DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
Happy birthday & End


__ADS_3

...****...


Dirga segera berjalan ke taman belakang.


"Kenapa sih Za tidak di cari tadi pas masih terang, kalo gelap gini mana bisa ketemu." tanya Dirga


"Jatuhnya kan tadi mas, pas udah mau gelap, dan mas juga kenapa buru buru pulang, jadinya kan aku nggak sempat nyari" bela nya


Dirga pun memutar bola matanya "jadi aku yang salah nih, karena udah pulang lebih awal.?" tanyanya


"Iya, kan aku jadi nggak bisa nyari" jawab Yeza


apa emang semua wanita seperti itu? batin Dirga


Dirga masih mencari cari sesuatu yang hilang dari istrinya.


"Sayang, ini sudah sangat malam. dan sampai sekarang mas belum menemukan barang yang hilang. Udah yaa, kita beli lagi aja, besok aku beliin yang lebih bagus dari yang sudah hilang." ujar Dirga yang mulai kelelahan.


"Nggak maauuu... Coba mas cari sebelah sana, siapa tau tadi kebawa kucing atau apa?" ucap Yeza sambil menunjuk di bagian yang sangat gelap.


Yang benar saja, barang apa coba yang si kucing mau menggigit dan membawa pergi. kalo bukan asin jelas akan di bawa kucing. dan jika istrinya meminta untuk lebih kesana, apa dia hanya ngerjain suaminya? Batin Dirga


"Maaasss, mau kemana?" tanya nya


"Udah deh, cari besok saja mas sudah lelah udah ngantuk juga." jawabnya


Yeza tetap tidak berkutik dari tempatnya, yeza masih ngga mau masuk saat Dirga mengajak Yeza masuk.


Dirga segera menggendong tubuh Yeza ala bridal style, "mas, turunin mas, mas benar benar sudah mau kehilangan jatah satu bulan? Kalo begitu kita tidur terpisah." kata Yeza dengan suara keras. Dirga segera berhenti dan menurunkan Yeza,


"Ok, mas akan mencari selama 15 menit lagi, kalo dalam 15 menit tidak ketemu, mas nyerah nggak di kasih jatah juga nggak apa apa." ucapnya yang mulai terlihat frustasi


"Hemmm.. 30menit deh mas, 15 menit kan terlalu cepat" rayu Yeza,


"15 menit Za, kau tidak tau mas sudah ngantuk?" tanya Dirga


Yeza menggeleng sebagai jawaban nya, yang membuat Dirga semakin ingin mengurung Yeza di kamar sampai pagi.


"Untng saja kau cantik Za, jika tidak udah ku lepas dari dulu." racau Dirga dan langsung meninggalkan Yeza yang masih bengong sendiri.


Yeza hanya menanggapi dengan  senyuman. Lalu segera mengikuti suaminya berjalan kearah di mana Yeza tadi menunjuk.


"Di situ mas, tadi aku kehilangannya di situ" ucap Yeza.


Dirga segera melangkah kembali kedepan. Dan benar saja Dirga menemukan sesuatu yang Yeza cari. "Yees ketemu" gumam Dirga


"Apakah ini barang berharga milikmu Za?" tanya Dirga


"Iya mas, tolong tarik mas bawa kesini." ucapnya


Dirga segera menarik barang yang ada di bawah nya, saat di tarik Dirga kejatuhan banyak bunga  dan Seketika lampu taman menyala.


" happy birthday " ucapan beberapa orang yang ada di sekitar nya.


"Za" panggilnya, sedangkan yang di panggil hanya senyam senyum sambil melihat raut kesal suaminya.


"Selamat ulang tahun mas, mereka datang untuk memberi selamat atas bertambahnya usiamu sekarang, nggak terasa kau sudah berusia 36 tahun." ucap Yeza, sambil berjalan mendekat ke suami.


"Dan kau masih 22 tahun begitu, kau mau bilang kalo aku sudah tua" tanya Dirga sambil mengeratkan Pengging Yeza pada tubuhnya.


