nya lagi


"Tuan Arka." jawabnya


Nafas Dirga tetiba berhenti saat mendengar satu nama yang terlontar dari mulut Tyo.


"Ulangi sekali lagi Tyo, apa aku tidak salah dengar?" tanyanya


"Tidak tuan. Dan pria itu adalah tuan Arka." jawabnya


"Apa kau tau siapa Arka?" tanya Dirga


Tyo kembali menggeleng. "Dia abangku, tidak mungkin Arka memintamu untuk merampas berkas itu Tyo. Katakan yang sejujurnya." ucapnya lagi


Tyo menunduk. "Saya tidak berbohong, pria itu bernama Arka tuan." ucapnya lagi untuk meyakinkan.


Kurang ajarrr...!!


Bughhh... Dengan sekali Bogeman, Tyo langsung terdiam. Bibirnya seketika mengeluarkan darah. Rasa ngilu di wajahnya begitu teramat amat panas.


Bogeman Dirga benar benar kuat saat yang mengendalikan dirinya adalah kabut hitam yang menguasai.


"Kau hampir menyelakai anakku Tyo, dan kau tau apa yang harus aku lakukan untuk pengusik keluargaku.?" tanya Dirga

__ADS_1


Tyo mengangguk dengan wajah yang sudah Miring.


Tyo sudah pasrah dengan nasibnya. Tyo sadar dirinya telah membangunkan macan tidur, Tyo tau Dirga akan sangat bengis jika aturannya di bantah. Dan pengusik ketenangan Dirinya


"Saya sudah siap dengan hukuman yang tuan Dirga lakukan. Tapi saya mohon, jangan libatkan istri dan anak saya." jawabnya dan tidak menatap wajah Dirga yang sudah memerah.


"Sejak kapan Dirga akan menuruti permintaan musuh. Dan mulai sekarang kau bukan lagi anak buahku, kau adalah musuh yang harus di lenyapkan." ujar Dirga


Tyo hanya bisa menyesali atas kebodohannya, seandainya dirinya waktu itu mendengarkan peringatan Dirga, tidak mungkin Tyo saat ini berada di posisi tersulit.


"Jono, bereskan lalat satu ini." titah Dirga, sambil berjalan meninggalkan Tyo dan ruangan pengap ini.


"Siap tuan." jawabnya


Jono memandang kasian pada sahabat yang satu ini. Namun tak ingin menambah lagi masalah dengan bisnya, Jono pun segera pergi berjalan di belakang Dirga.


"Pastikan semuanya aman." ucap Dirga lagi.


...****...


Yeza menatap langit langit ruangan yang serba putih, bayangannya kembali pada pria yang sudah menghilangkan nyawa ibunya.


Airmatanya kembali lolos, saat mengingat dengan brutal pria itu menusuk tubuh mamanya.


Seperti seorang yang memiliki dendam terhadap mamanya. "Mama, Yeza tau itu pasti sakit. Yeza tau ma, pria itu sedang di urus oleh suami Yeza. Yeza harap pria itu menerima balasan  yang setimpal," lirihnya


"Kau menangis?" tanya seorang pria yang sudah duduk di sampingnya.


"Sam.. Sejak kapan kau disini?" tanyanya sambil menyembunyikan wajah nya.


"Sejak kau bicara sendiri." jawabnya


"Ish nggak lucu." kesal Yeza sambil mengerucut kan bibirnya


"Ini sudah sore, dan sekarang kau sudah di ijinkan untuk pulang oleh dokter." ucap Sam


"Em... Mas Dirga?" tanya Yeza


"Mas?" tanya Sam.


Yeza mengangguk.


Sam malah tertawa saat melihat anggukan dari Yeza.

__ADS_1


"Kenapa? Ada yang lucu?" tanyanya


"Dik Yeza tau nggak? Mas Dirga itu tidak pernah di perlakukan se istimewa ini oleh wanita, hanya Dik Yeza yang mengistimewakan nya." Jawab  Sam mengejek.


"Biarkan saja," sahutnya


Sam kembali tertawa merasa geli saja, saat sahabatnya yang bengis itu mendapat panggilan nama di sebut dengan embel embel "mas" biasanya Dirga tidak suka panggilan itu.


Karena menurut Dirga itu panggilan terlalu kampungan. Namun entah kenapa Dirga selalu menerima saja apapun dari Yeza


"Oh iya Dik Yeza, mas Dirga bilang Dik Yeza pulang nya bareng mas Sam." sahut Sam


"Ishh.. Siapa juga yang mau manggil Sam dengan sebutan 'mas'." kesal Yeza saat Sam meledaknya.


"Ya kan Mas Sam juga mau  punya Adik kayak Mas Dirga "


"SAMMM..." teriak Yeza, sambil melempar bantal ke wajah Sam.


"Iyaa iyaa,, ayo mau pulang nggak? " tanyanya


Yeza segera berdiri dari duduknya, setelah Sam membereskan barang barang milik Yeza.


Mereka segera berjalan beriringan setelah membayar administrasi biaya rumah sakit 


Hingga mereka sudah berada di parkiran mobil.


Sam segera membuka pintu mobil untuk Yeza.


Sam segera melajukan mobilnya kejalan raya, berbaur dengan mobil yang berlalu lalang lainnya


Mereke sudah sampai rumah, dan Sam segera membuka pintu mobil untuk Yeza.


"Aku bisa sendiri Sam." ucap Yeza


"Tidak apa apa dik Yeza. Ini juga atas perintah mas Dirga." jawabnya sambil menahan tawa.


Yeza segera berjalan meninggalkan Sam sendiri.


Ponsel Sam berdering.


"Ini mas Dirga dik Yeza." lapor Sam


"Apaan sih Sam. Menyebalkan sekali." gerutu Yeza.

__ADS_1


...***...


🌶 Dobel Up ya sore ini.🌶


__ADS_2