"Bukan aku yang bilang, tapi mas sendiri " jawabnya


"Selamat ulang tahun ya anak mama, doa terbaik untuk anak mama satu satunya " ucap Cantika lalu segera mencium pipi Dirga.


Dirga pun segera melakukannya pada papanya, "maafin papa nak, papa baru bisa mengucapkan selamat ulang tahun di saat kau sudah dewasa begini. Seandainya kecelakaan itu tidak terjadi." ucapnya


"Sudah pa, yang penting papa sekarang bisa bertemu dengan Dirga dan keluarga" ucapnya sambil berjongkok di depan pak Brama.

__ADS_1


"Papa senang bisa melihat kamu sebelum papa meninggal." ucap Brama Lagi


"Papa ngomong apa sih?" tanyanya


"Iya semua orang pasti akan meninggal kan Dirga" ucapnya


"Iya sihh.." jawabnya,


"Zaga sini peluk papa dong." kata Dirga. Zaga segera berlari lalu menubruk Dirga yang masih jongkok.


Hingga Dirga pun terjatuh dan Zaga berada di atas tubuh papanya


"Jadi kau tau ini adalah hari ulang tahun papa, dan Zaga juga ikut ngerjain papa?" tanya Dirga. Zaga hanya mengangguk lalu mencium papanya.


"Happy birthday papa, Zaga sayang banget sama papa." ucapnya


"Papa juga sangat sayang sama Zaga" balasnya


...***...


Setelah acara ulang tahun di kebun belakang selesai.


Semuanya sudah pada pulang. Tinggal Dirga dan Yeza yang masih duduk di taman yang sudah di hiasi.


"Mas, ini hadiah ulang tahun dariku." ucap Yeza sambil menyerahkan amplop.


"Apa ini? Kau mau mengajak liburan denganku?" tanyanya


"Buka dulu dong mas." ucapnya


Dirga segera membuka amplop pemberian istrinya, lalu mengeluarkan isi yang ada di dalamnya.


"Kau, kau hamil lagi?" tanyanya antusias


Yeza mengangguk "iya" jawabnya


lalu segera berbalik memandang istrinya. Dirga mengecup bibir Yeza berkali kali.


"Mulai sekarang kau tidak boleh capek capek. Dan mas tidak ingin malam ini kamu capek. Mas akan membawamu ke kamar." ucapnya lagi


"Mas, turunin ,, aku bisa berjalan sendiri" teriak  Yeza.


"Tidak akan. Mas tetap akan menggendong mu sampai kamar, kau diam saja ok." ucapnya


Dirga membawa Yeza ke kamar dan memanjakan istrinya malam ini.


"Apa kau akan melakukan ini setiap hari mas?" tanya Yeza


"Karena mas tidak ingin kamu kelelahan. Dan mulai sekarang kau hanya boleh melakukan kegiatan ringan saja. Antar, jemput sekolah Zaga biar Candra." ucap Dirga


"Mas tapi kan aku bosan di rumah mas" protesnya


"Nanti setiap minggu mas akan ajak jalan jalan." jawabnya lagi


...***...


8 bulan sudah terlewati.


Walau setiap hari di rumah, namun Yeza tetap menikmatinya. Karena sanga suami selalu memberikan yang terbaik buat Yeza dan anaknya. Lagian kalau hanya dirumah, buat Yeza itu tidak masalah karena Yeza adalah wanita yang tidak hobi shoping shoping


Uhhh.. Uhhh..


Yeza tengah berada di ruang bersalin rumah sakit.


Dirga yang siaga pada istrinya tentu tidak tega melihat proses persalinan anak keduanya.


Beruntung Dirga tidak melihat saat persalinan Zaga dulu. Karena jika Dirga melihat, sudah tentu Dirga akan meminta pada dokter untuk melakukan penseterilan pada rahim Yeza.

__ADS_1


"Tau begini sakitnya melahirkan. Mas tidak akan pernah izinin kamu hamil lagi." ucap Dirga yang masih setia menjaga Yeza


"Mas, namanya juga melahirkan pasti ya begini." ucapnya.


Uuhhh... Uhhh.. Uhhh... Uhhh..


"Dokter cepat lakukan sesuatu agar istri saya tidak kesakitan lagi. Beri dia obat atau apa yang  bisa menahan sakitnya." ucap Dirga


"Maaf Pak. Itu sudah alami, kami tidak bisa memberi obat obatan macam itu. Sebaiknya jika bapak tidak tega, lebih bapak menungu di luar saja." ucap Dokter Karmila


"Dokter, jangan berani mengusir saya, cepat lakukan sesuatu agar bayinya cepat keluar dan tidak menyiksa istri saya." ucapnya


"Mas, uhhh.. Jangan begitu. Kalo masih teriak dan protes begitu sebaiknya mas Dirga tunggu diluar saja.'" ucap Yeza sambil tersengal sengal nafasnya


"Bagaimana mungkin mas keluar, sedangkan kamu smtengah kesakitan karena anak ini.' jawab Dirga


" buhkan anak ini mashhh, tapi emang begitu proses melahirkan." ucapnya lagi


Uuhhh.. Dokterrhhh... Uhhh.. Teriak Yeza


"Sebentar bu kami periksa lagi." ucapnya. Dokter Karmila segera melihat jalan lahirnya.


"Kita bisa mulai sekarang bu. Pembukaan  nya sudah sempurna." ucapnya.


"Bapak, jika masih mau menunggu istrinya disini. Tolong di bantu untuk memberi semangat ya pak." ucap Dokter Mila


Huuuhhhhh... Huuhhhh... Aaaakkkkk...


"Berhenti dulu bu. Ambil nafas pelan lalu keluarkan. Ulangi lagi. Dan sudah siap ayo kita lakukan pendorongan lagi bu." ucap dokter Mila


Huuuhhhh... Huuhhhh.. Huuhhhh Aaaakkkkkkk.....


Oweekkkk...


Oweekkk...


Yeza mersa lega saat mendengar tangisan bayinya.


"Kau hebat sayang. Kau hebat. Lihatlah bayi kita perempuan. Dan dia sangat cantik seperti kamu." ucap Dirga.


Yeza hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya. Karena dirinya masih sangat lemas.


...***...


3 tahun kemudian


"Mas, aku pingin  deh punya bayi lagi. Agar rumah kita ramai." ucap Yeza pada suaminya yang sedang berada diruang kerja.


"Tidak tidak tidak, mas tidak setuju. Kalo sampai kau hamil lagi. Mas akan membunuhnya. Sudah cukup ya mas di buat cemas 3 tahun lalu." ucapnya.


"Mas, tapii.. "


"Sudah, mas nggak ingin memiliki anak lagi. Lebih baik mas kehilangan bayi nya jika kamu hamil. Dari pada mas harus melihat kamu yang bertaruh nyawa untuk mereka." ucapnya.


Karena Dirga menolak Yeza untuk hamil lagi.


Akhirnya Yeza memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang aman.


Kehidupan Keluarga Dirga yang begitu bahagia.


Zaga yang sudah berusia 7 tahun. Dan Adiknya yang bernama  Aurora Alinzkie dirgantara berumur 3 tahun. mereka hidup penuh kedamaian.


...Tamat...


🌶 Berhubung cerita ini sudah tidak ada konflik. dan jika di lanjutkan malah nggak karuan aluarnya. dan kisah ini sudah mentok sampai part 89. saya sebagai pengarang cerita dari DGMGB. mengucapkan banyak banyak terimakasih sudah memberi dukungan dan selalu setia menunggu kelanjutan kisahnya.


Semoga sehat selalu buat yang sudah mampir dan semua penghuni Mangatoon or Novel toon 😚 sukses selalu buat Platform terlope 💗🌶

__ADS_1


__ADS_2